Senja Yang Hilang

Senja Yang Hilang
Pesta


__ADS_3

Jingga dan fajar berjalan berkeliling menghampiri tamu. Bercengkrama sejenak dengan mereka, ada juga yang mengajak berfoto bersama. Orang tua mereka tampak bahagia melihat mereka sudah dalam ikatan yang sah baik agama maupun hukum.


"Holla guys! congrast for you wedding" seru salah seorang pria yang disambut pelukan hangat dari fajar.


"Thank you bro" sahut fajar sambil menepuk-nepuk punggung temannya itu. "Oh ya... kenalkan. My wife jingga" kata fajar mengenalkan jingga pada temannya.


"Halo cantik. i rase kan, kalian memang berjodo" puji pria tersebut menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan jingga.


"Yes. i feel like that. Jingga Agustia" jawab jingga sambil membalas uluran tangan pria itu.


"Ben Amir" kata pria tersenyum mengenalkan diri. "Ohya. I hampir lupa, this is my girlfriend. Mira" lanjutnya memperkenalkan seorang wanita yang datang bersamanya.


"Hai mira" sapa jingga mengulurkan tangannya bersalaman, lalu diikuti fajar juga yang berada disebelahnya.


"Hai jingga. I know you. you ingat i tak?" tanya mira pada jingga yang membuat jingga berpikir sejenak.


"*ohh i'm sorry. I dont know. Where?"


"Kite pernah sekampus* jingga!" seru mira dengan wajah berseri-seri.


"Ohh. kamu itu mira yang itu?"


"Mira yang mana hayo?"


"Jingga, kamu lupa dengan temanmu sendiri?" tanya fajar.


"Enggak. Cuman sedikit" sahut jingga.


"Hm. i kecewa la" kata mira dengan wajah merengut. Langsung saja ben yang berdiri disebelahnya memeluk mira dari samping.


"tak perlu kecewe ada i disini" kata ben menenangkan.

__ADS_1


"Maaf mira. mungkin aku tidak ingat. tapi bukan berarti kamu bukan temanku" kata jingga menenangkan.


"Ahh tidak apa-apa. yang penting bunga ini ada ditanganku" kata mira kembali ceria dengan memperlihatkan bunga pemgantin yang dilempar jingga dari depan beberapa waktu yang lalu.


"Wah. kamu yang mendapatkannya?" tanya fajar girang, dan mira hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Sepertinya, kitq akan mendapat undangan ni" goda jingga yang membuat mira menunduk malu, dan ben memalingkan wajahnya menutupi senyum malu-malunya. Lucunya mereka berdua.


"Ahh baiklah. kami pergi dulu ya. silahkan nikmati hidangannya" kata fajar meninggalkan mereka berdua, melanjutkan menyapa tamu yang lainnya.


"Tes... tes... " kata seseorang yang berdiri didepan dengan sebuah pengeras suara ada ditangannya.


"Selamat malam semuanya" Katanya.


"Tidak terasa, saat ini hari mulai gelap. Jarum jam semakin naik ke kiri menuju atas" lalu ia menjeda ucapannya yang membuat para tamu menantikan ia melanjutkan ucapannya.


"Ah. kenapa kalian memandangku seperti itu?" tanya pria yang berbicara dengan mikrofon.


"Hei. Kamu bocah iblis sejak kapan disini?" tanya pria itu berpura-pura terkejut, dan membuat semua orang tertawa.


"Aku bukan bocah ibis tauuu" teriak sultan lagi tidak terima dikatai bocah iblis.


"Hei kurcil diamlah" kata sabina dengan menatap sultan tajam, karena menurutnya sultan memang sangat berisik.


Jingga dan fajar hanya tersenyum saja melihat adik-adik mereka berkelahi. Itu bukanlah sesuatu yang buruk, karena sabina memiliki interaksi dengan yang lainnya. Biasanya sabina hanya berada di asrama, terkadang kelakuan adik tiri fajar tersebut sangat menjengkelkan, meskipun ia berada di asrama. oleh karena itu, fajar sungguh kurang menyukainya.


"Baiklah. Jangan berkelahi lagi kalian. Aku tidak ingin wajah cantikmu pudar jika kamu terus seperti itu ladies" kata pria mikrofon menanangkan.


"Hm. baiklah. ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu di penghujung acara" Katanya, yang membuat jingga dan fajar menantikan kelanjutan ucapan pria tersebut yang mereka ketahui ia adalah MC yang mereka sewa jasanya.


"Ucapan, kata-kata yang ingin disampaikan oleh pengantin baru kita. Tepuk tangan semuanya" lanjutnya pri itu, lalu memberi waktu dan tempat untuk pengantin menyampaikannya di depan.

__ADS_1


Suara tepuk tangan sungguh menggema, meskipun mereka berada diluar. Para tamu yang masih berada disana, sudah menyampirkan mantel mereka karena memang udara disana sudah dingin.


Setelah jingga dan fajar menyampaikan kata-kata yang ingin disampaikan, acara dibubarkan. Fajar menyediakan beberapa kamar hotel untuk tamu mereka yang berasal dari luar kota dan luar negeri.


Tidak terasa waktu berlalu, kini fajar dan jingga sudah berada didalam kamar hotel yang mereka sewa sebagai tempat istirahat mereka malam ini. Ke esokan harinya mereka berencana untuk berbulan madu. Tapi fajar masih merahasiakan tujuan bulan madu mereka.


***


Sebuah negara yang berada di barat daya india menjadi tujuan mereka untuk berbulan madu. Sebuah tempat yang diidentik dengan pantai biru yang sangat sempurna sungguh memanjakan mata sejauh mata memandang, tapi lebih indah lagi ketika fajar menatap jingga. Hehe.


Penginapan mewah yang ketika jingga membuka tirai langsung terlihat pemandangan yang amat ia sukai.


"Kamu suka?" tanya fajar yang memeluk jingga dari belakang.


"Suka banget... " jawab jingga kegirangan, dan menghadiahi fajar kecupan kilat dipipinya.


"Ahaha" tawa fajar.


"kenapa ketawa?" tanya jingga berbalik menghadap fajar.


"Tidak. hanya saja, kita masih punya waktu untuk melakukannya" goda fajar.


"Melakukan? melakukannya?" tanya jingga bingung nan polos.


"Aish. Sudahlah. Ingin mandi bersama?" tanya fajar.


"Baiklah... " jawab jingga sumringah. Kali ini fajar menghadiahi jingga dengan sebuah ciuman, tetapi bukan ciuman biasa, lebih kesebuah lumatan yang dalam.


Holla guys! Jangan lupa like, love and share... ❤💃


terima kasih. Hayo bayangin kelanjutannya gimana haha 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2