Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
keseharian setelah menjadi seorang istri


__ADS_3

Akhirnya aku resmi menjadi istri mas Aditya,semua rasa bercampur jadi satu kala mengingat acara pernikahanku kemarin,rasa sedih, bahagia yang kurasa.


Sedih mengingat mas Aditya hanya seorang diri di acara momen penting dalam hidup,dia berusaha kuat namun aku bisa memastikan dalam hatinya merasakan kepedihan yang teramat sangat.


Rasa bahagia... mungkin dalam kondisi seperti ini kami bisa bersatu untuk saling menguatkan satu sama lain,aku harus berusaha semampuku untuk terus menguatkan, dan memberi dorongan supaya mas Aditya tidak larut dalam kesedihan, mungkin ini semua sudah menjadi suratan takdir untuk kami berdua.


Kini kamipun tinggal satu rumah, mas Aditya mulai tadi malam tidur di rumahku, tak lagi numpang tidur di rumah tante indira.

__ADS_1


"Mas... mas... ayo bangun adzan subuh sudah berkumandang, ayo mas keburu ketinggalan sholat subuh berjamaah nya",aku berusaha membangunkan mas Aditya untuk melaksanakan sholat subuh di masjid sebrang rumah.


"Sebentar lagi sayang mas masih ngantuk banget, sambil menarik tubuhku dan mendekap dengan erat, mas jangan gini ah... ayo cepetan entar gak apa-apa mas mau tidur lagi juga kalo sudah sholat", sambil ku elus kepalanya berusaha membangunkannya, akhirnya ia pun bangkit bergegas ke kamar mandi lalu berjalan menuju masjid.


sepeninggalan mas Aditya ke mesjid aku pun bergegas melaksanakan sholat subuh.


"Gak usah mas biar nanti aja aku yang beresin, setelah selesai menyiapkan untuk sarapan, udah gak apa-apa biar mas batu meringankan pekerjaan kamu sayang, lagian mas juga gak ada kerjaan, gak ngapa ngapain, bosan kalo cuman duduk-duduk doang, gak enak juga sama bapak dan ibu kalo mas berdiam diri saja."

__ADS_1


Ya sudah terserah mas saja," terimakasih ya sudah mau bantuin aku", sambil tersenyum aku menatap mas Aditya,Sama-sama sayang sambil mencuri ciuman di pipiku,sambil senyum ke arahku dia bergegas ke ruang tengah, dasar ya aku berkata padanya, ada desiran tak biasa dalam dada, dengan yang sudah mas Aditya lakukan barusan padaku.


Saat semua orang penghuni di rumah ini menampakan diri, saat itu juga semua pekerjaanku sudah selesai, berkat bantuan mas Aditya juga pastinya.


"Ayo pak, bu, teteh, ade sarapan dulu nanti telat berangkat ke sekolahan nya, aku mempersilahkan semuanya untuk sarapan, Kamu juga sekalian sarapan Rey ibu berucap padaku, Aditya mana ko gak keliatan? ada bu lagi cuci tangan barusan habis nyapu halaman,oh ya sudah ajak sarapan bareng kita, bapak pun ikut menimpali ibu, iya Rey suruh Aditya sarapan juga, iya Pak, bu sebentar lagi juga mas Aditya bergabung".Akhirnya pagi ini kami sarapan bersama di ruang tengah dengan cara lesehan duduk melingkar di depan tv,"jangan sungkan-sungkan lagi Adit bapak berucap pada mas Aditya, sekarang kamu sudah menjadi bagian keluarga ini, iya Pak, bu terimakasih atas semuanya", mas Aditya membalas ucapan bapak dan ibu.


Selesai sarapan bapak bertanya pada mas "Aditya, kapan rencana kamu mencari lowongan pekerjaan lagi Adit, tetaplah semangat,jangan pernah putus asa ya, dengan usaha yang gigih serta niat baik pasti Alloh akan memberikan kemudahan pada hambanya yang bersungguh sungguh, semoga saja apa yang kamu niatkan secepatnya Alloh beri... aamiin. jangan lupa juga kamu terus berdoa supaya di lancarkan di permudah segala urusannya ya Adit", ibu pun ikut memberi wejangan pada mas Aditya.

__ADS_1


Baik bu, semua pesan" bapak dan ibu akan saya ingat dan lakukan pastinya.


__ADS_2