Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
Aditya#3


__ADS_3

Siang hari di kala matahari sedang panas-panasnya, aku duduk bersama sahabatku Karno di sebuah taman di tengah kota, kami duduk di bawah pohon rindang sambil menikmati semilirnya angin.


"Pak saya pesan bakso dua porsi sama es kelapa muda dua ya pak", aku memesan makanan itu pada seorang bapak tua yang menjajakan bakso di gerobak dorong.Ok siap mas di tunggu sebentar ya saya buatkan dulu. iya pak. Sambil menunggu pesanan kami pun ngobrol santai, akhirnya pesanan pun datang, tak menunggu waktu lama akhirnya bakso dan es kelapa muda habis tak tersisa. kami pun bergegas pulang.


"Makasih ya No.... udah mau nganter-nganter aku, nyantai aja kali bro...! ",sambil tertawa dia berlalu dengan sepeda motornya meninggalkan pekarangan rumahku.


Aku langsung masuk ke dalam rumah, bergegas masuk kamar namun sebelum melangkahkan kaki masuk kamar ibu sudah menanyaiku." Kamu Adit bener-benar kebangetan ya gak mikirin keadaan orang tua dan adik-adik mu,mereka masih butuh biaya... kalo bukan kamu yang mau bantu siapa lagi hah,harusnya kamu bisa berpikir jauh, jangan hanya mementingkan ego mu sendiri, apa kamu itu lahir dari batu sampai tega berbuat seperti ini...?".Aku hanya terdiam tak mau menyela semua omongan ibu biarlah ibu mengeluarkan semua kekesalan yang ada di dalam hati terhadapku.

__ADS_1


"Memang nikah itu tak butuh biaya..!,gak segampang itu Adit,percuma kamu tak sekolahin kalo ujung-ujung seperti ini."


Lama kelamaan akhirnya aku terpancing emosi oleh semua yang ibu bicarakan itu."Bu aku gak ada maksud sama sekali buat nyakitin perasaan ibu, gak ada niatan sama sekali buat membantah, durhaka sama orang tua, asal ibu tau bu Adit melakukan semua ini aku sudah lelah, capek bu melihat kondisi keluarga kita yang seperti ini terus, bukan juga Adit tak bersyukur tak mau menerima keadaan seperti ini, yang Adit rasakan malah menambah beban di keluarga ini bu", dengan suara bergetar sambil menahan emosi supaya jangan sampai aku melukai perasan ibu yang sudah melahirkan ku."Maafkan Adit bu... Adit mengambil keputusan untuk menikah dengan Reyna biar aku bisa leluasa tinggal di sana tanpa beban juga, mencari pekerjaan di sana bu,hanya itu bu,Adit mohon ibu bisa memahami apa yang aku pikirkan sekarang dan untuk kedepannya,Adit juga enggak akan meminta apa-apa dari bapak dan ibu, hanya pengertian dan restu dari kalian bu".


Lalu aku bergegas masuk kamar, menyimpan semua berkas-berkas untuk ku bawa keesokan hari ke kediaman Reyna,setelahnya aku pergi ke luar mencari angin untuk menghilangkan penat di kepala.Waktu sholat ashar pun tiba,aku berjalan menyusuri kali sambil menenteng dua buah ember besar yang nantinya akan ku isi air untuk persediaan air di rumah,malam pun tiba di saat bapak pulang dari mengais rezeki, aku menyodorkan segelas teh hangat pada bapak, kami pun lanjut berbincang, tak berselang lama ibu datang ikut duduk di sebelah bapak. Aku berusaha membuka obrolan.


"Pak... bu... besok Adit kembali ke Jawa Barat, bapak dan ibu jaga kesehatan ya, maafkan Adit ya belum bisa menjadi anak yang di harapkan, belum bisa membalas budi kalian", sambil tertunduk ku tahan rasa panas di mata ini jangan sampai air mataku jatuh di hadapan mereka.

__ADS_1


"Adit... bapak gak bisa berbuat apa-apa, membantu untuk biaya juga bapak gak bisa, maafkan bapakmu ini dari dulu sampai sekarang belum bisa jadi bapak yang baik, belum bisa memberi kebahagiaan untuk kalian semua",terlihat kesedihan di wajah tua bapak, sungguh sangat kasian melihat bapak saat ini, namun aku tak boleh lemah, aku harus tetap dengan keputusan ku kali ini, ini semua juga demi bisa membantu keluarga ku juga.


Ibu awalnya hanya diam mendengarkan obrolan bapak dan aku, keheningan dalam beberapa saat, saatnya giliran ibu berbicara.


"Adit mungkin ibu ada rasa sedikit kecewa sama kamu, kenapa kamu nekat memutuskan meninggalkan kami di sini lebih memilih menikahi Reyna,masa depan kamu masih panjang, masih bisa menata hidupmu lebih baik lagi, mungkin untuk saat ini belum ada kesempatan buat kamu mendapatkan pekerjaan",ibu terdiam sejenak.


"Adit umur kamu masih muda mau menikahi perempuan yang umurnya lebih tua dari kamu, apa gak ada lagi perempuan lain lagi di luaran sana hah, bener-bener gak habis pikir ibu ini sama kamu,sebegitu cintanya kamu pada perempuan itu. nikah pun tak hanya mengandalkan cinta doang Adit,masih banyak yang harus kamu hadapi kedepannya setelah berumah tangga, berumah tangga itu tak semudah yang kamu kira,pasti ada ujiannya, apalagi posisi kamu sekarang hanya seorang pengangguran, apa kamu tidak takut..?di pandanga sebelah mata oleh keluarga Reyna nantinya,coba kamu pikirkan lagi dengan matang keputusan mu itu mumpung belum apa-apa.Apa kamu juga mau mempermalukan keluarga kita ini yang miskin, orang yang gak punya? nada bicara ibuku mulai meninggi."

__ADS_1


"Bu apa ibu gak bisa bicara dengan pelan? ini sudah malam bu", bapak berbicara menegur ibu kali ini,ibu langsung terdiam.


Aku memberanikan diri lagi untuk berbicara, "maaf bu...",terserah ibu mau berpikiran apa tentang aku bu, silahkan bu,lalu aku bangkit masuk ke kamar,lelah yang ku rasakan saat ini lagi dan lagi harus berdebat dengan ibuku.


__ADS_2