Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
Berkunjung ke kediaman mas Aditya


__ADS_3

Tepat jam 07.00 pagi kami berlima menuju terminal kota, bapak, ibu, aku, mas Aditya dan keponakanku berniat mengunjungi kediaman mas Aditya hanya untuk bersilaturahmi dengan keluarga mas Aditya.Sore harinya alhamdulillah kita sampai dengan selamat ke tempat yang di tuju.


"Assalamu'alaikum... !"mas Aditya mengucap salam dan kamipun bersamaan mengikuti mengucap salam di belakang mas Aditya, mas Aditya membukakan pintu lalu mempersilahkan kami masuk,tak berselang lama muncul seorang bapak menghampiri kami di ruang tamu. "Eh ada tamu jauh perkenalkan pak saya pak Sarwono bapak dari Aditya," kami pun balik memperkenalkan diri masing-masing. Mas Aditya muncul dari arah dapur dengan nampan di tangannya, lalu ia pun menata gelas-gelas d meja, "maaf pak, bu hanya ada air teh hangat aja untuk melepas dahaga,ia gak apa-apa Adit bapak pun berucap,jam berapa pak dari sana?pak Sarwono bertanya, tadi pagi pak jam 07.00 kami berangkat dari rumah, alhamdulillah nya begitu nyampe terminal bis nya belum berangkat, jadi kami bisa langsung naik bis gak harus nunggu,syukur kalo begitu pak.


Sebentar ya pak ini istri saya sama anak saya yang lain sedang ke kali,mandi dan nyuci paling sebentar pagi pada pulang, iya pak gak apa-apa...! barang kali mau pada istirahat dulu pak Efendi, udah gak apa-apa di sini saja pak". Aku bertanya dalam hati mas Aditya kemana ya ko gak keliatan, eh orangnya nongol juga... "maaf ya saya barusan tinggal sebentar, saya menyusul ibu di kali memberi tau kalou ada tamu jauh."

__ADS_1


Tak berselang lama datanglah seorang ibu menghampiri kami di rumah tamu rumah ini, lalu ibu itupun menyalami kami semua dan memperkenalkan diri,"saya Hartanti ibunya Aditya, maaf menunggu lama barusan habis dari kali, iya bu gak apa-apa," kami pun serempak menjawab obrolannya.Sambil menunggu datangnya waktu sholat maghrib kami semua berbincang bincang, namun belum membicarakan ke pokok utama tujuan kedatangan keluargaku kesini.Selepas melaksanakan sholat maghrib dan makan malam barulah bapak mengutarakan maksud dan tujuan awal mengunjungi kedatangan kami ke sini, selain untuk bersilahturahmi ada yang perlu di bahas yaitu mencari jalan terbaik buat kebaikan hubungan aku dan mas Aditya kedepannya.


"Terimakasih...pak Sarwono, ibu Hartanti telah menerima baik kedatangan kami kesini, minta maaf juga tidak mengabari sebelumnya pak,bapa ku memulai pembicaraan, lalu d jawab pak Sarwono dan bu Hartanti, tidak apa-apa pak malah kami senang kedatangan bapak sekeluarga jauh-jauh mau bertandang ke kediaman kami, beginilah keadaan kami di sini pak, maaf juga tidak bisa menjamu dengan baik Pak hanya sekedar alakadarnya,kami pun mengucapkan terimakasih pada pak Efendi sekeluarga sudah mau di repot kan selama anak saya aditya di tempat bapak sudah menjadi beban bagi bapak sekeluarga. selaku orang tua kami benar-benar bingung memikirkan masalah anak saya ini pak dengan kondisi keluarga kami saat ini, kata maaf yg bisa saya haturkan pak, semoga gusti Alloh membalas kebaikan bapak, ibu dan keluarga selama ini terhadap anak saya."


