
Joko menjadi sosok yang berbeda sekarang, dia sudah bisa membagi jadwal belajar ndhalang dan belajar mapel. Berkali-kali Joko mengikuti lomba, dari OSN, LCC, Siswa Berprestasi, sampai FLS2N, pasti mendapat salah satu tempat di tiga besar, disetiap ujian pun dia selalu menjadi juara kelas, maka tak heran Kakek sangat menyayanginya. Di kelas enam ini, Joko merasakan sesuatu yang berbeda, dia jatuh cinta?? Sepertinya iya. Kan Joko juga sudah puber sekarang dan usianya lebih tua 2 tahun dari teman-teman sekelasnya. Jadi tak heran kalau dia merasakan hal yang berbeda, cara berpikirnya pun sudah lebih dewasa dari teman sekelasnya, dia juga jadi sangat keren dan memikat hati hampir semua siswi di sekolahnya, kecuali Nabila.
"Ko, kamu sekarang berubah yha, dulu pas pertama masuk kamu keliatan cupu banget, tapi sekarang malah jadi bintang sekolah." ucap John, teman sebangku Joko.
"Kamu ada-ada aja sih, aku biasa aja yhaaa.." sanggah Joko.
"Siapa sih yang nggak kenal sama Den Joko, dhalang bocah terhebat se-Eks Karisidenan Surakarta. Semua cewek klepek-klepek kalo liat senyum dan denger suara bassmu itu." puji John lagi.
"Johnny Sutaryo, diem ta plis, aku mau belajar oke." ketus Joko.
"Eh, betewe Nabila piye Nabila??" tanya John.
Joko menghentikan aktivitas belajarnya dan mulai kepikiran si Nabila, cewek yang nggak pernah suka sama Joko. Berulang kali Joko mencoba untuk mendekatinya, tapi selalu gagal. Sikapnya memang manis dan perhatian, tapi sayangnya kesemua orang. Joko nggak pernah bisa dapetin si Nabila itu, eh sekarang malah si Nabila itu lagi deket sama anak kelas sebelah, namanya Robi. Duh, kasian yha Joko.
Joko menghela napas kasar. "Yha mau begimana lagi.. Dee deket sama si Robi lho. Mosok iya aku masih ngejar-ngejar dia." jawabnya.
"Adik kelas ngga ada akhlak sih emang. Seorang Joko tuh kurang apa coba?? Ganteng? Sudah pasti. Pinter? Jangan ditanya lagi. Berbakat dan udah punya penghasilan sendiri lho. Aduh, si Nabila ituuh pengen tak hiih." ucap John jengkel sendiri.
Joko terkekeh sendiri. "Nek jodoh nggak bakal kemana yha.. Santuy aja toh." jawabnya.
"Yaudah deh. Belajar we lah yaa, seminggu lagi UN dan sebulan lagi lulus!!" seru John.
Mereka, Joko dan John, pun belajar bersama. Saat itu adalah jam istirahat, tapi dua teman itu tampaknya tidak begitu lapar, jadi mereka memutuskan untuk tetap dikelas dan memilih untuk belajar.
__ADS_1
***
Seminggu kemudian, UN pun berlangsung. Joko sangat bersemangat, kenapa tidak lha wong kemarin dia mendapat secarik kertas bertuliskan kalimat penyemangat dari gebetannya, sudah pasti semangat dong. Tapi lain halnya dengan Robi, pacar dari gebetannya Joko, dia tampak lesu karena tidak mendapatkan surat cinta dari cewek yang dia sayang. Joko berpikir, pasti ada seseorang yang iseng buat ngasih surat itu ke dia, padahal sebenernya buat Robi, tapi biarkan saja yang penting surat itu yang nulis Nabila wkwk.
***
Hari demi hari telah dilalui dan UN pun berakhir. Siswa kelas enam lega sekarang. Joko pun sangat gembira karena selama tiga hari ini dia terus menerus mendapat surat cinta dari Nabila dan terus menerus mendapat kalimat pujian setengah mengejek dari John.
"Ciee yang terus-terusan dapet surat cintaaa. Uuu jadi suka senyum-senyum sendiri kek orang gila niyee." ucap John.
"Paan sih John, gaje tau nggak." sanggah Joko.
"Uluh-uluh, hahahaha." ucap John lalu tertawa terbahak-bahak.
"Hoo lah."
"Lha terus nasibnya Robi?? Kan dee pacare Nabila??"
"Sebagai kurir yang baik aku kan menyampaikan surat pada tuan yang semestinya. Walaupun salah alamat hehe."
"Dah ketahuan sih nek emang dapurmu yang jadi sebab." ucap Joko
"Akan ku lakukan apa yang kau mau, akan ku berikan Nabila untukmu." ucap John sambil bernyanyi.
__ADS_1
"Asek. Suaramu sekarang wis gak fals ya, hehehe." ucap Joko.
"Nggunggung pa ngenyek???" (muji apa ngejek?) tanya John.
"Pikiren dewe!!" (pikir aja sendiri!!) jawab Joko ketus sambil berlalu.
"Dih, ditinggal nih akunya?? Ko mau kemana woy!!"
"Pulang lah emang mau kemana lagi." jawab Joko.
"Nebeng yak??" pinta John.
"Wani pira??" tantang Joko.
"Seratus ribu!! Alah ayo buru!!" ucap John yang sudah kelaparan sekarang.
***
Sebulan kemudian pengumuman kelulusan. Joko mendapat peringkat terbaik ditingkat kecamatan, disusul John kemudian Putri, teman sekelas Robi. Kakek sangat bangga pada Joko, hal ini disebabkan karena Joko menjadi sosok yang lebih dewasa dan lebih pintar dari sebelumnya. Kakek menjadi sangat yakin kalau Joko mampu meneruskan cita-citanya yaitu menjadi dhalang yang hebat dan berguna bagi masyarakat.
Saat Joko ditanya, dia mau melanjutkan studi kemana, Joko menjawab kalau dia ingin kembali ke Ngargoyoso, dan memilih untuk sekolah di SMP 1 Ngargoyoso. Mudah sekali bagi Joko untuk masuk kesana karena nilainya yang kelewat sempurna dan menjadi bahan pembicaraan kakak kelasnya karena wajahnya yang tampan dan kepandaiannya.
Bersambung
__ADS_1