Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
kedatangan mas Aditya kembali di rumah ini


__ADS_3

Asalamu'allaikum... terdengar suara yg mengucap salam, bergegas aku ke ruang tamu untuk membukakan pintu, waalaikumssalam... begitu terkejutnya saat ku buka pintu melihat sosok yg tak asing lagi bagiku, mas Aditya berdiri dengan tas ransel di punggungnya, ayo masuk mas, ku persilahkan ia masuk."Duduk mas sebentar aku bikinin minum dulu,Ia yang makasih ya", aku pun berlalu ke dapur.


Saat aku melewati ruang tengah bapak bertanya, "Siapa yg datang Rey, mas Aditya pak...! "oh. sekilas ku lirik ibu yang berada di samping bapak yang hanya terdiam tak ada sepatah katapun yang ter ucap dari ibu.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama aku sudah berada di ruang tamu lagi, dengan membawa segelas air teh manis buat menghilangkan rasa dahaga mas Aditya." Silahkan di minum mas es teh nya, ia yang makasih", lalu ia pun mengambil gelas yg berisi es teh manis yang kubuat kan.


Setelahnya barulah kita berbincang bincang, dari mulai aku menanyakan kabar kelurga mas Aditya di sana,"gimana mas udah di siapin semua dokumen buat ngelamar kerja?. Udah siap semuanya yang, mungkin mulai besok mas mencoba nyari pekerjaan, semoga saja ada rezeki mas secepatnya dapat pekerjaan di sini... aamiin... iya mas aamiin, kalo kamu berkenan mas minta kamu temenin mas besok ya yang buat masuk-masukin lamaran pekerjaan, secara mas belum tau arah jalan di sini. iya mas nanti aku mau minta izin dulu sama bapak buat nemenin mas".

__ADS_1


Dengan lahapnya ku santap bakso yang ku pesan bersama mas Aditya tak lupa juga dua gelas es kelapa muda yang sama ku pesan di salah satu pedagang di sana.Setelah mengisi perut ,dan di rasa sudah lumayan lagi tenaga untuk mulai melanjutkan lagi mencari lowongan kerja buat mas Aditya. Kami pun bergegas ke mesjid untuk menunaikan sholat dzuhur terlebih dahulu, barulah kamipun menapakkan kaki kembali menyusuri jalan trotoar, masih dengan harapan yang sama mendapatkan pekerjaan buat mas Aditya.


"Yang untuk hari ini sudah dulu saja ya mencari lowongan kerjanya bisa di lanjutkan besok lagi, kasihan juga sama kamu yang, kelelahan menemaniku berjalan kaki lumayan cukup jauh,besok kamu nunggu di rumah saja ya gak usah nemenin mas, sekarang mas sudah paham, mengerti angkutan yang harus d tumpangi, ya sudah mas kalo begitu, yu kita pulang sekarang saja mas", hari pun sudah semakin siang.

__ADS_1


__ADS_2