Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
saling bertukar kabar


__ADS_3

Tak pernah absen mas Aditya mengirim kabar keberadaannya d sana, begitupun sebaliknya aku pun memberi tau apa saja yg terjadi padaku saat ini.


"Yang ...tau gak selama di rumah yang ada aku malah tambah stres, sudah mencoba mencari kerja kesana-kemari gak ada yang buka lowongan,apalagi daerahku bukanlah kota besar sulit sekali peluang untuk mendapatkan pekerjaan di sini", terdengar helaan nafasnya yg berat dan lemas.Belum lagi ibu dan adik-adi ku selalu saja adu mulut masalah perekonomian yg kurang."Aku merasa jadi manusia yg gak berguna yang, jadi beban lagi buat orang tuaku,apalagi harus melihat bapak pergi siang pulang malam untuk mencari rezeki menghidupi kelargkau, entahlah yang aku harus bagai mana lagi,aku benar-benar putus asa".

__ADS_1


Aku hanya bisa menyimak dalam diam, aku pun bingung langkah apa yg harus ku lakukan,keadaan yg begitu berat untuk ku rasakan adanya.


"Maafkan aku mas aku pun bingung memikirkan ini semua, aku pun di sini merasakan kurang nyaman mas, gak tau harus gimana lagi mas",sejenak aku merenung memikirkan sikap ibuku yg terkadang ketus padaku, aku hanya bisa menerima walopun ingin bicara apa yg ku rasa tapi aku tak punya nyali untuk itu, semuanya ku pendam sendiri rasa sesak d hati.

__ADS_1


bisakah kamu berbicara sama bapak dan ibu... barangkali bisa memberikan kesempatan buat mas tinggal di tempatmu untuk mencari pekerjaan di sana, secara d tempat tinggal mu termasuk kota maju yang mungkin lebih besar lagi buat mas mendapatkan pekerjaan di sana, jujur mas untuk saat ini aku ragu mengutarakan keinginan mas ini pada orang tuaku mas,mas juga tau gimana posisi keluargaku di lingkungan tempat tinggal ku di sini,aku paham yang mas utarakan namun di sisi lain aku bingung untuk menyampaikannya mas", tak kalah lemas nya aku berbicara pada mas Aditya Lama kita saling terdiam dengan pemikiran kita masing-masing ,"ya sudah yang kamu bawa istirahat aja dulu, kita sama-sama menenangkan pikiran kita, jaga kesehatan ya jangan sampai sakit,maafkan mas juga sudah ngasih beban pikiran sama kamu yang, doain mas juga ya bisa kuat, sabar menjalani ini semua di sini, mas kangen kamu yang, sayang kamu, jaga diri kamu baik-baik ya... nitip hati kamu buat mas ya...! ",dalam kondisi seperti ini masih aja kepikiran bucin mas Aditya ini dalam hatiku berbisik,ada seulas senyum yang timbul d bibir ini. Siapa yang gak seneng juga di gombalin gitu coba... hehehe...!


"Ya mas insya Alloh aku akan selalu berusaha buat mas, mas juga hati-hati ya di situ, yg kuat, yg sabar Semoga Alloh memberikan jalan untuk kita mas... aamiin". Akhirnya ku tutup panggilan telpon dari mas Aditya dengan ucapan salam.Ku lipat mukena yang ku kenakan setelah menunaikan sholat subuh, lalu aku bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, dan melakukan beres-beres rumah."Bi sini aku bantuin nyapu mumpung masih ada waktu sebelum aku berangkat sekolah, keponakanku menawarkan diri untuk membantuku menyapu dalam rumah,iya gak apa-apa teh tinggal nanti bibi terusin nyapu d luar. (bibi panggilan tante d daerahku 😁)". tak butuh waktu lama aku melakukan semua pekerjaan. akhirnya aku bisa selonjoran lagi d dalam kamar dan melanjutkan berbalas pesan dengan mas Aditya.

__ADS_1


__ADS_2