
Pagi hari pun tiba dengan rutinitas seperti biasanya, sudah tersaji hidangan untuk sarapan pagi semua yg ada di rumah ini di tambah adanya mas Aditya disini. Kamipun sarapan bersama dengan saling terdiam tak banyak obrolan seperti biasanya, dengan pikiran masing- masing gak kerasa acara sarapan pun telah selesai,kedua keponakanku berpamitan berangkat sekolah, tinggal kami berempat yg masih setia duduk di kursi ruang tamu,bapak pun masih ada sedikit waktu sebelum berangkat ke tempat ia bekerja.
__ADS_1
"Pak saya mau pamitan pulang ke kampung halaman saya dulu pak, semoga saja saya dapat kerjaan secepatnya pak di sana, buat tabungan nanti, biar bisa secepatnya saya kembali lagi ke sini pak", mas Aditya memulai percakapan kepada kedua orang tuaku sebelum dia berangkat untuk menuju ke kampung halamannya."Iya nak Aditya maafin kami ya nak Aditya mungkin untuk saat ini belum bisa membantu nak Aditya,gak apa-apa pak malah saya yang seharusnya meminta maaf kepada bapak dan ibu selama saya di sini sudah merepotkan pak,gak merasa di repot kan nak kapan-kapan kalo memang hanya untuk sekedar bertamu, pintu rumah kami selalu terbuka nak Aditya". "Terimakasih pak, bu",oh ya sudah nak Aditya kebetulan sudah jam segini bapak harus segera berangkat ke sekolahan nak!.Mas Aditya segera berdiri menyalami bapak yang akan pergi bekerja tak lupa juga mas Aditya minta izin pada bapak meminta aku menemaninya ke terminal yg letaknya menempuh waktu sekitar kurang lebih 1 jaman dari rumahku.Oh silahkan nak Aditya hati-hati di jalannya, "kamu Reyna jangan lama-lama kalo sudah beres mengantarkan nak Aditya langsung pulang jangan terus kemana mana, iya Pak aku pun ikut menyalami bapak. jangan lupa yg tadi Rey iya Pak."
__ADS_1
Sepeninggalan bapak berangkat ke tempat kerja kamipun masuk lagi ke rumah untuk bersiap siap pergi ke terminal kota.Tepat jam 08.00 pagi aku pun pamitan pada ibu untuk mengantar mas Aditya ke terminal. Mas Aditya pun melakukan hal yg sama berpamitan pada ibu dan mengucapkan terimakasih atas di izinkan nya menginap beberapa malam d rumah. Ibu hanya menganggukkan kepala tanpa banyak bicara, dan memberikan senyuman yg di paksakan. Kamipun bergegas keluar rumah untuk menunggu angkutan yg akan mengantarkan kita ke terminal kota, tak terasa kamipun sudah tiba di terminal kota... mas Aditya tak langsung mencari bis yg akan d tumpangi nya ke tempat kota asalnya, malah mengajakku duduk di kursi tunggu penumpang.Tak lepas dia memegangi tanganku dengan erat dia pun berkata, "yang apa aku bisa harus jauh lagi sama kamu nanti? dengan suara bergetar dia menatapku dalam.Bissmillah mas waloupu berat kita harus sama-sama berusaha mas gak ada lagi jalan untuk kita bisa deket saat ini", aku pun tak kalah dengan mata mulai berembun sama-sama saling bertatapan."Semoga saja Alloh memberi jalan untuk kita mas aamiin".Tak ingin berlama lama larut dalam kesedihan yang mendalam aku berusaha mengalihkan pembicaraan yang membuatku tak kuasa melepaskan kepergian mas Aditya nantinya."Oh iya mas ini ada titipan dari bapak, lumayan buat nambah jajan di jalan nanti", ku ulurkan amplop putih pemberian dari bapa tadi pagi pas aku lagi di dapur menyiapkan untuk sarapan, bapak memberikan beberapa lembar uang untuk di kasihkan ke mas Aditya, "tapi Rey jangan sampai ibumu tau ya, tau sendiri ibu seperti apa,iya Pak aman".lalu aku pun menerima uang yg sudah d kasih amplop putih oleh bapak dan bapak juga memberikan beberapa lembar uang untu ku katanya untuk pegangan ku nanti pergi mengantar mas Aditya."Terimakasih ya pak", dengan hati nelangsa ku terima pemberian dari bapak. iya rey gak apa" bapak ikhlas.
__ADS_1