
Siang berganti malam, tapi hujan masih saja turun.
"Udah mau bulan Agustus kok masih aja hujan sederes ini yha.. Aaaku gak iso turuu. Aku harus bagaimana???" tanya Joko pada dirinya sendiri.
Joko pun tak bisa tidur, ia masih teringat wajah gadis itu. Kini ia sedang mendengarkan alunan rebab yang ia mainkan. Ia meresapinya dan mencoba menuliskannya dalam bentuk notasi angka.
"Duh angel juga yhaaa, iki not e piyee!! Nek Nem kok ora Nem, nek Mo kok adoh eram, eh opo Nem Miring yha." (duh susah juga yha, ini notnya gimana!! Kalo nada 6 kok nggak 6, kalo nada 5 kok jauh amat, eh apa nada 6 kress yha) gerutu Joko karena salah satu nada yang agak sulit untuk ia pahami.
Sudah hampir tengah malam, Joko masih saja mengolah nada. Beberapa not yang telah ia tulis, ia mainkan di rebab dan dicocokkan dengan yang ada di video.
"Hiyung, ngene banget sih rasane wong sing lagi gandrung." (ya ampun, gini amat yha rasanya orang jatuh cinta) ucapnya saat selesai menyalin nada dalam not angka.
Pikirannya lelah, hatinya pun lelah, raga dan jiwanya juga tak kalah lelahnya. Tak sadar Joko terlelap dalam dunia mimpi.
**
Suara alarm berbunyi menunjukkan pukul 05:00 pagi.
'Hoaaam'
Joko baru saja bangun tidur dan segera mengambil wudhu untuk menunaikan sholat subuh. Selesai sholat, Joko tak pernah lupa untuk mendoakan kedua orang tuanya yang telah tiada. Saat itu Joko juga mempertanyakan siapa sebenarnya gadis itu. Ia meminta petunjuk pada Yang Kuasa agar tidak merasa kebingungan lagi.
Hari ini hari senin, jadi Joko harus berangkat lebih pagi dari biasanya.
"Udah hari senin aja sih, sabtu masih lama yhaa, aku bosen juga sih sekolah mulu, tapi yha mau gimana lagi. Harus semangat lah." ucap Joko monolog di depan kaca sambil berdandan.
Ketika selesai Joko langsung turun menghampiri kotak makan siangnya dan berpamitan, "Pak, Buk, Joko berangkat, Assalamualaikum!!"
"Waalaikumsalam!!" jawab Bapak dan Ibuk serentak
__ADS_1
"Jangan lupa dimaem yha!!" pesan Ibuk.
"Nyepeda apa mobilan??" tanya Bapak.
"Mobilan!!" teriak Joko dari garasi.
"Mobil sing item wae Le!!" sahut setengah berteriak Bapak.
"Nggih!!" (iya!!) sahut Joko tak kalah keras.
Yha hari ini Joko mengendarai mobil sendirian. Umurnya baru 15 tahun, tapi sudah diperbolehkan mengendarai mobil atau motor sendiri, yha itu adalah perintah dari Om atas seijin Kakek karena tidak ingin merepotkan Ki Manteb. Selama 4 tahun terakhir Joko selalu pulang ke rumah Ki Manteb, terkadang ia juga pulang ke Jati.
Kurang lebih 30 menit perjalanan Joko, ia pun sampai di sekolah. Mobil sedan BMW nya memasuki gerbang sekolah dengan penuh kharisma. Menyibak kerumunan di sekitarnya dan membuat iri kakak kelasnya. Langit masih mendung, hawanya sangat dingin, maka dari itu banyak siswa yang memakai jaket, tapi siswa-siswa tadi tidak diperbolehkan masuk gerbang kedua sekolah. Mereka harus melepas jaketnya apabila akan masuk gerbang kedua. Namun, Joko pandai menyiasatinya. Ia memakai jas yang baru saja di belikan oleh Bulik dari Bandung sebagai buah tangan.
"Selamat pagi Pak!!" ucapnya sopan pada pak satpam.
Pak satpam pun membalas dengan senyuman.
"Niki Jas mbak, harus dilepas juga??" tanya Joko dengan sopan.
Pak Edy pun datang.
"Pagi Pak!!" sapa Joko.
"Pagi juga Joko. Rajin yha kamu, masih jam segini sudah datang. Naik apa tadi?? " basa-basi Pak Edy.
"Hehehe, kalo nggak rajin dimarahin Kakek nanti. Tadi naik mobil sih Pak, terus saya parkir di tempat parkir guru, nggak papa kan??" tanya Joko.
"Iya ndakpapa. Ya sudah masuk kelas sana!" perintah Pak Edy.
__ADS_1
"Tapi Pak, jasnya belum dilepas." ucap pengurus OSIS tadi.
"Kui jas larang, aja kon nyopot, ndak ilang. Nek ilang gelem nukokne??" bisik Pak Edy pada pengurus OSIS tadi.
Pengurus OSIS itu dengan cepat menggelengkan kepalanya dan mempersilahkan Joko melewati gerbang kedua.
Pukul 07:10 upacara bendera sudah berlangsung dengan khidmat. Joko sempat termenung sejenak, bahkan konsentrasinya sempat buyar. Teman baru Joko, Aldi, merasa kalau ada sesuatu yang menganggu pikiran Joko. Setelah upacara selesai, Aldi menemui Joko, dan bertanya.
"Kamu kenapa?? Ada sesuatu yang mengganggumu??"
Joko hanya mengangguk.
"Oh, kalo kamu bisa sharing, aku siap kok. Aku janji juga nggak akan nyebarin permasalahan kamu."
Joko menghela napas, "Yha, aku lagi falling love."
"Jatuh Cinta?? Sama siapa??"
"Aku aja nggak tau namanya." jawab Joko.
"Emm, ciri-cirinya??"
"Intinya dia penari."
"Wait, penari?? Ah gampang ituuh. Satu sekolahan ini yha, yang title nya penari cuma ada 4 orang. Bu Endang, mbak Laras, Mega sama Nasya." ucap Aldi.
"Bu Endang aku udah tahu, Nasya juga udah kenal. Mbak Laras sama Mega itu siapa??" tanya Joko penasaran.
"Mega itu temen sekelasku, kelas 8C. Kalo mbak Laras kelas...." belum selesai Aldi menjelaskan, bel masuk jam kedua sudah berbunyi, dengan buru-buru Aldi kembali ke kelasnya.
__ADS_1
"Ntar istirahat gue ceritain di kantin!!" ucap Aldi setengah berteriak.
Bersambung