Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
Hari pernikahanku


__ADS_3

Satu hari sebelum hari pernikahanku, kakak-kakak ku datang yang dari bekasi dan majenang perbatasan antara daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, semua keluarga berkumpul di rumah,malam harinya beberapa saudara dekat datang membantu masak untuk acara syukuran setelah akad nikah di langsungkan besok pagi,hanya 100 porsi saja yang kami persiapkan untuk acara prasmanan besok. Pagi hari semua hidangan sudah tersaji di meja panjang ruang tamu, sedangkan aku dan mas Aditya dari jam setengah lima subuh sudah berangkat ke salon,dengan riasan sederhana di padu padan kan dengan kebaya putih yang ku jahit tiga hari sebelum hari H.


Jam 06.30 ibu menghampiriku ke salon tempat aku di rias pagi ini.ku rasakan kesedihan yang teramat sangat namun aku berusaha baik-baik saja... untuk menuju KUA aku, mas Aditya, dan ibu menaiki angkutan umum yang melewati salon dan menuju ke KUA,tak butuh waktu lama kami pun tiba di tempat yang di tuju.


Saudara dan kakak-kakak ku sudah berada di tempat untuk menghadiri acara akad nikah yang akan di laksanakan sebentar lagi.

__ADS_1


Hari ini, hari Kamis tanggal 25 Juli 2008 mas Aditya akan menyunting ku sebagai istri syah di mata hukum dan agama.haru biru menghampiri di relung hati yang paling dalam, rasa sedih dominan menyeruak menusuk ke ulu hati yang paling dalam, apalagi harus melihat mas Aditya yang seorang diri tanpa orang tua, saudara dan keluarga yang menemani untuk menyaksikan acara yang sakral ini.


Ya Alloh kuatkan kami untuk bisa menerima kenyataan ini, semoga di balik semua ini ada kebahagiaan menanti kami... aamiin.


Saya terima nikah dan kawinnya Reyna Mutia binti Efendi dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai, mas Aditya dengan lancar mengucapkan ikrar akad nikah dengan di iringi ucapan syah... syah...bergema di dalam ruangan ini,semua yang hadir untuk menyaksikan acara akad kami, meneteskan air mata terharu akan perjuanganku bersama mas Aditya untuk bisa kuat sampai ke titik ini.

__ADS_1


Begitu sesampainya di rumah saudara yang tidak ikut menyaksikan acara akad nikah menyambut di depan rumah, mereka semua menyalamiku dengan uraian air mata haru,aku bergegas masuk ke dalam rumah d ikuti mas Aditya dan saudara-saudara ku yang lainnya.


"Selamat ya neng ko gak Undang-undang kalo mau nikah hari ini?, aku hanya tersenyum dan berkata, sengaja kan biar surprise", ku kuatkan hati ini dan berusaha untuk terlihat baik-baik saja... banyak tetangga yang datang hanya sekedar memberi ucapan selamat untuk pernikahanku ini,dan semua sama yang terlontar dari mulut tetangga yang datang menghampiri,kenapa gak undang" katanya.


Selang setengah jam kemudian para bapak-bapak dari tetangga yang di undang untuk acara syukuran mulai berdatangan, setelah semuanya hadir barulah acara di mulai oleh seorang ulama yang di tunjuk bapak untuk memimpin berjalannya acara syukuran ini.

__ADS_1


Alhamdulillah acara hari ini lancar tanpa ada rintangan.


Semua saudara masih berkumpul di ruang tengah sambil menyantap hidangan yang masih tersisa, ada pula sebagian yang sibuk mengurus nasi kotak yang akan di bagikan ke saudara yang berhalangan hadir, dan di bagikan juga pada tetangga terdekat.Selepas sholat isya alhamdulillah semuanya sudah beres,perabotan yang di pakai sudah tersusun rapi pada tempatnya,ruangan yang di pakai untuk acara syukuran pun sudah rapi seperti sedia kala,rumah pun tampak sepi lagi tak seramai siang tadi,semua keluarga yang ada di rumah ini sudah berada di kamar masing-masing untuk melepas lelah karena banyak kerjaan yang di lakukan dari kemarin sampai selepas magrib barusan.


__ADS_2