Seni Yang Sempurna

Seni Yang Sempurna
Episode 1 Perkenalan


__ADS_3

Namaku Janaka Catur Haryanto, seorang siswa SMP yang sudah bekerja menjadi seorang dhalang wayang kulit gaya Surakarta. Sudah sejak kecil aku bergelut dengan wayang dan mendhalang dari panggung ke panggung, dari kota ke kota.

__ADS_1


Aku anak keempat dari enam bersaudara yang semuanya laki-laki, tapi kami semua yatim piatu. Kami besar dibawah asuhan Kakek dan Paman beserta Bibi. Kami tak pernah tahu apa alasan kedua orang tua kami meninggal dan kami juga tidak pernah berani untuk bertanya pada Kakek atau siapapun, walaupun kami yatim piatu semua kebutuhan kami dicukupi oleh Kakek, Paman dan Bibi dengan baik.

__ADS_1


Kakak pertamaku bernama Eko Prastya Haryanto yang menjadi ahli waris dari bisnis kebun jambu dan restoran milik Kakek, jadi dia sekarang kuliah pascasarjana di UNS, salah satu universitas terbaik di kota, mengambil jurusan manegement. Kakak keduaku bernama Andhika Dwi Haryanto adalah orang yang bebas dan nakal, dia bisa melakukan apapun dan pergi kemanapun yang dia inginkan. Kenapa bisa begitu?? Yha karena dia adalah cucu tersayang Kakek lagipula dia juga sudah bekerja sebagai fotografer profesional dengan hasil yang lumayan dan sudah menikah dengan seorang wanita yang baik, cantik dan setia. Kakak ketigaku seorang komikus dan penulis novel amatiran di kota, dia bernama Wahyu Tri Haryanto. Kini kakak-kakakku itu sudah jarang pulang karena sibuk dengan urusan masing-masing, sedangkan aku tak jauh berbeda dengan mereka karena pekerjaanku mengharuskan aku pergi keluar rumah bahkan keluar kota untuk meraup pundi-pundi rupiah. Sebenarnya pekerjaan ini mengganggu masa kecil dan sekolahku, sampai-sampai aku harus tidak naik kelas dua kali ketika SD karena sering tidak masuk dan tertidur di dalam kelas saat jam pelajaran, guru pedhalanganku memutuskan untuk memindahkan aku ke sekolah lain yang dekat dengan rumah beliau dan pulang kerumah beliau, mulai saat itu aku dijadikan anak angkat oleh guruku. Pengalaman itu membuatku sedih karena terpisah dari adik-adikku sekaligus bahagia karena terbebas dari amarah Kakek. Bagaimana tidak dimarahi kalau dia berharap semua cucunya adalah orang-orang yang pandai dan cerdas, tapi aku sudah mengacaukannya. Bersaing ingin menjadi yang terbaik bagi Kakek adalah prinsip kami, cucu-cucunya, jadi kami harus bertingkah laku sebaik mungkin dan sedewasa mungkin dihadapan Kakek, selain itu kami juga harus menjadi juara kelas dan semua nilai raport kami haruslah A. Tak heran mengapa Kakek sangat benci padaku. Adik-adikku itu kembar siam, walaupun seperti itu mereka tetap saja bersaing untuk mendapatkan nilai tertinggi dan predikat juara kelas untuk mendapat tempat di hati Kakek.

__ADS_1


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2