Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
memberanikan diri bicara pada bapak


__ADS_3

Siang hari setelah bapak beres makan, setelah pulang dari tempat ia bekerja,ku lihat bapak sedang duduk santai di ruang tengah, aku menghampiri bapak dan duduk di sebelahnya, aku memberanikan diri untuk membicarakan masalah yg tadi subuh mas mas Aditya utarakan, tak luput juga aku mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan ibu saat ini, aku gak mau ibu tau aku membicarakan ini semua sama bapak pasti bakalan riweh(kacau), setelah merasa aman barulah aku mulai bicara pada bapak.


"Pak aku minta maaf y mungkin aku hanya berani bicara seperti ini sama bapak saja,maaf mungkin nambah beban pikiran bapak juga". aku terdiam sejenak sebelum melanjutkan perkataan ku.

__ADS_1


"Kenapa Rey bicara saja, ibu lagi keluar ada perlu katanya... alhamdulillah aku mengucapkan hamdallah dalam hati, merasa bisa lebih leluasa bicara sama bapak.Begini pak jujur aku benar-benar bingung pak...! tadi mas Aditya telpon aku,semoga aja bapak bisa mencari jalan keluarnya pak, di sana dia sudah berusaha nyari kerja ke sana-sini pak tapi hasilnya 0,karena peluang lowongan pekerjaan di sana sangat kecil pak,sangat tipis harapan di sana untuk mendapatkan pekerjaan, di sana daerah kecil pak, gak seperti di sini daerah kita lumayan bisa di bilang kota maju, mungkin ada harapan buat bisa mendapatkan pekerjaan pak".


Keluarga mas Aditya, keluarga biasa pak, sekarang kondisinya lagi sulit ekonomi juga katanya, belum lagi adik-adik nya yang masih sekolah pak, aku malah jadi bingung memikirkan ini semua pak",ku tundukan kepala ini di hadapan bapak.

__ADS_1


Setelahnya aku langsung bergegas masuk kamar dan berniat mandi untuk melaksanakan solat dzuhur.Di atas sajadah aku bersimpuh mengadukan semua keluh kesah permasalahan yang saat ini sedang ku alami, tak luput juga meminta pertolongan pada yg maha Kuasa semoga di berikan rahmat dan hidayah serta memohon d berikan jalan untuk masalahku ini supaya tak berlarut-larut.


Seusai solat aku mencoba merebahkan diri mengistirahatkan pikiran yang begitu menguras tenaga dan raga, kurasa kantuk menghampiri... dan akhirnya aku tertidur masih memakai mukena, begitu bangun ternyata aku tertidur lumayan lama sekitar dua jaman lebih.Kuputus kan ke kamar mandi mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat ashar, dengan tergesa-gesa aku melipat mukena dan langsung ke dapur untuk mempersiapkan makan malam nanti, tak butuh waktu lama akhirnya sebelum adzan Magrib berkumandang semuanya sudah selesai ku kerjakan dan aku langsung mandi,tak lupa mengambil air wudhu melaksanakan sholat maghrib.

__ADS_1


Sambil duduk d atas kasur ku buka gawai milikku ternyata ada beberapa pesan masuk dari mas Aditya,tak terasa sudah mau dua bulan mas Aditya tinggal di kampung halamannya.


__ADS_2