"Aamiin... Sama-sama Pak Sarwono, mungkin saat ini yang kita pikirkan sama adanya pak, tinggal kita selaku orang tua mari sama-sama mencari jalan untuk memecah kan masalah ini supaya mendapat jalan terbaik untuk kedepannya pak. Awalnya saya juga kadet dan bingung dengan kedatangan mas Aditya datang ke kediaman saya, saya kira hanya sekedar berkunjung menemui anak saya Reyna, namun pas mas Aditya mengungkapkan semuanya terutama pas berbicara mengundurkan diri dari tempat kerja, dan bermaksud ingin mencari pekerjaan di tempat saya, saya berpikir keras juga pak, antara mengizinkan atau tidak,maaf Pak bukannya saya mau menyombongkan diri saya ini pak,karena saya tau di mata Alloh kedudukan kita sama,keluarga kami keluarga biasa pak jauh dari kata orang berada, namun alhamdulillah cukup pak,mungkin karena pekerjaan saya sebagai seorang abdi negara yg menjadi pendidik di salah satu sekolah d daerah saya jadi saya di pandang oleh masyarakat di lingkungan tempat saya tinggal, nah dengan kedatangan mas Aditya ke tempat saya, saya cukup dilema juga pak, takut ada omongan yg kurang enak di dengar, dengan posisi saya yang sudah saya utarakan barusan pak, saat itu saya mengesampingkan pikiran seperti itu pak karena lebih besar rasa kasihan, dan salut akan tekad mas Aditya sudah mempunyai niat baik mencari pekerjaan, memikirkan untuk merubah kehidupan supaya bisa lebih baik lagi kedepannya, itu yang saya pikirkan pak. Makanya saya memberikan kesempatan pada mas Aditya untuk mencoba beradu nasib mencari di tempat saya pak."

__ADS_1


Bapakku pun memulai lagi pembicaraan... "begini pak Sarwono tapi maaf sebelumnya apabila nanti ada ungkapan saya yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu,kemain saya memberikan izin pada mas Aditya untuk tinggal di kediaman saya, itupun mas Aditya tinggal di rumah adik saya pak,untuk menjauhkan dari fitnah masyarakat di sana,untuk perihal mencari kerja juga mungkin saat ini belum ada peluang baik buat mas Aditya, secara lowongan pekerjaan juga agak susah untuk di cari saat ini,kemarin sempat dapat pekerjaan juga namun hanya tiga hari ya mas Aditya kerja di sana? bapak bertanya pada mas Aditya, mas Aditya hanya memberikan anggukan saja lalu diam dan menjadi pendengar lagi dalam obrolan kami ini."


"Mungkin ini saatnya saya mengutarakan topik utama kedatangan kami kesini tak lain dan tak bukan untuk bisa berembuk mencari solusi pemecahan masalah anak kita pak, dan saya juga sudah membicarakan hal ini pada anak bapak mas Aditya, dan tinggal kami mendengarkan keputusan apa yang akan bapak, ibu ambil untuk kebaikan kedepannya,


saya pun sudah memberi saran pada mas Aditya, mungkin sebelum dapat pekerjaan bisa sementara waktu tinggal dulu di sini nanti pas ada panggilan baru bisa kembali ke tempat saya,namun mas Aditya mempunyai keinginan untuk tetap mencari kerja dengan tekad kuat barang kali dengan kegigihan nya bisa mendapatkan pekerjaan lebih cepat lagi, saya juga ngasih masukan gimana kalo misalnya kita nyari baiknya saja bukan hanya untuk keluarga saya pribadi pak, bu tapi buat kebaikan kita semua kedepannya, saya juga di sana mungkin belum siap untuk mendengar kata-kata miring terhadap keluarga saya.Giman kalo misalkan hubungan anak-anak kita syah kan dulu pak, bu...?,jadi untuk kedepannya juga mas Aditya bisa tenang mencari pekerjaan di tempat kami, tapi saya juga menyerahkan keputusannya pada bapak dan ibu gimana tanggapan nya, dan keputusan apa yang bapak, ibu akan utarakan, silahkan pak."

__ADS_1


Pembicaraan kamipun cukup menyita waktu lumayan lama dari setelah sholat isya sampai hampir menunjukan jam 23.45 malam.


__ADS_2