Senja Yang Hilang

Senja Yang Hilang
Tawa bahagia


__ADS_3

Jingga sudah berada dirumah sakit, ia mencari bian, tapi tak ia temukan. Ia sudah bertanya pada resepsionis, tapi jawabannya nihil.


Ia mencari-cari nomor bian, semalam bian sudah menyimpan nomornya diponsel jingga. "Dengan nama apa dia simpan nomornya sih" gumam jingga sambil berjalan pelan.


Bruukkkk...


Tanpa ia sadari jingga menabrak seseorang, ponselnya jatuh dan berkas yang orang tersebut bawa berserakan dilantai.


"Maaf mbak, saya gak liat" katanya sambil membereskan kertas-kertas yang berserakan.


"Iya gak apa apa kok" sahut wanita tersebut.


"Ini mbak punya mbak" kata jingga sambil memberikan tumpukan kertas untuk wanita itu.


"Terima kasih mbak jingga" katanya langsung pergi meninggalkan jingga yang terkejut.


"Perasaan aku gak ngasi tau dia namaku. aneh yaa" gumam jingga bingung.


"Tadi aku kayak baca nama 'Teuku Fajar' dikertas yang aku kumpulin deh" gumamnya lagi heran.


Ia mencari kembali gadis tersebut, tapi tak ia temukan. Dalam kebingungannya, bian tiba-tiba muncul dari belakamg mengangetkan jingga.


"Hayo lagi cari aku ya" goda bian.


"Eh buset dah" jawab jingga latah.


"Ahahahaa... " tawa bian mengejek.


"Ihh kamu biannnn... " geram jingga sambil memukul-mukul kecil bian.


"Oke aku minta maaf" Kata bian sambil menarik tangan jingga berjalan di koridor.

__ADS_1


"Baiklah. sekarang kamu mau bawa aku kemana?" tanya jingga.


"Ke ruang inap Sultan" jawab bian masih sambil menggenggam tangan jingga.


"Tangannya hangat" gumam bian.


"Bilang apa?" tanya jingga.


"Gak bilang apa-apa kok. kenapa kamu penasaran sama aku ya?" goda bian lagi.


"Enak aja! lepasin tangan aku. keenakan banget main gandeng-gendeng aja" jawab jingga sambil menghentakkan tangannya.


"Oke oke" kata bian sambil mengangkat tangannya bahwa ia melepaskan tangan jingga.


"Nah, kita sampai!" seru bian.


"Tunggu deh. Kamu udah urus semuanya kan?" tanya jingga curiga.


"Udah dong!" seru bian sambil membuka pintu mempersilahkan jingga masuk.


"Pasti kak jingga ya?" tanya seorang anak yang bernama sultan yang saat ini terbaring diatas tempat tidur.


"Iyap! aku jingga" jawab jingga sambil mengulurkan tangannya berkenalan.


bian berdiri dibelakang jingga, ikut tersenyum bahagia melihat jingga sudah lupa akan kesedihannya.


"Kak jingga cantik banget" puji sultan.


"Persis kayak yang dicerita sama kak bian" lanjutnya terpukau dengan kecantikan jingga.


"Dia cerita tentang aku ke kamu?" tanya jingga tak percaya.

__ADS_1


"Iya" sahut sultan polos. padahal bian dari belakang sudah memberi peringatan untuk tidak memberitahukan tentang ia yang menceritakan mengenai jingga.


"Kak bian, kalo cerita mujinya kakak aja" kata sultan bercerita.


"Benarkah?" tanya jingga lagi tak percaya.


"Kayaknya dia suka aku deh" kata jingga menggoda bian.


"Eh gak ya!" seru bian menyela.


" Kalo gak, mukanya gak merah dong" goda jingga lagi.


"Eh mukaku gak merah ya" bela bian.Padahal nyatanya wajahnya sudah memerah, seperti gadis pubertas saja, yang tak bisa digoda sedikitpun.


Mereka bertiga tertawa, jingga berhasil membangun suasana menjadi ramai hari itu. Jingga memutuskan untuk membawa sultan tinggal bersamanya, karena anak itu tidak ingat dimana ia tinggal.


***


"Bunda, tadi aku ketemu mbak jingga!" serunya.


"Gak mungkin"


"Iya bun. Beneran sumpah!"


"Kamu ketemu siapa tadi?" tanya seorang lelaki yang sedang tergeletak tak berdaya diatas tempat tidur rumah sakit.


"Maaf kak" jawab wanita itu.


"Aku gamau ketemu jingga dalam keadaan begini. Aku malu. Aku gak pantas untuk dia" katanya sambil menatap langit-langit ruangan tersebut.


"Kamu pasti sembuh nak" nasihat bundanya.

__ADS_1


See you guys!


Aku bakal Up besok lagi yah! Jangan lupa kasi ❤ yah! 💃💃💃


__ADS_2