Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
memohon, berharap tambahan kesabaran


__ADS_3

Tepat jam 17.00 mas Aditya baru pulang dari tempat ia di panggil untuk tes dan wawancara pekerjaan."Ayo masuk mas sebentar aku ambilkan minum dulu apa mau sekalian aku ambilkan makan mas, pasti mas adit belum makan kan?" aku bertanya pada mas Aditya."Gak usah yang makannya nanti saja, mas belum lapar", mas Aditya berkata itu padaku. ya sudah sebentar ya. aku pun berlalu menuju dapur.


Kamipun berbincang d ruang tamu,"Gimana mas keterima kerjanya aku memulai obrolan bertanya pada mas Aditya, Alhamdulillah yang aku keterima kerja dan tadi langsung di suruh masuk bekerja,Alhamdulillah kalo begitu mas, aku ikut senang mendengarnya." Ada haru bahagia dalam hati ini mendengar kabar mas Aditya di terima bekerja.

__ADS_1


Mas Aditya pamitan padaku mau langsung ke rumah tante Andira. "Yang aku ke rumah tante dulu ya mau bersih-bersih dulu badan udah terasa lengket banget ini, dan langsung ke Mesjid sholat maghrib berjamaah,ia mas silahkan aku juga sama mau siap-siap sholat maghrib." sepeninggalan mas Aditya aku bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan bersiap siap melaksanakan sholat maghrib.Dalam sujud ku tak hentinya aku memanjatkan rasa syukur pada yang kuasa dengan di terimanya mas Aditya sebagai marketing penjualan alat kesehatan.


Namun hanya tiga hari saja aku merasakan ketenangan hati.

__ADS_1


Aku cukup lama terdiam, aku pun gak bisa menyalahkan mas Aditya sepenuhnya dalam masalah ini, ada benarnya juga yang di pikirkan mas Aditya,kita niat cari kerja buat mendapatkan penghasilan bukan membuang buang uang dan tenaga,"ya sudah mas kalo menurut kamu seperti itu kita nyari baik nya saja mas, nanti kita bicarakan lagi masalah ini ke bapak", mas Aditya pun pamit ke rumah tante Andira.


Tanpa sepengetahuan ku ternyata ibu mendengarkan obrolan kami barusan."Sudah ibu duga gak bakalan bisa bertahan lama dia bekerja,kalo mau nyari kerjaan yang enak, yang mapan cari pekerjaan d perusahan nenek moyangnya sendiri, bisa ongkang-ongkang kaki, tanpa harus bekerja berat bisa dapat gajih sesuai yang di inginkan. ibu menghampiriku dengan bicara lantang di depanku.kalo mau mikir apa salahnya di pertahankan dulu bekerja di sana siapa tau dengan sabar dan mau bekerja keras ada pertimbangan masalah gajih dari atasannya,lah ini belum apa-apa baru tiga hari kerja udah menyerah duluan."

__ADS_1


Tetap sama aku hanya bisa diam dan menundukkan kepala di hadapan ibu, butiran bening pun berjatuhan tak bisa ku bendung. Ya Alloh berikanlah tambahan kesabaran untuk menghadapi masalah ini, dengan isak kan tangis aku meninggalkan ibu sendiri di ruang tamu, aku berlalu masuk ke kamar.


__ADS_2