
"Aku memohon padamu"
"Memohon?"
"Aku sungguh memohon padamu herman. Aku tak mungkin meninggalkan kekuargaku. kau punya keluarga juga. Posisikam dirimu di posisiku"
"Iya. memang aku punya keluarga, tapi aku takkan melakukan sesuatu yang membuat keadaab menjadi runyam" Jelas herman datar.
"Aku memohon belas kasihmu herman" pinta johan.
"Permohonan jingga membuatku harus berpikir dua kali" batin herman.
Tanpa menjawab permohonan johan, herman pergi meninggalkan ruang tunggu di kantor polisi dimana johan dan bian ditahan.
"Pa. Aku merasa om herman benar-benar membenci kita" kata bian yang sedari tadi hanya mengikuti apa yang papanya minta.
"Tidak. Kita harus keluar dari sini. Jika tidak, mama akan kesusahan sendiri diluar sana" Kata johan khawatir.
"Silahkan kembali kedalam sel" perintah petugas.
"Tunggu sebentar" kata sebuah suara menghentikan langkah ayah dan anak tersebut.
"Fajar... " ujar bian terkejut mendapati fajar yang saat ini sudah berstatus sebagai suami mantan kekasihnya jingga.
"Ada apa?" tanya johan terlihat garang.
"Jingga punya permintaan" ujar fajar, membuat johan dan bian saling bertatapan satu sama lain.
***
"Bagaimana?" tanya jingga yang menyambut fajar pulang didepan pintu.
"Sudah selesai" ucap fajar singkat, namun tidak terlihat ekspresi apapun diwajahnya.
"Duduklah, aku akan membuatkanmu kopi"
"Ya. Terima kasih"
Jingga pergi kedapur membuatkan kopi untuk suaminya. Ia merasa ada yang tak beres dengan suaminya itu.
"Ada apa denganmu?" tanya jingga sambil meletakkan secangkir kopi untuk fajar.
"Tidak ada. Aku hanya sedikit lelah" ujarnya mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya.
Jingga duduk disebelah fajar, namun ada sedikit jarak diantara mereka. Fajar tidak mengatakan apapun, jingga jadi bingung harus bertingkah seperti apa. Ia tidak ingin bertanya, biarkan fajar mengatakannya terlebih dahulu.
"Mereka sudah dibebaskan, seperti permintaanmu" ucap fajar tiba-tiba dalam keheningan.
"Tapi papamu mengajukan syarat" lanjutnya menyeruput kopi yang dihidangkan jingga.
"Syarat?" tanya jingga heran.
"Iya. Papamu tidak ingin melihat mereka dinegara ini" lanjutnya.
__ADS_1
"Ooo... " sahutnya ber ohh ria.
"Hanya ooo?" fajar terkejut dengan respon yang diberikan jingga.
"Lalu aku harus bereaksi seperti apa?"
"Tidak tahu" sahut fajar sambil mengangkat kedua bahunya.
"Ah iya. Besok kafe udah selesai direnovasi. Bakal rame gak yaa nantinya hm" ujar jingga sendu.
"Rame dong. Kan kamu yang desain" sahut fajar mengusap puncak kepala jingga yang membuat pipi sang empu berubah warna.
"Pipi merah kayak kepiting rebus hahaa" Ledek fajar dengan tertawa lepas, berhasil membuat jingga merajuk.
"Hei jangan merajuk sayang. Aku padamu" goda fajar sambil memainkan rambut jingga yang jatuh diatas bahu tanpa diikat.
"Aku padamu sayang" balas jingga balik menggoda.
"Yakin?" tanya fajar meyakinkan.
Jingga hanya menganggukkan kepalany sebagai jawaban.
"Ndong... " kata jingga mengangkat tangannya minta digendong.
"Malas ahh. Kamukan berat" sahut fajar berlari meninggalkan jingga, yang tak lama kemudian mereka sudah bermain kejar-kejaran didalam rumah seperti kucing dan tikus. Jingga kucing oren, fajar tikus putih 🤣🤣🤣 ck dasar...
***
"Ramainya... " puji bunda.
"Terima kasih sayang" ucap mamanya jingga.
"Bun, sabina sama mbak indah gak kemari ya?" tanya jingga.
