
Setelah meminta izin pada bapak aku pergi keluar bersama mas Aditya,untuk membicarakan perihal yang di utarakan bapak tadi.Dengan menggunakan kendaraan sepeda motor kami pun sampai ke tempat yang di tuju,sebuah tempat makan lesehan, tempat ini juga salah satu tempat favorit orang-orang nongkrong,makanan pesanan kami pun sudah siap di santap bakso mercon dan dua gelas es jeruk menemani obrolan kami...."sayang memang bapak bicara apa saja ke kamu? , mas Aditya memulai membuka obrolan, dari kemarin perasaan aku udah gak enak gak tau mau ada masalah apa sayang.Sama saja mas aku juga merasakan gak enak hati dan pikiran, gak tau harus berbuat apa mas,kemarin bapak bicara sama aku mas,buat nanyain keseriusan kamu menjalin hubungan sama aku,mungkin juga bapak udah mendengar cibiran orang-orang sekitar rumah mas, aku jadi kasihan juga sama orang tuaku terutama bapak mas,gimana mas apa kamu benar-benar serius menjalin hubungan denganku?,
__ADS_1
kalo gak serius buat apa aku bela-belain ngelakuin ini semua sayang, aku berusaha menerima sikap ibumu selama mas berada di sini,itu semata mata karena ingin bisa bersama kamu sayang.Aku percaya itu mas.
__ADS_1
kalo memang mas benar-benar serius apa mas mau menghalalkan aku?,biar mas juga lebih enak tinggal di rumah,bisa mencari pekerjaan di sini tanpa banyak beban pikiran mas, itupun kalo mas setuju dan benar-benar serius dengan hubungan ini,biar gak jadi bahan gunjingan tetangga di sekeliling mas".setelah ku ceritakan perihal yang bapak utarakan,kami pun terdiam sejenak dengan pemikiran masing-masing.
__ADS_1
tapi aku belum punya biaya buat melamar kamu untuk jadi pasangan halal ku, tak mungkin juga aku membebani orang tuaku dengan masalah ini,jangankan buat membantu biaya pernikahan,buat kebutuhan sehari hari saja bapakku harus banting tulang kerja kesana-kemari demi bisa mencukupi kebutuhan ibu dan ke tiga adikku,kalo kamu gak masalah pas nikah nanti mas gak bisa ngasih banyak, cuman dengan acara sederhana,gak dengan resepsi yang wah mungkin mas bisa mengurus secepatnya sayang, apa gak bakalan timbul omongan miring dari orang lain? secara bapak bisa di bilang orang terpandang,di segani banyak orang, kamu juga anak bungsu, apa kamu siap menerima segala resiko yang akan terjadi nantinya?".Ku tarik nafas panjang berusaha untuk berkata pada mas Aditya. "Bagi aku sih gak jadi masalah mas untuk pernikahan yang penting syah di mata hukum dan agama,masalah resepsi aku juga gak mau menuntut lebih mas, malah aku berpikir jikalau ada uang lebih pun lebih baik kita gunakan untuk biaya sehari hari pasca menikah mas, dari pada kita memaksakan mengadakan resepsi tapi kedepannya hidup kita susah lebih baik kita gunakan uangnya untuk yang lebih berguna mas,dan bismillah untuk resiko apa saja yang akan terjadi aku akan berusaha siap menerima nya mas, asalkan kita sama-sama saling menguatkan."
__ADS_1
Akhirnya kita pun memutuskan untuk pulang ke rumah dan menemui bapak, begitu sampai rumah alhamdulillah bapak sedang berada di ruang tamu berbincang bincang bersama ibu. Aku dan mas Aditya ikut bergabung dengan mereka dan mengutarakan niat untuk memutuskan menyepakati apa yg d utarakan bapak dengan keseriusan hubungan kami kedepannya.kami memilih hidup bersama, dengan modal seadanya.
__ADS_1