Senja Yang Hilang

Senja Yang Hilang
Bersama


__ADS_3

"Jinggaaa... "teriak fajar berkali-kali.


Angin malam menerpa dengan amat kuat, deru ombak terdengar menggema. Gelap, hanya ada beberapa titik cahaya dilangit kelam. Sepi tak berpenghuni, terkadang terdengar hanya suara mesin kendaraan yang berlalu lalang.


"Jingga... " panggilnya lagi berteriak sekuat tenaga.


"Jika ia tak disini, kemana lagi ia pergi?"


Ia berjalan menyusuri sepanjang ruas jalan setelah ia memarkirkan mobilnya. Turun berjalan diatas pasir dengan menenteng jas di tangannya.


Sudah hampir satu jam ia berkeliling, tapi tak menemukan hasil. Ia merogoh ponsel yang ada disakunya. Tak ada pesan maupun panggilan masuk, jingga belum kembali.


Sayup-sayup ia mendengar suara seseorang berteriak. Ia bergegas menuju asal suara tersebut.


"Jingga... " panggilnya setengah berteriak ketika jarak mereka hanya beberapa langkah.


Jingga terkejut, berbalik melihat sosok yang ia kenali menemukannya.


"Kau menemukanku" katanya, sambil berlari kecil memeluk sosok yang ditungguinya itu.


"Aku yakin, kamu pasti tau aku dimana" ujarnya dalam pelukan fajar dengan suara serak.


"Kemanapun kamu pergi, aku pasti akan menemukanmu" balas fajar memeluk kembali jingga dengan erat.


Fajar melepas pelukannya, ia mengambil jas yang sedari tadi ia pegang lalu menyelimuti jingga.


"Udaranya dingin" katanya sambil menyampirkan jas untuk jingga.


"hm.... " sahut jingga mengangguk pelan.


"Kenapa menangis?" tanya fajar menghapus sisa-sisa air mata diwajah jingga.


"Aku tak ingin bersamanya" kata jingga mulai menangis kembali.


"Kenapa?"


"Dia...dia... " ujar jingga menahan isak.


"Dia... pernah menamparku" sahut jingga yang berhasil membuat fajar terkejut dan mengepalkan tangannya sampai kukunya memutih.


Flasback On


"*Dia datang kemari lagi?" tanya bian marah.

__ADS_1


"Dia hanya datang memberikan ini" kata jingga sambil menunjukkan sebuah map.


Plakkk!


"Pembohong!" teriak bian dengan mendaratkan sebuah tamparan dipipi kanan jingga.


"haa... beraninya kamu menjatuhkan tanganmu?" teriak jingga tak terima diperlakukan seperti ini oleh bian.


"Mama kamu udah terima lamaran aku. Kamu harus nurut sama aku. Dengar!"


"Mama aku yang terima, tapi aku belum!"


"Kamu...!!!" teriak bian dengan mengangkat tangannya lagi, tapi jingga menantang sehingga bian tak melayangkan tamparannya lagi.


"Brengsek!" umpat jingga.


"Pergi kamu dari sini?!" usir jingga.


Para karyawan menyaksikan pertengkaran mereka, namun tak ada yang berani membantu jingga. Mereka takut, mereka takut akan kena amukan bian, dan tak berani ikit campur urusan bos mereka.


Bian pergi meninggalkan jingga di kafe. Jingga menangis histeris saat itu.


"Aku menyesal mengenalmu" kata jingga dalam tangisannya yang tak mampu ia bendung. Ia menangkupkan wajahnya diatas meja, menangis seorang diri disana sampai ia merasa tenang.


flasback Off*


"Bukankah waktu itu memang benar aku hanya memberikan map tersebut?" tanya fajar.


"iya, tapi dia gak mau percaya" jawab jingga.


"Sebenarnya aku menemukan sesuatu tentang dia" kata fajar tiba-tiba.


"Apa...?" tanya jingga penasaran.


"Aku tidak tahu, dia serius atau tidak denganmu. Hanya saja aku menyimpulkan itu hanya sebuah obsesi semata"


"Obsesi?" tanya jingga bingung.


"Ya. obsesi seseorang. Jika ia belum mendapatkannya, ia akan berusaha mendapatkannnya. Tapi setelah ia dapatkan... " jelas bian menggantung ucapannya.


"Ia akan meninggalkannya ketika ia merasa bosan" jawab jingga tepat sasaran.


Fajar hanya menganggung-anggukkan kepalanya, menandakan jawaban jingga tepat.

__ADS_1


"Aku tak mengenalnya sedalam itu. Aku hampir salah langkah" kata jingga sambil menunduk.


Mereka sekarang berada di tepi pantai, duduk diatas sebuah pohon yang yang sudah ditebang disana. Fajar menyalakan sebuah api unggun untuk menghangatkan mereka.


"Apa aku boleh bertanya?" tanya jingga pada fajar yang diam seribu bahasa.


"Tanyakan saja"


"Kamu kenapa gak mau kasi tahu aku kalo kamu lumpuh selepas kecelakaan?" tanya jingga.


"Hahaaa... " tawa fajar.


"Ditanyain malah ketawa" kesal jingga.


"Mana ada lelaki sejati kalo sakit nampakin ke kekasihnya?"


"so...?"


"aku malu jingga... "


"Malu kalo kamu sakit?"


"Ya. Dan aku berusaha sembuh agar bisa ngelindungi kamu lagi"


"Beneran?"


"Iya. Aku mau lindungi kamu, karena aku beneran sayang sama kamu"


"me too..."


"Me too apaan? mitu mitu iklan tisu itu yaa? hahaa" ejek fajar yang diakhiri tawa dan jingga yang kesal diledek fajar.


"Kembalilah bersamaku... "Pinta fajar.


"Aku ingin. Dan... ya... " jawab jingga.


Mereka berpelukan, bahagia. Mereka memutuskan untuk kembali bersama. Tapi jingga tak tahu apa yang akan terjadi medepannya.


Holla guys! Bian kemana nih cari jingga kok gak nemu-nemu sih. Hehe...


Jangan lupa ❤ nya yang banyak yah!


Terima kasih 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2