Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
tak bisa berkata kata


__ADS_3

Sindiran demi sindiran harus ku dengar terus dan terus keluar dari mulut ibuku,aku hanya bisa pasrah menerima semua ini memang mungkin sudah nasib hidupku.Sudah hampir sebulan lebih mas Aditya jadi seorang pengangguran lagi, tertekan rasanya dengan keadaan seperti sekarang ini.Aku memilih diam tak banyak bicara, bahkan terkadang malas untuk sekedar keluar kamar, kalou saja tak memikirkan keadaan mas Aditya di tempatku sekarang.

__ADS_1


"Enak ya cuman numpang hidup,makan gratis gak mikirin nyari uang buat makan itu susah," ada saja ucapan-ucapan ibu yang berhasil menyakiti perasaanku.Ku akui ini semua salahku karena telah memilih mas Aditya sebagai pujaan hati, ingin rasanya ku pergi mencari pekerjaan seperti dulu lagi, walaupun harus tinggal seorang diri di perantauan tapi aku bisa merasakan kenyamanan, ketenangan batin.Berniat berbakti pada orang tua yang sudah melahirkan,dengan berat hati keluar dari pekerjaan ehh malah ada saja kejadian yg tak di sangka-sangka yang akhirnya harus merasakan lagi seperti ini. Hidup penuh tekanan,lelah rasanya ya Alloh.Belum lagi harus mendengarkan perdebatan antara ibu dan bapak, aku jadi serba salah gak tau apa yg harus kulakukan.

__ADS_1


Terdengar samar-samar bapak memanggilku. Rey... Reyna... sini nak, iya Pak sebentar, lalu aku bergegas menemui di ruang tengah di sana juga terdapat ibu duduk bersebelahan dengan bapak."Ada apa pak manggil aku? ", sini nak bapak mau bicara, terdengar helaan napas berat bapak. Gini Rey... bapak juga bingung sebenarnya memikirkan masalah kamu dan Aditya, tapi kalo di biarkan lama-lama malah gak baik juga hasilnya, belum lagi gak enak juga mendengar omongan para tetangga, meskipun bapak yakin kamu dan Aditya gak berbuat yang tidak-tidak tapi orang lain gak mau tau,takutnya ada omongan orang yang kurang enak di dengar apalagi ada yang tidak suka dengan keluarga kita malah bisa berabe ujung-ujungnya.Menurut bapak gini aja Rey ... gimana kalo bapak menanyai Aditya tentang keseriusannya terhadap kamu?".Aku hanya diam tak bisa berkata-kata, hanya tertunduk di hadapan kedua orang tuaku.

__ADS_1


"Ya sudah pak aku akan menceritakan, dan menanyakan perihal maslah ini pada mas Aditya", lalu aku pun bergegas masuk ke kamar, aku merenung dengan waktu yang cukup lama tak langsung menghubungi mas Aditya lewat benda pipih yang ku punya,mau mendatangi mas Aditya ke rumah tante Andira juga malas untuk melangkahkan kaki ke sana.Malampun tiba aku memutuskan untuk bicara lewat jaringan telepon pada mas Aditya, karena malam ini juga mas Aditya gak ada datang ke rumah.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum mas... waalaikumsalam yang, apa ada yang mau di bicarakan? apa mas perlu ke situ yang,gak usah mas bicara lewat telpon saja y mas, apa gak lebih baik kita bicara langsung aja?ya sudah kalo maunya mas begitu nanti kita minta izin sama bapak untuk pergi keluar hanya untuk sekedar mencari angin."

__ADS_1


__ADS_2