Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
masih tentang ucapan ibuku


__ADS_3

Menjelang sore aku berusaha keluar dari kamar, bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam keluargaku,saat ini aku tak banyak bicara karena takut malah menimbulkan perdebatan panjang terutama dengan ibu yg terkadang suka tak enak di dengar.


Setelah kurasakan pekerjaanku beres semua, aku langsung mandi dan menunaikan shalat maghrib.Aku tetap mengurung diri d kamar malas untuk keluar, nafsu makan pun hilang, hanya rebahan saja di kamar. samar-samar ku dengar bapak dan ibu berbincang d ruang tengah, tak ada niat untuk menguping pembicaraan mereka di sana, tapi tetap saja terdengar dari kamarku.

__ADS_1


"Gak tau harus dengan cara apa ngomong sama anakmu itu pak, ibu menasihatinya bukan apa-apa, ibu hanya takut aja anak kita menderita, dan bukan waktunya juga untuk memikirkan perasaan yg harusnya dipikirin gimana mencari calon pendamping yang benar-benar bisa d jadikan panutan nantinya, memangnya hidup cuman butuh cinta? apa dengan cinta bisa menjamin segalanya, nggak kan pak",hanya suara ibu yg terdengar menggebu-gebu berbicara kepada bapak, gak ada suara bapak menimpali perkataan ibu.


"Coba bapak bayangkan! gimana rasanya kalo suatu saat mendengar anak kita merasakan penderitaan, sakit yg bakalan kita rasakan pak, lebih baik kita di anggap tega sama anak dari sekarang sebelum semuanya terjadi pak, jangan ada penyesalan di akhir nanti".

__ADS_1


"Menurut bapak pasrahkan semuanya pada Alloh,bapak lihat selama Adit di sini kemarin dia anak yg santun, baik, cekatan dan bisa membawa diri,kita gak tau bu mungkin sekarang dia belum punya kerjaan siapa tau kedepannya dia di angkat derajatnya sama gusti Alloh, gak ada salahnya juga sebagai orang tua kita memahami berusaha mengerti dengan keadaan anak kita bu, jangan sampai kita kehilangan lagi Reyna, udah lama kita jauh dengan dia bu, sekarang dia memutuskan berhenti bekerja juga demi bisa mengutus ibu.pikirkan lagi bu". Bapak berusaha memberi pengertian pada ibu dan menyarankan untuk mempertimbangkan bisa dengan lapang menerima keadaan mas Aditya saat ini."Ya sudah lah pak terserah maunya bapak gimana sekarang",dengan nada ketus ibu masuk kamar meninggalkan bapak di ruang tengah sendirian.


Ada sedikit kelegaan dalam hati,mendengarkan penuturan-penuturan bapak pada ibu barusan, tak terasa air mataku tumpah dengan derasnya, namun aku berusaha jangan sampai keluar suara tangisanku, aku gak mau malah jadi menambah beban untuk bapak, melihat aku menangis.

__ADS_1


Ya Alloh maafkan jika aku mempunyai penilaian yg salah terhadap ibuku, mungkin ibuku melakukan ini semua demi kelangsungan hidupku kedepannya, tapi d sisi lain aku sudah melabuhkan rasa cintaku pada mas Aditya. aku mohon ya Alloh tunjukanlah jalan, berikanlah jalan terbaik yg engkau Ridhoi untuk hubungan aku sama mas Aditya... aamiin. karena lelah menangis gak terasa pas aku buka mata ku lihat jam menunjukan pukul 01.15 tengah malam. ternyata aku ketiduran.


__ADS_2