
Empat hari berlalu, Joko mendapat kabar bahwa dirinya didaftarkan seleksi lomba macapat mewakili sekolah di tingkat kabupaten. Joko merasa terkejut karena ia tak pernah merasa mendaftarkan diri ke seleksi itu.
Aku tau sih kabar itu, tapi aku kan masih menimbang-nimbang. Eh apa ada yang daftarin aku yha?? Batin Joko.
Ia merasa ada seseorang yang sudah mengajukan namanya tanpa sepengetahuannya dan tanpa seijinnya.
Tapi siapa yha?? Tanya Raras deh. Pikir Joko.
Ia pun mencari Laras di kelasnya saat istirahat.
"Ras, kamu yang daftarin aku di seleksi itu?" tanya Joko.
"Seleksi apa sih?" tanya Laras kebingungan.
"Alah ngga usah pura-pura ngga tau deh. Jujur aja, aku nggak akan marah kok." bujuk Joko.
"Apaan sih. Koko aku nggak tau beneran. Seleksi apa sih??" tanya Laras lagi.
"Seleksi macapat, sayang..." jawab Joko.
"Ngomong apa tadi??" tanya Laras dengan melotot.
Aduh keceplosan, ****!! Umpat Joko dalam hati.
"Eng-eng-enggak. Salah ngomong sorry." jawab Joko gelagapan
"Hilih.."
"Tapi kamu beneran nggak tau tentang seleksi macapat itu??" tanya Joko memastikan.
"Yha tembung rawat-rawat, ujare mbok bakul sinambiwara, yha emang enek. Kan pembina ekstrakulikuler seni ne Mamah, yha aku tau lah." jawab Laras.
"Berarti bener kamu yang daftarin aku?" tanya Joko lagi.
"Enggak Ko!! Aku aja nggak ikutan kok, aku nggak pernah daftarin kamu, duer seh." jawab Laras
"Suer deh!" celetuk Joko.
"Yo itu lah pokoke."
"Kalo bukan kamu, siapa dong??" tanya Joko.
"Ya mana ku tempe Joko!" jawab Laras.
__ADS_1
"Mana ku tahu!" celetuk Joko lagi.
"Iya iya! Udah bel itu lho. Ntar istirahat kedua, tanya tuh sama pengagum rahasiamu!" gerutu Laras.
"Pengagum rahasia?"
"Nasya. Udah sana ih!" ucap Laras sambil mendorong Joko keluar kelasnya.
Pengagum rahasia? Nasya? Kok Nasya sih. Aaah mumet akuu! Batin Joko.
Ia pun kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran berikutnya.
Joko masih saja memikirkan siapa yang berani-beraninya mendaftarkan dirinya tanpa seijinnya.
Kenapa kepikiran terus siih. Asli yha tu orang njaluke dipiyèkne.Yen ketemu tak uyek-uyek! Batin Joko kesal.
Tak terasa bel istirahat kedua sudah berbunyi.
Langkah pertama harus cari Aldi nih.
Joko pun ke kelas Aldi, disana dirinya menggerutu dan muni-muni pada Aldi. Yha Aldinya kebingungan lah ya..
"Sik-sik.. Anda itu kesambet apa sih?? Dateng-dateng nerocos aja kek cewek." cela Aldi.
Alhasil Aldi pun bergidik ngeri.
Temen gue kalo kesel ngeri yha. Pake ngondek segala lagi. Batin Aldi.
"Istighfar woy!" ucap Aldi sambil mengusap wajah Joko.
"Astagfirullahaladzim..." lanjut Joko.
"Terus maunya Lo gimana??" tanya Aldi.
"Yha dicari lah." jawab Joko cepat.
"Mau nanyain ke orang satu-satu gitu?" tanya Aldi.
"Gustiiiiiii nyuwun ngapunten!! Aldiii!! Serius sithik pliss!!" cercah joko.
"Lha gimana sih. Gue nggak paham nih jadinya." ucap Aldi
Alahiyung! Punya temen kok lola amat sih. Gerutu Joko dalam hati.
__ADS_1
"Wis lah, tak ajak ke ruangannya Bu Endnag sekarang." ucap Joko sambil menyeret paksa tangan Aldi.
Diruangan Bu Endang..
"Permisi, Bu." ucap Joko.
"Iya silahkan. Loh Joko, ada apa, Nak?" tanya Bu Endang.
"Gini Buk, saya tuh mau nanya tentang seleksi lomba macapat." ucap Joko.
"Iya, kenapa?"
"Kalo boleh tau siapa yha, yang daftarin saya ke seleksi itu?" tanya Joko.
"Loh, Bu Endang dapet datanya dari OSIS tu Nak." jawab Bu Endang kebingungan.
Aah, sing daftarne aku jahat sumpah.. Gerutu Joko.
"Emangnya kamu nggak ngerasa daftar?" tanya Bu Endang.
"Nggak Bu, saya aja dikasih tau sama Mas Wahyu, kalo nama saya ada di mading. Katanya itu daftar nama yang ikut seleksi buat maju lomba macapat dua minggu lagi." jawab Joko.
"Iya memang benar. Lha kamu mau nggak??"
"Yha sebenernya mau, tapi nyarengi pentas di Karangmalang." jawab Joko.
"Yha udah kalo gitu. Berarti kamu nggak ikut yha." ucap Bu Endang.
"Nggih Bu. Yha udah, saya sholat dzuhur dulu, yha Bu." pamit Joko.
"Iya Nak." jawab Bu Endang.
Joko pun keluar ruangan itu dengan perasaan yang masih bertanya-tanya.
"Gimana? Mau dilanjutin atau tutup kasus?" tanya Aldi.
Joko menghela napas, "Gak usah. Capek gue, sholat aja kuy!" jawab Joko.
"Yha udah hayuk." ucap Aldi.
Dalam benaknya Joko masih bertanya-tanya siapa sih yang harus daftarin dia, kan jadi nggak enak sama Bu Endang, sebenernya yha Joko keselnya gara-gara tuh orang nggak ngasih tau Joko dulu gitu lho. Tapi yaudahlah, males lanjutinnya.
Bersambung
__ADS_1
Okee, kira-kira begitu dulu yhaaa. Selamat melanjutkan episode berikutnya^^