Seni Yang Sempurna

Seni Yang Sempurna
Episode 5 Permintaan


__ADS_3

Sore harinya Bulik merealisasikan niatnya bertemu dengan ayahnya(Kakek) di ruang utama.


"Assalamualikum!" celetuk Bulik sambil membuka gorden dan melewati gebyok sekat ruang utama dan ruang belakang. Dimana ruang utama dihuni oleh Kakek sedangkan ruang belakang dihuni Om dan Bulik Joko.


"Walaikumsalam wr.wb. Ana apa ta nduk??"(ada apa nak) tanya Kakek.


"Yah maksud kedatanganku kesini adalah memberitahu bahwa Joko ingin menjadi seorang dhalang dan meminta restu Ayah untuk Joko, agar dia bisa meraih impiannya menjadi dhalang yang kondang suatu hari nanti, kuharap Ayah merestuinya." pinta Bulik dengan penuh harapan.


"Keinginannya menjadi dhalang itu, karena dirinya sendiri atau atas desakan siapa??" tanya Kakek.


"Semua itu atas keinginannya sendiri Yah, dia benar-benar ingin menjadi seorang dhalang." jawab Bulik.


"Nduk, Kamu tahu kalau keluarga kita ini adalah keluarga pengusaha yang bekerja di kantor, bukannya menjadi seniman yang tempat kerjanya berpindah-pindah. Keluarga kita adalah keluarga kelas menengah keatas yang kaya dan jika Joko menjadi dhalang dia akan menurunkan harga diri dan martabat keluarga Haryanto." jelas Kakek.

__ADS_1


" Tapi Ayah, dhalang itu bukanlah pekerjaan yang hina ataupun haram, itu pekerjaan yang halal ayah dan juga memiliki penghasilan yang lumayan, jadi keluarga kita tidak akan berkurang martabatnya Yah." ucap Bulik menjelaskan.


"Apapun alasanmu itu aku tak peduli, aku hanya ingin Joko pintar dan berguna, bukan menjadi dhalang." jawab kakek dengan nada kesal.


"Yah, apakah menjadi dhalang itu hal yang bodoh?" tanya Bulik.


"Aku hanya mau Joko ahli dalam Matematika, Fisika, dan Ekonomi, lancar berbahasa Indonesia dan Inggris, menjadi pengusaha, dan terkenal seperti kakak-kakaknya, bukannya jadi dhalang!!" jawab Kakek dengan nada tinggi.


"Tapi yah..." sangkal Bulik tapi pembicaraannya diputus Kakek.


"Kembalilah ke ruang belakang dan katakan pada Joko, kalau dia nekat menjadi dhalang, maka dia tidak berhak atas warisanku dan juga tidak boleh mengginjakkan kaki di ruang utama. Dan jika dia benar-benar tidak mau mematuhi perintahku, dia tidak berhak menyandang nama Haryanto. Ingat itu baik-baik!!" imbau Kakek.


Kakek adalah kepala keluarga dan semua perintahnya adalah kemutlakan yang tak bisa dibantah siapapun. Dia tidak sadar dengan sifatnya yang angkuh dan sombong, kebanggaannya hanyalah tentang harta dan kedudukan. Tidak heran kalau Kakek bersikap seperti ini sekarang, kerasnya kehidupan dan kelamnya masalalu adalah alasan yang membuat dirinya menjadi seorang Tuan Besar Abirawa Haryanto yang angkuh. Namun, dia sangat mencintai keluarganya lebih dari dirinya sendiri.

__ADS_1


__________________


Dengan berat hati Bulik kembali ke ruang belakang.


Di ruang belakang Joko mendengar perkataan Kakek yang seperti itu bertanya pada Bulik, "Bulik bagaimana ini?? Kakek tidak mengizinkanku menjadi dhalang dan aku harus belajar?? Aaa Bulik aku kan bosen di sekolah."


"Sayang, Bulik tahu kok kamu bisa jadi dhalang. Tidak usah khawatir sayang, kamu fokus saja belajar mendhalang, kalau Kakek biar Bulik saja yang urus, don't worry." terang Bulik meyakinkan Joko.


"Siaap Bulik.. Aku janji, aku akan bersungguh-sungguh mewujudkan impianku!!" jawab Joko dengan semangat.


"Itu baru anaknya Bulik."


Mereka pun tertawa bersama-sama.

__ADS_1


Di ruang utama, Kakek juga mendengar perkataan mereka berdua dengan jelas. Amarahnya memuncak, hatinya tak terima karena merasa direndahkan.


Bersambung


__ADS_2