
"*Selamat malam semua para hadirin, hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi sepasang kekasih" kata mc membuka acara.
"Sepasang kekasih yang saling mencintai, hari ini akan bertukar cincin dihadapan keluarga, kerabat dan teman-temannya" laniut mc.
"Sebelum itu, kalian udah tau yaa sepasang kekasih yang ini nih" mc menjeda ucapannya. "Sepasang kekasih paling romantis!" serunya.
"Nah. Kalian udah kenal kan kalo yang prianya adalah seorang pengusaha?" tanya mc kepada tamu undangan.
"Yay yay... " sorak para tamu.
"Tolong yang ciwi-ciwi jangan histeris yaa" kata mc melanjutkan.
"Baiklah, kepada Teuku Fajar harap berdiri" arah mc.
"Ini yaa ciwi-ciwi cowok yang unnchhh, aku kalo jadi cewek pun suka" katanya yang dibalas tawa dan sorakan dari para tamu wanita.
"Ehh Handsome yaa abg itu" katanya sambil melihat kearah fajar, yang dibalas tawa kecil oleh sang empu.
"Tapi sayang... bentar lagi tukeran cincin sama permata hatinya. Kasian deh kalian ciwi-ciwi" lanjut mc menghibur.
"Hahahaaaa" tawa para tamu terdengar membahana.
"Oke lanjut. Yuk kita sambut sang permata hati Teuku Fajar" kata mc mengarahkan.
"Jingga Agustia, silahkan cantik" katanya sambil melihat jingga berjalan dan duduk dihadapan fajar.
"Cantik" kata fajar dari jauh dengan menggerakkan bibirnya.
"Kita masukbke acara yang sidah ditunggu-tunggu" lanjut mc.
"Kepada Teuku Fajar dipersilakan"
__ADS_1
Fajar berdiri dari duduknya sambil memegang mikrofon.
"Jingga kamu sangat cantik hari ini" pujinya, yang membuat seisi ruangan menjadi heboh.
"Kamu sempurna. Aku serba kekurangan, aku kekurangan kamu dalam hidupku" lanjutnya yang kembali mendapat sorakan dari para tamu.
"Jingga, maukah kamu menjadi pelengkap hidupku? bukan untuk hari ini, tapi untuk selamanya" kata fajar, yang mendapatkan tepukan dari para tamu.
"Jingga, jadilah ratuku, isteriku dan jadilah permaisuriku. aku memintamu, aku melamarmu hari ini, tuhan, ibumu, ayahmu, ibuku dan ayahku serta para tamu undangan hari ini menjadi saksinya" katanya menghentikan ucapannya.
"Apa kamu menerimaku jingga?" tanya fajar mengakhiri pidatonya dengan penuh harap.
Seseorang muncul dari samping, mengambil mikrofon membawanya kepada jingga, sekaramg saatnya jingga menjawab.
"Aku terima" katanya singkat.
"Aku terima kamu sebagai suamiku, sebagai imamku dan sebagai rajaku" lanjutnya lagi, yang diikuti tepuk tangan dari para hadirin.
Ada sesi foto bersama. mereka dan para orang tua dan mereka bersama tamu.
"Sayang, ikut aku sebentar" bisik fajar ditelinga jingga.
"Mau kemana? Acaranya belum selesai" jawab jingga, masih sambil berbisik.
"Sudah ikut saja" kata fajar dengan menarik tangan jingga pergi meninggalkan pesta.
Mata jingga ditutup menggunakan kain, namun fajar masih memandunya berjalan kearah tujuan.
"Cup" kecup fajar dikening jingga, lalu membuka kain yang menutupi mata jingga.
"Ihh kamu main kecup aja deh"
__ADS_1
"Haha... biarin. Sekarang kamu itu tunangan aku" kata bian sambil melepas kain yang menutupi mata jingga.
"Ada apa dibelakang kamu?" tanya jingga yang belum terlihat jelas apa yang ada dibalik tubuh tegap fajar.
"Hadiah" katanya.
"Hadiah?" tanyanya bersemangat.
"Iya, hadiah untuk kamu. Tapi sebelum kamu terima hadiahnya... sini cium dulu" kata fajar menggoda jingga sambil memajukan bibirnya.
"Muaahhh" cium jingga sekilas, lalu ia langsung berlari kearah hadiah tersebut. Betapa terkejutnya jingga ketika menarik penutup yang menutupi hadiah tersebut.
Rasa kesal fajarpun karena hanya dicium sekilas oleh jingga hilang, melihat antusias jingga menerima hadiah.
"Wow. Ini mobil idaman aku sayangggg" katanya sambil memeluk fajar dengan erat.
"Aaa terima kasih sayanggg. muah muahh" katanya mengecup pipi kiri dan kanan fajar.
Fajar sangat bahagia melihat tunangannya bahagia, ia tersenyum bahagia saat melihat jingga mengelilingi mobil serta melihat-lihat dalam mobil*.
Tok... tok... tok...
Suara ketukan pintu membangunkannya dari lamunan panjang dimalam ia melamar pujaan hatinya.
"Aku sangat rindu kamu sayang" gumamnya pilu. Yang tak lama kemudian, seorang perawat masuk untuk membawanya keruangan lain.
Ia dibantu oleh bundanya yang senantiasa selalu mendampinginya di rumah sakit.
Holla guys! Jangan lupa ❤ dan share yah!
Eh... vote juga jangan lupa bebeb 😘
__ADS_1