Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
Aditya 1


__ADS_3

Paparan sinar matahari membuat keringat luluh lantas membasahi di beberapa bagian tubuh,ku amati seseorang yg begitu aku kasihi, ada rasa tak tega melihatnya, dari pagi ia setia menemaniku menyusuri jalan mencari lowongan pekerjaan di pusat perkotaan.Ada rasa bersalah terhadapnya, karena aku dia harus merasakan ini semua, Reyna maafkan keegoisan ku dalam hati aku bergumam,dia wanita yg baik, mandiri dan dia mempunyai jiwa penolong yang luar biasa.


Ku usap cucuran keringat yg mulai nampak di pelipisnya dengan saputangan.

__ADS_1


"Yang maafin mas ya, kamu jadi ikutan susah seperti ini, kasihan kamu jadi harus panas- panas an nemenin aku nyari lowongan pekerjaan...!sudah ah mas jangan merasa bersalah seperti itu, aku gak apa-apa mas tenang saja,mungkin ini ujian buat kita mas, semoga di balik semua ujian yg kita lewati ada kebahagian menanti aamiin".Reyna terus dan terus menguatkan ku serta menyemangati ku tak henti hentinya."Terimakasih ya sayang",iya mas sama-sama.


Aku jadi teringat lagi perjuangannya dulu sewaktu pertama kali mendapatkan pekerjaan di cikarang, bekasi,dialah yg slalu membantu ku di saat aku terpuruk dengan keadaan. Lagi-lagi aku merasa bersalah dan berdosa. dulu Reyna gak pernah merasakan kekurangan sedikitpun di sana,dia bekerja hanya untuk mencari ketenangan dan kenyamanan hidup, meskipun dia tinggal seorang diri jauh dari orang tua, saudara dan keluarga tapi dia baik-baik aja,gajih yang selama dia bekerja murni hanya untuk kesenangan dia semata,kontrakan,dia gak harus memikirkan bayar kontrakan dan kebutuhan bulanan karena semuanya di tanggung pacarnya yg dulu.

__ADS_1


Ada rasa bersalah yang begitu besar terhadapnya, ya Alloh... hanya kepadamu hamba memohon pertolongan,hamba mohon berikanlah segera pekerjaan padaku, aku ingin menebus semua rasa bersalahku kepada orang yg saat ini aku kasihi dan sayangi.


Setelah bersamaku Reyna merasakan hidup susah, kesehariannya jauh sekali dari kata enak tak seperti dulu sebelum bersamaku,tak lagi pergi nyalon, belanja juga di batasi, yang paling aku merasa berdosa ingat suatu hari pernah kami jalan kaki dari kontrakan sampai ke tempat kerja, menyusuri jalan di saat matahari sedang terik-terik nya ya Alloh sedih rasanya kalau harus mengingat kejadian saat itu.Namun Reyna tetap berusaha kuat dan menerima keadaan seperti itu bersamaku. