
Rutinitas yang aku lakukan bersama mas Aditya sama seperti hari hari yang sudah di lalui, berbagi tugas di pagi hari sangat membatu dalam pekerjaanku kali ini.untungnya mas Aditya bukan tipe laki-laki pemalas yang hanya mengandalkan seorang istri untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah,dia pun tak betah hanya berdiam diri saja, dia juga tipe orang yang suka kebersihan,banyak perubahan di rumah ini, rumah jadi terlihat lebih rapi dari biasanya.
Tak jarang juga mas Aditya membantu ibu bersiap siap untuk pergi berjualan,setelah kondisi ibu cukup membaik paska sakit, ibu sudah mulai melakukan rutinitasnya kembali, ibu berjualan di pinggir lapangan yang berada di kampung kami, jaraknya tak begitu jauh dari rumah hanya dengan waktu 10 menitan, jalan kaki sudah sampai ke warung tempat ibu berjualan,namun setiap hari mas Aditya selalu mengantarkan ibu dengan menggunakan sepeda motor bapak yang tidak terpakai,ibu jualan minuman kemasan dan es seduhan, gorengan hangat, aneka makanan ringan, dan kue basah titipan orang-orang.Ibu mulai jualan dari jam 08,00 pagi pulang jam 16.00 sore kadang bisa sampai sebelum magrib ibu baru pulang kalo lagi ada acara di lapangan,mas Aditya yang mengantar jemput ibu,Alhamdulillah ibu merasa terbantu dengan adanya mas Aditya di sini.
__ADS_1
Setelah pekerjaan selesai, yang aku lakukan hanya duduk santai sambil nonton acara di TV,mas Aditya kadang menemani di ruang tengah, terasa hangat kebersamaan kami kali ini, meskipun masih ada beban berat yang harus di pikul.
Mas Aditya belum juga mendapatkan pekerjaan, namun bukan mas Aditya kalo cuman hanya berdiam diri,mas Aditya juga mulai menjadi tukang ojek di pangkalan depan rumah, dia orangnya juga gampang membaur dengan masyarakat sekitar, tak sedikit orang memuji mas Aditya dengan sikap dan prilakunya yang ramah dan rajin membantu pekerjaan rumah, karena sebab itu pula bapak menyayangi mas Aditya.
__ADS_1
Tapi jangan salah terkadang ada saja sikap ibu yang sedikit membuat hati ini merasakan sesak, sakit di hati,melihat perlakuan bapak terhadap kami, itu yang menjadikan ibu seperti itu,perhatian bapak yang dianggap lebih pada aku dan mas Aditya.
Sebulan sudah usia pernikahan kami... tak henti hentinya mas Aditya dengan semangat terus mencari lowongan pekerjaan, dan berusaha terus sabar menerima ujian di saat memulai membina rumah tangga yang belum juga mendapatkan pekerjaan.
__ADS_1
Dengan posisi rebahan di depan TV mas Aditya memelukku dan mengajakku ngobrol. "Kapan yah mas dapat pekerjaan...?,gak enak juga lama-lama jadi pengangguran kaya gini, kalo nanti mas udah bekerja kita nyari kontrakan ya sayang, kita harus bisa belajar mandiri, kasian juga sama bapak dan ibu terus menerus di bebani kita berdua,
semoga secepatnya yang mas inginkan bisa terlaksana ya mas... aamiin, kita tidak boleh menyerah untuk selalu berusaha mas sambil mengelus rambut mas Aditya untuk memberi kekuatan padanya,Alhamdulillah juga sayang meskipun tak seberapa harus tetap kita syukuri,sekarang ada pemasukan, walupun hanya cukup untuk membantu membeli beras,setidaknya kita tidak malu untuk menumpang makan di sin",bersyukur dengan hasil mas Aditya sebagai tukang ojeg bisa membantu pengeluaran ibu untuk makan sehari hari,"semoga kita tetap semangat menjalani hari hari yang harus kita jalani ya sayang", lalu mas Aditya mendaratkan ciuman di kening dan di pipi... sambil tersipu malu aku menganggukkan kepala tanda setuju pada ucapan mas Aditya.
__ADS_1