
Pantai yang berwana biru sungguh memanjakan mata. Jingga amat kegirangan seperti anak kecil diberikan makanan favoritnya. Hanya berselang beberapa langkah saja, kaki jingga sudah menyentuh laut.
Jingga sudah menggunakan pakaian renangnya, ia berenang di pantai yang masih dalam lingkup kamar hotel yang mereka sewa.
'Ini bukan mandi bersama yang kumaksudkan' gumam fajar menghela nafasnya. Bagaimana tidak, fajar baru saja ingin mandi bersama jingga dikamar mandi, namun sang istri mengartikan mandi bersama dengan berenang. Sungguh polosnya jingga.
Saat ini, fajar hanya dapat menyaksikan jingga yang asik berenang sendirian. Hanya itu yang dapat ia lakukan. Adik kecilnya yang meronta sedari tadi ingin dipuaskan pun tidak dapat ia tangani. Nasib memikili istri yang begitu polos. Ck kasian fajar.
"Sayang, ayo berenang bersama" teriak jingga dari jauh, namun tak begitu jauh.
'Aku ingin berenang diatas ranjang' batin fajar menggelengkan kepalanya sebagai jawaban ajakan jingga.
Merasa tidak mendapat respon dari fajar, jingga keluar dari kolam renang, ia berjalan mendekati fajar melenggak lenggok bak model. Membuat jakun fajar yang melihatnya naik turun. Hahaa 🤣
"Kenapa?" tanya jingga yang sudah berdiri dihadapan fajar.
"Apanya yang kenapa?" sahut fajar yang masih melihat kearah dada jingga, membuat jinggapun mengikuti arah pandang suaminya.
"Mau?" goda jingga dengan menaik turunkan kedua alisnya.
"A... paa?" tanya fajar gugup, mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Ahh. kurasa tidak" acuh jingga lalu menarik handuk yang tergeletak dikaki fajar lalu menyelimuti dirinya sendiri.
Jingga masuk kedalam kamar hotel, meninggalkan fajar yang matanya terus saja mengikuti langkah jingga.
"Ini bukan gayaku" celetuk fajar yang bergegas mengikuti jingga dari belakang.
"Sayang... " panggil fajar didepan pintu kamar mandi.
"Yaa.. " sahutnya lalu membuka sedikit pintu untuk melihat fajar seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Bukalah pintunya... "pinta fajar memelas.
"Untuk apa? aku ingin berendam tahu" ketus jingga.
__ADS_1
"Kita berendam bersama" kata fajar menaik turunkan alisnya menggoda jingga.
"Ooo... " beo jingga ber ohh ria, lalu membuka pintu selebar mungkin agar fajar masuk.
"Kok masih pake handuk" celetuk fajar sedikit kecewa.
"Trus pake apa?"
"Hmm.. itu... anu... " sahut fajar gugup.
Jingga bingung hingga ia menatap fajar dengan kepalanya dimiringkan. Tak sampai disitu, jingga tak ingin menghiraukan fajar disana. Ia melepas handuknya, lalu masuk kedalam bathtub yang sudah berisi air bercampur sabun beraroma mawar. Wanginya...
Fajar yang melihat jingga menjatuhkan handuknya, tiba-tiba saja ia mimisan. Padahal istri sendiri. Ck dasar.
"Aa sayang, kamu mimisan!" teriak jingga terduduk secara spontan didalam bathtub.
"Ahh aku akan menghentikannya. Kamu berendam saja" kata fajar yang berlari keluar dari sana.
Brukk!
"Fajar....!!!" teriak jingga teramat terkejut. Bagaimana tidak, ketika fajar berlari dari sana, ia menabrak pintu dan terjatuh. Jingga yang melihatpun langsung berlari menyusul fajar, dan kemudian terjatuh dan menimpa fajar.
Mata keduanya saling memandang, fajar tak dapat mengelakkan lagi, ia menyentuh tengkuk jingga lalu mendaratkan ciumannya dibibir jingga. Beberapa ciuman tak membuatnya puas, lalu ia berdiri, mengajak jingga masuk kedalam bathtub mencumbunya disana.
*Tolong netijen, author tak sanggup menulis apa yang akan terjadi selanjutnya. Lanjutkan dengan khayalan kalian masing-masing 😥😛
Maldives menjadi tempat bersejarah bagi dua insan yang sedang memadu kasih. Langit sudah gelap, udara semakin dingin, fajar bangun dari tidurnya menutup pintu yang menghubungkan ke kolam renang sekaligus ke pantai.
Ia kembali ke tempat tidur, menarik selimut sampai menutupi dada jingga, memeluknya dari sana dengan begitu erat.
"Pertama mengenalmu, kamu sangat sambong. Tak kusangka aku menikahi gadis sombong yang kutemui tanpa sengaja di supermarket" batinnya mengingat pertemuannya dengan jingga.
"Beradalah disisiku selamanya" kata fajar berbisik.
"Kamu belum tidur?" tanya jingga yang tiba-tiba membuka matanya, dan melihat sang suami sangat asyik menatap dirinya.
__ADS_1
"Pipimu memerah" ujar fajar semakin membuat jingga yang ditatap sedemikian rupa bertambah malu.
"Ihh apaan sih" balas jingga menepuk pundak fajar, dan dibalas tawa kecil oleh sang empu.
"Baiklah. Sekarang waktunya tidur. Besok pagi liat sunrise ya" ajak fajar.
"Bukan sunrise, tapi fajar" kata jingga.
"Beda yaa... ?"
"Beda dong"
"Bedanya?"
"Kasi tahu gak yaa... " sahut jingga berpura-pura berpikir.
"Kasi tahu dong... " rengek fajar semakin mengeratkan pelukannya.
"Bedanya... " kata jingga mengulur waktu, berniat membuat fajar semakin penasaran.
"Ya sayang, bedanya apa...?" tanya fajar tidak sabaran.
"Gak deh"
"Loh kok gitu kamu" balas fajar dengan nada kecewa yang dibuat-buat.
"Tidur... tidur... " kata jingga memejamkan matanya.
"Hm baiklah. sayang kamu akan membayar semua ini" ancam fajar.
"Hm... " sahut jingga dengan gumaman.
Mereka sudah tidak sanggup lagi menahan kantuk, akhirnya mereka tidur pulas sambil berpelukan setelah melakukan pertempuran hebat.
Holla netijen yang kucintai dan kusayangi!
Maaf author teramat sibuk akhir-akhir ini. huhu jadi gak bisa Up everyday kayak kemaren-kemaren 😭
__ADS_1
Jangan lupa Like ❤ dan share yah bebeb bebeb kuh 😚😍❤💃