Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
hasil rembukan keluarga besarku


__ADS_3

Malam hari saudara dari bapak berkumpul di ruang tengah rumahku, namun hanya keluarga inti saja,bapak sengaja mengundang mereka untuk membicarakan masalah kami,aku dan mas Aditya yang jadi topik pembahasan di sini hanya bisa diam mendengarkan, hanya sesekali saja menjawab pertanyaan-perranyaan yang terlontar dari mereka semua,mas Aditya yang banyak mendapatkan pertanyaan dan ia pun dengan gamblang, lugas menjawab semua pertanyaannya.


Membutuhkan waktu yang lumayan lama juga untuk mendapat hasil pemecahan dari masalah ini,aku pun jadi ikut harap-harap cemas di buatnya,begitu pun dengan mas Aditya yang terlihat tak tenang, cucuran keringat mulai terlihat nampak di beberapa bagian tubuh mas Aditya,memang suatu kewajaran yang hakiki sih, berada di situasi seperti sekarang ini.


Pada akhirnya keputusan pun sudah berhasil di dapat dengan musyawarah keluargaku,tinggal menentukan hari dan tanggal pernikahanku bersama mas Aditya, namun itupun harus ada kesepakatan dulu dari pihak keluarga mas Aditya.


Satu per satu saudara ku undur diri pulang ke rumah masing-masing meninggalkan kami berempat di ruang tengah rumahku,tak berselang lama mas Aditya berpamitan pergi ke rumah tante Indira numpang beristirahat di sana.


Kebetulan hari ini hari minggu bapak pun berada di rumah,"Rey panggil aditya kesini bapak mau bicara sama dia,oh iya Pak sebentar biar aku telpon saja Pak, supaya cepat,ya sudah terserah kamu saja nak."

__ADS_1


Tak berselang lama mas Aditya sudah duduk di hadapan bapak.


"Begini mas Aditya...tetang hasil musyawarah kita semalam gimana apa kamu bisa bicarakan dengan orang tua kamu secepatnya, karena menurut bapak lebih cepat lebih baik,kalo bisa hari ini juga kamu telpon orang tua kamu perihal masalah ini, atau kamu mau pulang dulu juga lebih baik karena bisa bicara langsung tidak lewat telpon,gimana menurut kamu....? "


"Ya sudah pak mending saya pulang saja dulu mungkin lebih enak bicaranya,pak saya gak bisa berkata kata lagi dengan semua kebaikan yang sudah bapak berikan terhadap saya, hanya ungkapan terimakasih yang bisa saya haturkan ke bapak dan ibu... !,"dengan suara bergetar mas Aditya berucap pada bapak.


"Mungkin besok saya mau pulang dulu ke kampung saya pak,berbicara pada orang tua, dan keluarga saya di sana,kalo memang semua sudah merestui, sekalian saya mau menyiapkan semua keperluan yang d butuhkan pak.,namun pak... ucapan mas Aditya terhenti... lalu dia terdiam.


saya belum mengurus pembuatan akta kelahiran pak", dengan mata berkaca kaca mas Aditya meneruskan lagi ucapan nya.

__ADS_1


"Bisa sekalian saja besok kamu urus nak Aditya setibanya kamu di sana,semoga di lancarkan, di permudah segala urusannya aamiin," bapak pun beranjak pergi ke luar, meninggalkan kami berdua di ruang tamu.


hanya keheningan di antara kami saat ini,terdiam dengan pikiran masing".


karena begitu penuhnya pikiranku dengan masalah, sampai lupa memberikan minum pada mas Aditya.


Lalu aku bangkit dari duduk..." mas udah makan? mas Aditya menggelengkan kepala... ya sudah aku ambilkan dulu sebentar ya mas...! "aku pun berlalu ke dapur.


Dengan malas-malasan mas Aditya menyuapkan nasi tanpa satu patah katapun, entah menikmati makanan apa memang lagi fokus dengan memikirkan masalah yang memang terasa menguras segalanya, aku pun memang merasakan sepeti itu adanya, malahan tak ada nafsu makan sedikitpun, dari kemarin sampai siang ini aku belum mengisi perutku ini.

__ADS_1


Aku bereskan piring bekas mas Aditya dan menyimpan ke dapur, lalu duduk lagi barang kali ada yang mas Aditya bicarakan padaku.


namun kita masih sama hanya diam dengan waktu yang cukup lama, bukan karena sedang marahan tapi bingung memikirkan keadaan.


__ADS_2