Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
keputusan bapak yg kurang d setujui ibu


__ADS_3

"Kamu itu ya benar-benar udah tertutup jalan pikirannya,gak mau mendengarkan saran dari ibu, ibu bicara seperti itu bukan tanpa alasan, hanya saja ibu takut hidup kamu menderita kedepannya,coba pikirkan sekali lagi yang ibu omongin sama kamu,nyari kerjaan itu susah gak semudah membalikan telapak tangan,lah ini malah di belain mati-matian,mulai sekarang sudah gak usah mikirin dia lagi",sambil berlalu ibu berkata seperti itu padaku.


Aku hanya bisa diam dengan isak tangis yang ku tahan,sudah beberapa hari terakhir mataku sembab, karena menangis dan menangis setiap kali mendengar perkataan ibu padaku. Kurasakan kepalaku pusing karena beberapa malam aku kurang tidur, mulai ada rasa perih di perutku juga karena hilangnya nafsu makan, hanya berdiam diri d kamar malas untuk ke luar kamar.

__ADS_1


Samar-samar ku dengar bapak memanggilku,dengan perasaan malas akhirnya ku putuskan untuk keluar kamar menghampiri bapak yg sedang duduk di kursi ruang tengah ada ibu juga di sana.


Aku duduk di dekat bapak untuk mendengarkan apa yg akan di bicarakan beliau padaku."Reyna... sudah bapak pikirkan masalah Aditya yang berniat mau mencari pekerjaan di sini, bapa juga sudah bicara sama tante mu minta pendapat dan izin pada dia kalo di bolehkan untuk sementara waktu ikut tinggal d rumahnya, karena di rumah tante juga ada kamar kosong, dan alhamdulillah tante mu mengizinkan, bapak juga berpikir kasian Aditya sudah punya niatan ingin mencari kerja masa harus kita patahkan, bapak juga ingat punya anak laki-laki yang sampai sekarang jadi pengangguran",hanya kepikiran ke situ saja.

__ADS_1


"Bukannya bapak gak mau mendengarkan ibu, coba berpikirlah sebagai orang tua bersikaplah bijak, wajar ibu punya rasa takut mungkin itu bentuk perhatian dan kasih sayang ibu terhadap Reyna, tapi apa salahnya kita beri kesempatan pada mereka, semoga saja yang ibu khawatirkan selama ini takan terjadi",ya sudahlah pak sambil berlalu ibu masuk ke kamar.


Aku hanya tertunduk tak mampu hanya untuk sekedar menatap bapak,masih dengan posisi menunduk aku berkata pada bapak, "terimakasih ya pak untuk semuanya".Tetesan air mata mengalir begitu saja, mengingat ada ketidak setuju an ibu dengan keputusan bapak mengizinkan mas Aditya mencari pekerjaan d sini.

__ADS_1


"Sudah Rey sana kamu kasih tau Aditya untuk mempersiapkan segala sesuatunya,apa saja yg harus dia persiapkan untuk mencari pekerjaan di sini.Baik Pak akan Reyna kasih tau secepatnya, sekali lagi terimakasih ya pak",lalu aku bergegas masuk kamar berniat untuk menelpon mas Aditya, namun ku urungkan untuk menelponnya terlintas sikap ibu tadi padaku dan bapak pas sedang membicarakan masalah tadi.Ada perasan berat di hati dengan permasalahan yang sedang ku hadapi sekarang ini, akhirnya untuk yang kesekian kalinya butiran bening mengalir dengan derasnya membasahi bantal sebagai penopang kepalaku yang mulai terasa sakit. Ya Alloh begini kah rasa yang harus ku terima saat ini.Sayup-sayup ku dengar suara adzan ashar berkumandang, aku bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menunaikan shalat ashar.


__ADS_2