
"Dokter apa yang terjadi?" tanya seorang perawat yang membantu mereka menuju igd.
"Korban kecelakaan!" seru bian.
"Sus, tolong ambilkan yang dibutuhkan" perintah bian.
"Baik dok"
Setelah berbagai tindakan yang dilakukan, anak yang ditabrak akhirnya dirawat.
Bian keluar dari ruang igd menemui jingga yang sedang menunggu dengan panik.
"Gimana anak tadi" tanya jingga ketika melihat bian keluar dari igd.
"Setelah aku periksa tadi, dia dalam keadaan kelaparan. kemungkinan dia gak liat ada mobil yang lewat, makanya bisa terjadi tabrakan" jelas bian.
"trus dia udah sadar?" tanya jingga penasaran dengan wajah penuh harap.
"Anak itu baik-baik aja. Bentar lagi bakal dipindah ke ruang inap sama susternya"
"Syukurlah" ucap jingga. "Tunggu... " lanjut jingga menghentikan langkah bian yang akan duduk dikursi tunggu depan igd.
"Ka..mu... " kata jingga terbata-bata.
"Iya aku kenapa. Aneh kamu" jawab bian sambil mengeluarkan ponselnya dari sakunya.
"Hei kamu!" teriak jingga.
"Aduh. bisa gak jangan teriak gitu" kesal bian.
"Kamu dokter?" tanya jingga tak percaya.
"Iya" sahut bian singkat.
"Tunggu... tunggu" kata jingga sambil duduk disebelah bian dengan wajah tak percayanya.
__ADS_1
"Apa... apa... " balas bian sambil tertawa. "Kamu ini lucu yaa" lanjut bian sambil mencubit pipi jingga.
"Hei kamu!" teriak jingga lagi dengan wajah sudah seperti kepiting rebus, memerah karna dicubit bian.
"Kamu teriak lagi, aku kunci kamu di toilet rumah sakit ini" ancam bian dengan memasang wajah serius.
"Iya. kamu pasti bingungkan. Aku supir dirumah kamu, tapi kok seorang dokter? itukan yang pengin kamu tahu?" tanya bian membaca pikiran jingga.
Jingga mengangguk seperti kucing diberikan ikan facoritnya, tampak menggemaskan dimata bian.
"Oke, aku jelasin ni ya" ujar bian memulai.
kruyuukkk....
"Kamu lapar?" tanya bian dengan terkejut.
"Hehe... kedengaran yaa" jawab jingga tersenyum dengan memperlihatkan giginya.
"Hahaahahaaahhaaaa... " tawa bian pecah saat itu karena sesuatu yang tak disangka.
"Ihh ketawa... " kesal jingga dengan manyun.
"Itu bukan suara perut aku" kata jingga sambil melirik ke arah perut bian yang dielus oleh sang empunya.
"Hehe maaf... " ucap bian.
"Hahaahaha... " kini giliran tawa jingga yang pecah. Akhirnya mereka berdua tertawa bersama karena mereka sama-sama belum makan malam saat ini.
"Gak nyangka, dia bisa secantik ini kalo lagi ketawa lepas" batin bian sambil tersenyum.
"Yuk kita makan dulu. Kamu bisa makan diwarung kan?" tanya bian.
"Yaa bisalah!" seru jingga.
"Bagusdeh. kita makan diwarung didekat sini aja ya. Nanti aku cerita ke kamu tentang aku.Gimana?" tawar bian.
__ADS_1
"Boleh" sahut jingga menyetujui.
***
"Ternyata bian itu seorang dokter" gumam jingga.
Bian mengantarkan jingga pulang kerumah, sedangkan bian kembali kerumah sakit untuk mengurus segala keperluan anak tersebut. Karena menurutnya, apapun yang terjadi, ia harus bertanggung jawab atas anak itu.
"Mama tau dia dokter, tapi kok rahasiain dari aku yaa?" tanyanya pada dirimya sendiri. "Ahh tau ahh. mendimg tidur, besok jengukin anak itu ke rumah sakit" gumamnya pada dirinya sendiri sambil menarik selimut untuk menjelajah alam mimpi.
***
"*Sayang, masuklah kemobil" pinta seorang pria.
"Iya... " sahut jingga dengan tetap tersenyum kearah pria tersebut.
Tiin... tiinn.... tiiin...
Sebuah truk tiba-tiba datang dari arah belakang jingga.
"Jinggaaaaa awasss" teriak fajar.
Jingga berbalik, karena teramat terkejut, tubuhnya tak mampu ia gerakkan.
Fajar berlari sekuat tenaga, menarik jingga ketepi. Namun, tuhan berkehendak lain. Jingga berhasil ditarik ketepi, tapi fajar lah yang mengalami kecelakaan tersebut.
Jingga menangis histeris, orang-orang yang lewat berlari membantu fajar untuk dibawa kerumah sakit. Truk yang menabrak fajar hilang kendali, rem nya blong. Bahkan truk tersebut setelah menabrak fajar, ia menabrak sebuah tiang yang ada di tepi jalan*.
"Tidakkkkk" teriak jingga tia-tiba.
Jingga masih berada didalam kamarnya, wajahnya basah dipenuhi keringat dan nafasnya berpacu dengan cepat. Ia sungguh sangat takut saat ini.
Holla guys! Ayo kasi semangat buat aku buat Up cerita ini. Aku pengin banget loh cerita ini selesai, dan aku gamau setengah-setengah.
Jangan lupa kasi ❤ disetiap Episode cerita aku yah. Trusss... truss... apaa...
__ADS_1
Kasi aku komentar kalian, biar aku bisa perbaiki mana yang salah.
Terima kasih 🤗