
Kumandang adzan subuh bergema, aku langsung terbangun bergegas ke masjid sholat berjamaah,pulang dari masjid langsung membantu beres-beres rumah,ngambil air buat masak, terakhir nyari kayu bakar ke deket kali,begitu pulang adik-adik ku sudah berangkat sekolah semua hanya ada bapak di ruang tamu dan ibu masih sibuk menyiangi sayuran untuk di masak.
Aku menghampiri bapak lalu duduk bersebelahan dengan beliau.
__ADS_1
"Pak ada yang mau Adit bicarakan... !,semoga bapak mau memaafkan dan memberi restu pada keputusan yang Adit ambil pak.
Ini sepenuhnya keinginan Adit sendiri tanpa ada paksaan dari keluarga Reyna pak,Aku pulang ke sini untuk memohon restu dari bapak dan ibu untuk menikahi Reyna, semoga bapak dan ibu tak mempersulit keputusan yang aku ambil ini pak.Aku ambil keputusan ini dengan banyaknya pertimbangan bukan hanya mementingkan ego aku sendiri, namun aku pun memikirkan keadaan keluarga kita ini pak. Adit sudah mencari kerja ke sana sini.. namun hasilnya 0 besar, di kota kita ini mungkin kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan sangatlah sulit pak,Kalo di daerahnya Reyna ada kemungkinan besar bisa dapat pekerjaan,aku memutuskan untuk menikah dengan Reyna karena alasan itu pak, kalo status Adit sudah jelas jadi suami Reyna aku pun tak canggung, dan malu tinggal di sana, dan gak jadi beban pikiran juga pas nyari pekerjaan di sana pak." Setelah mengungkapkan semua nya aku pun menunduk. menunggu jawaban dari bapak.Hanya keheningan yang ada di antara kami, terdengar bapak menarik nafas berat, lalu berbicara.
__ADS_1
"Adit bapak paham, mengerti sekali atas keputusan yang kamu ambil ini, jujur barat banget rasanya buat bapak memutuskan, jawaban apa yang harus bapak berikan ke kamu, kamu tau sendiri kondisi keadaan keluarga kita ini seperti apa, bukan maksud bapak juga menghalangi keinginan kamu, apa mempersulit keputusan kamu, tapi kamu bisa paham kan?. sekarang menikahi anak orang butuh biaya Adit, mau uang dari mana kita buat makan sehari hari aja harus banting tulang bapak ini, belum lagi biaya sekolah adik kamu,bapak benar-benar bingung."Baru kali ini aku harus melihat bapak meneteskan air mata, ada rasa sakit menyeruak dalam dada.
"Kalo memang kamu benar-benar dengan pendirian mu sekarang ini bapak gak bisa apa-apa lagi Adit,bapak hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu, buat hidup kamu kedepannya". Ada kelegaan dalam hati mendengar penuturan bapak barusan... ku peluk tubuh tua bapak yang mulai rapuh termakan usia... "Terimakasih pak, doakan Adit ya pak semoga bisa membahagiakan keluarga kita kedepannya... aamiin",lalu aku bergegas ke kamar, dan mempersiapkan persyaratan-persyaratan untuk mengurus pembuatan akta kelahiran.
__ADS_1
"pak Adit pamit ya mau mengurus akta kelahiran,kalo pulangnya masih siang mau langsung mengurus surat nikah, aku pun menyalami bapak.
"Bu Adit mau ngurus akta kelahiran dulu... assalamu'alaikum,",sambil menyalami ibu aku berlalu pergi ke tempat yang akan ku tuju hari ini. semoga di lancarkan, di permudah urusan hamba ini ya Alloh... aamiin. Aku di temani temanku Karno dengan mengendarai sepeda motor milik nya.tak butuh waktu lama akhirnya kami pun sampai d tempat yang aku tuju.
__ADS_1