Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
membahas acara penikahanku


__ADS_3

Semua keluarga inti berkumpul di ruang tengah... membahas persiapan nanti acara pernikahanku,akhirnya semuanya sepakat termasuk aku dan mas Aditya, pernikahanku akan di gelar secara sederhana tak menyebar undangan, tak ada resepsi juga,akad nikah akan di lakukan di kantor Urusan agama setempat, setelahnya baru mengadakan syukuran mengundang tetangga terdekat saja.


Untuk sementara waktu kabar ini di simpan rapat-rapat karena takutnya malah akan banyak orang berdatangan ke rumahku nanti termasuk rekan satu profesi sama bapak, malah yang akhirnya harus mengeluarkan lebih banyak lagi biaya.


Di sini juga aku akan menjelaskan bukan karena kecelakaan tanda kutip ya, aku melangsungkan pernikahan diam-diam dengan mas Aditya, namun karena ada faktor lain yang mengharuskan kami memilih pernikahan seperti ini.


*Yang pertama mas Aditya memilih mencari pekerjaan di daerahku, karena akan lebih memungkinkan mendapatkan pekerjaan di sini daripada d daerah nya dia,

__ADS_1


kami pun menghindari omongan miring dari masyarakat di lingkungan kami tinggal.


*Yang ke dua ketidak hadirannya keluarga mas Aditya pas nanti acara pernikahanku.


Memang ada rasa sedih di antara kami berdua, dengan ketidak hadiran nya keluarga mas Aditya,aku aja merasakan itu apalagi mas Aditya sendiri mungkin ada rasa kecewa yang teramat sangat namun harus bagai mana lagi keadaan yang menuntut kita harus bisa menerimanya dengan lapang dada.


Semua saudara yang tadi kumpul sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

__ADS_1


"Bukan bapak tak sanggup membiayai pernikahan kalian, mengundang banyak orang, mengadakan resepsi besar besaran, bahkan untuk menyewa gedung pun bapak masih mampu,namun... bapak menggantungkan perkataannya... bapak menghargai kamu Adit sebagi calon menantu,bapak paham, mengerti dengan perasaan kamu saat ini, walaupun kamu berusaha biasa namun bapak bisa merasakan apa yang kamu rasakan,sudah sekarang kamu harus berpikir positif saja, semoga di balik ini semua ada hikmahnya, yang bisa kamu nikmati kedepannya bersama keluarga kecil kamu kedepannya... aamiin !",dengan bersamaan kami semua mengamini ucapan bapak barusan.Kamu sekarang tenangkan diri dan pikiranmu dulu, termasuk kamu Rey... kalian butuh mental yang lebih kuat lagi untuk kedepannya.


Kalian harus jaga kesehatan kalian berdua jangan sampai ambruk karena banyak nya pikiran ibuku pun menambahkan masukan untuk kami berdua".


Dengan isak tangis yang tak bisa di bendung lagi mas Aditya mengucapkan terimakasih kepada bapak dan ibu ku, tak banyak kata yg terucap dari mas Aditya hanya isak kan tangis yang terdengar oleh kami semua,begitupun dengan aku tak kalah sedihnya dengan mas Aditya.


Aku menangis tersedu di pangkuan ibu, ada rasa sesak yang teramat sangat mengingat akan suratan takdir hidup.

__ADS_1


Ibu mengelus lembut kepalaku, ku lihat ibu meneteskan air mata menambah rasa sedihku bertambah,ya Alloh berikanlah kesehatan dan umur panjang bagi kedua orang tuaku ini, semoga di usianya yang semakin menua aku bisa membahagiakan mereka. aamiin...


Mas Aditya pamit pada bapak dan ibu akan beristirahat ke rumah tante Indira.


__ADS_2