
Tepatnya jam 13.15 siang,bapak pulang dari sekolah tempat ia bekerja..." Assalamualaikum bapak membuka pintu masuk dengan menenteng plastik hitam di serahkan padaku, ini apa pak? , itu alhamdulillah ada rezeki dari orang tua wali murid Rey katanya habis panen mangga", oh alhamdulillah ya pak sambil ku bawa plastik hitam itu ke arah dapur, ku letakan di atas meja makan, aku balik lagi ke ruang tamu, di sana bapak, ibu dan mas Aditya lagi duduk berbincang, tak lupa juga ku bawakan bapak segelas air teh manis untuk melepaskan dahaganya.
__ADS_1
Dengan hati cemas aku duduk d sebelah ibuku, untuk mendengarkan keputusan yg akan bapak ambil untuk masalah ini. "Nak Aditya dengan berat hati bapak mengutarakan keputusan bapak ini, semoga nak Aditya bisa memakluminya dan tidak menimbulkan pikiran negatif pada kami ya, semalam bapak sudah berembuk niat nak Aditya untuk mencari kerjaan di sini,tapi maaf mungkin untuk sekarang ini bagai mana misalkan nak Aditya pulang saja dulu ke kampung nak Aditya,istirahat dulu barang beberapa waktu sambil mencari kerjaan di sana siapa tau ada kesempatan buat nak Aditya mendapatkan pekerjaan di sana, mungkin juga bisa lebih dekat dari orang tua dan keluarga di sana, kalo memang di sana nantinya susah untuk mendapatkan pekerjaan, kalo memang sudah jadi jalannya siapa tau nanti bisa kembali lagi kesini, dan bapak juga disini sebisa mungkin insya Alloh bisa membantu nak Aditya bagai manapun caranya ya nak Aditya,bisa nanti di pikirkan dan d bicarakan lagi."
__ADS_1
"Baik Pak tidak apa-apa, saya bisa memahami dan mengerti dengan kondisi posisi bapak di sini, saya juga berterimakasih sekali pada bapak, ibu sudah berkenan menerima baik kedatangan saya yg mendadak Pak. semoga saja ada jalan untuk saya bisa lagi kesini, bisa dekat lagi bersama Reyna dan keluarga di sini pak, dan saya minta izin untuk semalam ini menumpang nginap d sini pak, besok pagi saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman saya pak", dengan suara bergetar mas Aditya berbicara pada kedua orang tuaku.
__ADS_1
Dengan hati sedih aku berbicara kepada mas Aditya, "mas maafkan aku ya aku gak bisa berbuat apa-apa untuk membantu keinginanmu mencari kerja di sini, andai saja aku punya tabungan lebih tak akan sesusah ini mas, bisa saja kamu mencari kerja di sini, kamu bisa ngekos, sebelum kamu mendapatkan pekerjaan mas,namun gimana lagi keadaan yg gak memungkinkan".Dengan mata yg mulai berembun aku berucap padanya.
__ADS_1
"Iya gak apa-apa yang memang ini salahku yang mengambil keputusan yg tergesa gesa gak berpikir dahulu bagai mana kedepannya, jujur aku gak bisa hidup jauh darimu yang, berat hati ini". diapun dengan suara bergetar menahan kesedihan yang sama seperti yg kurasakan sekarang, "tapi biarlah kita jalani seperti ini dulu aja ikuti alur yang harus kita jalani hidup berjauhan, kita sama- sama berdoa saja mas meminta kepada Alloh semoga ada jalan buat kita bisa hidup bersama, tanpa jarak jauh seperti yg akan kita lalui saat ini ya mas", ku berusaha menguatkan mas Aditya walaupun dalam hati merasakan berat untuk berpisah lagi dengannya.
__ADS_1