
Ku genggam erat jemari Reyna selama dalam perjalan pulang sehabis menyusuri jalan mencari lowongan kerja, akhirnya kami sampai juga di tempat kediaman Reyna. Saat ini menunjukan jam 14.15.Di ruang tamu bapaknya Reyna sedang duduk bersama ibu juga,kami mengucap salam bersamaan dan tak lupa menyalami kedua orang tua Reyna.
"Gimana Adit hari ini lancar, apa ada yang membuka lowongan pekerjaan?" . Bapak Ependi(ayahnya Reyna)bertanya padaku."Belum ada yang buka lowongan kerja pak, tapi tadi saya sudah menyimpan lamaran pekerjaan di beberapa tempat, semoga saja ada panggilan pak", aku pun menjawab pertanyaan dari Pak Ependi."Yang sabar ya Adit semoga ada rezeki kamu secepatnya aamiin...! "semua mengamini perkataan pak Ependi, terkecuali ibu Dahlia dia hanya terdiam tak banyak bicara.
__ADS_1
Aku bisa paham dengan sikap bu Dahlia selama ini terhadapku, mungkin rasa takut anak kesayangannya merasakan penderitaan di kemudian hari.Setelahnya aku hanya terdiam dengan segala pikiran di benaku.Tak berselang lama Reyna muncul dari arah dapur dengan membawa nampan berisikan beberapa gelas air lalu ia meletakan gelas-gelas tersebut d atas meja,ibu Dahlia beranjak menuju kamar hanya tersisa kami bertiga di ruang tamu.Tak banyak yang kami bicarakan selama di ruang tamu kediaman Reyna,kami sibuk dengan pikiran masing-masing.
Sebenarnya ada rasa tak enak di dalam diriku harus numpang tinggal di keluarga ini,tapi gimana lagi rasa yang begitu besar terhadap Reyna akhirnya aku memutuskan mengenyampingkan rasa malu dan tak tau diri ini,apalagi melihat perlakuan ibu Dahlia yang mungkin tidak menyukai keberadaan ku di rumah ini, namun bukan saja terhadapku ibu Dahlia bersikap seperti itu, terhadap anaknya sendiri pun seperti itu( terhadap Reyna ).Merasa kasihan juga melihat Reyna di perlakukan seperti itu oleh ibu kandungnya sendiri.
__ADS_1
Udah mas gak apa-apa mungkin sudah jalan hidupku harus merasakan ini semua, biarlah semua ini menjadi pelajaran bagiku mas, supaya kedepannya bisa lebih baik lagi aamiin. mas udah mau masuk waktunya sholat ashar, mas ke tempat tante dulu ya buat bersih-bersih lalu sholat ashar,akupun mau mandi sudah terasa lengket banget badannya, Reyna berucap padaku,iya yang mas ke tempat tante dulu yah, nanti ke sini lagi. iya mas."
selepas sholat ashar aku merebahkan tubuh ini yang terasa lelah,namun aku berusaha menepis semu rasa lelah ini,aku harus tau diri tinggal di kediaman orang lain.Akupun bergegas mengambil sapu untuk sekedar beres- beres dan merapikan kamar yang ku tempati saat ini, dan menyapu seluruh sudut ruangan yang ada di rumah ini,walaupun setiap kali aku melakukan nya selalu di larang oleh nenek Reyna yg tinggal bersama tante Andira(Andira adalah nama tantenya Reyna). "Nak Aditya gak usah repot-repot nyapu segala, biar nanti aja nenek yang ngerjain, beliau bertutur padaku. Gak apa-apa nek gak ngerasa repot ko, udah nenek duduk aja ya. Adit sudah biasa melakukan pekerjaan seperti ini nek."
__ADS_1