Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
mas Aditya mengutarakan maksud kedatangannya


__ADS_3

Malam pun tiba, kami sekeluarga d tambah kedatangannya mas Aditya tadi sore berkumpul menyantap makan malam bersama.Semua menikmati hidangan makan malam yg telah siap kan seperti biasanya, ibu juga bergabung makan d ruang tengah berkumpul bersama, yang biasanya makan d kamar karena kondisi ibu saat itu lagi sakit. Alhamdulillah malam ini kita bisa makan ngumpul d ruang tengah.


Makan malam pun telah usai, sembari nunggu waktu solat isya bapak, ibu dan mas Aditya berbincang sejenak, sedangkan aku dan keponakan-keponakanku membereskan bekas makan barusan, cucian piring aku yg ngerjain dan merapihkan semuanya sendiri karena keponakanku mulai bersiap siap belajar, danbmerapihkan buku pelajaran untuk besok pagi sekolah.

__ADS_1


Alhamdulillah selesai sudah semuanya, begitu aku ke ruang tamu bapak sama mas Aditya sudah pergi ke mesjid untuk menunaikan solat isya berjamaah, sedangkan ibu bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu aku pun mengikuti ibu,sama-sama mau wudhu, dan menunaikan sholat isya.


Setelah solat isya aku duduk d ruang tengah sembari nonton TV, gak berselang lama terdengar bapak dan mas Aditya masuk ke dalam rumah duduk d ruang tamu.Aku pun ikut duduk d sana, mas Aditya memulai percakapan pada bapak mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke rumahku. Pak sebelumnya, "saya meminta maaf yg sebesar besarnya dengan kedatangan saya ke sini mendadak tidak memberi kabar sebelumnya, saya juga mau meminta izin kalo boleh saya mau minta izin tinggal disini untuk sementara waktu pak buat cari kerjaan disini". "Dek.. rasa kaget menyelimuti diri, "ada apa ini? dlm batinku bertanya. aku pun saling pandang dengan mas Aditya untuk minta penjelasan darinya. kukira mas Aditya datang hanya untuk berkunjung main saja hanya ingin tau rumahku, tapi ko malah mau nyari kerjaan di sini. mulai ada rasa gak enak dlm hati.

__ADS_1


Nak Aditya, "keluar dari kerjaan yg sekarang? kenapa alasannya? " bapak pun akhirnya mengeluarkan pertanyaan pada mas Aditya. Dengan suara bergetar mas Aditya menjawab. "I ia pak, saya bukannya ada masalah d kerjaan, tapi setelah Reyna mengundurkan diri dari kerjaan saya merasakan ketidaknyamanan pak, kerja juga jadi kurang fokus,tidak tau kenapa pak saya kepikiran ke reyna terus", sembari menundukkan kepalanya mas Aditya menjawab pertanyaan bapak,sedangkan bapak hanya bisa menarik napas berat, aku pun hanya bisa terdiam mendengarkan semuanya.


...Mungkin kalo bapak pribadi gak terlalu keberatan nak Aditya, bapak juga memahami yang nak Aditya rasakan sekarang ini, namun...perkataan bapak berhenti, aku diam merasakan tanganku mulai dingin, ada rasa taku juga dengan keputusan bapak nantinya."Ada yang harus nak Aditya pahami, dan ketahui juga, bapak melanjutkan lagi perkataannya, di sini bapak bukan orang berada ya hanya begini adanya, namun sebagai seorang pendidik, pengajar d sekolah mungkin bapa di pandang, di segani di lingkungan sekitar, semoga nak Aditya bisa memahami posisi bapak saat ini", mungkin untuk sehari dua hari bapak dan keluarga bisa mengizinkan nak Adit bertamu d rumah ini, sembari mencari jalan keluarnya untuk permasalahan ini, "semoga ada jalan terbaik aamiin"...setelah berucap itu bapakku pun pamit istirahat meninggalkan kami berdua d ruang tamu.Cukup lama kami diam dengan pikiran kita masing-masing... yang kurasakan sekarang benar-benar bingung apa yg harus aku lakukan, "ada rasa jengkel juga terhadap mas Aditya kenapa gak bilang dulu dengan masalah ini... ya Alloh..."! ...

__ADS_1


__ADS_2