"Fajar kirim sabina sekolah keluar negeri" sahut bunda memberitahu.
"Mbak indah?" tanya jingga lagi penasaran.
"Indah sudah pulang ke keluarganya... " sahut bunda lagi.
"Wihh udah lama?" teriak fajar yang baru saja sampai bersama papa jingga, Herman.
"Hai sayang" Sapa fajar mengecup kening jingga. Begitu pula dengan herman, yang mengecup kening istrinya.
"Wahh iri saya ini, saya single" kata bunda.
"Bunda iri? Pah, gimana nih?" tanya fajar yang sudah duduk diantara bunda dan jingga.
"Itu Direktur manajemen keuangan kita far, pak dito" kata herman mengantung ucapannya membuat yang mereka penasaran.
"Trus pa?" tanya fajar menanti lanjutan ucapan mertuanya.
"Namanya Pak Dito Kusuma bun" kata herman menggoda besannya.
__ADS_1
"Hubungannya dengan saya apa?"
"Lah. tadi katanya bunda single. Pak dito itu single loh bun" lanjut herman, menggoda besannya membuat siapapun yang mendegarnya menahan tawa.
Herman bermaksud menjodohkan Bunda dan pak dito agar bunda memiliki sosok yang dapat menjaga dan mendukungnya. Namun hal tersbut membuat Bunda malu.
"Ihh apaan sih. Saya ini setia loh dengan ayahnya fajar" kata bunda.
"Ohh benarkah?" gurau herman, membuat sang empu malu.
"Ihh papa, asik godain bunda aja" tegur jingga menyudahi.
"Sultan mana? Gak kamu ajak kemari?" tanya. bunda.
"Loh bunda gak tahu?" tanya vera.
"Tahu apa mbak?"
"Sultan udah dijemput sama keluarganya. Mereka ucapin terima kasih loh kita udah jagain dia selama ini" kata vera.
"Ohh begitu. Syukurlah"
"Hm...hm... "dehem herman, melihat anak dan menantunya asik berbisik sedari tadi dihadapan orang tua.
"Oke baiklah pa" kata jingga.
Mereka berbincang-bincang dengan seru disore itu di kafe. Tidak terasa semuanya sudah kembali normal.
Bian dan keluarga tidak boleh berada dinegara ini lagi, itu adalah syarat dari herman membebaskan anak dan ayah itu.
Sabina dikirim fajar kesebuah universitas terbaik di jepang, meskipun status mereka saudara tiri tapi mereka harus akur demi bunda mereka. Indah kembali ke keluarganya yang ada di pulau sumatera, tak tak tahu harus melakukan apa jika berada disini.
Mereka beruntung menemukan sultan, ia membawa keberkahan dalam keluarga. Semua yang terjadi dalam hidup patutnya disyukuri.
Tidak ada sesuatupun yang tak layak mendampingi sesuatupun. Kamu layak, akupun layak. Perlakukan manusia lain sebagai manusia, maka kamu akan mendapat balasan yang setimpal sebagai manusia lainnya.
Hidup ini tidak hanya tentang kamu sendiri, kita butuh orang lain disisi kita, untuk mendampingi dan mendukung kita.
Jangan tinggalkan seseorang hanya karena ia tak mampu, ketika ia menggali kemampuannya kamu juga akan merasakan kenikmatannya.
Hiduplah sebagai manusia yang adil, tuhan saja adil mengapa manusia tidak?
Jingga bukanlah hanya warna matahari yang tenggelan di ujung langit, tapi ia adalah keindahan yang pulang dan akan kembali esok.
Kitakan melihat fajar terbit setiap hari, ahh tidak jika mendung dan hujan dipagi hari ia takkan terlihat dan bukan berarti ia tidak ada. Ia akan selalu ada dalam ingatan kita.
Semuanya tlah usai, tapi bukan berarti berakhir. Akukan menulis yang lainnya untuk kalian penikmat tulisan. Jangan ragu jika ingin bertanya, bertanyalah. Karena bertanya bukanlah sebuah dosa.
END.
Terima kasih netijen! ❤❤❤
Jangan lupa like, love dan share yah!
__ADS_1
Love you All!!!
Sampai jumpa di next story ❤💃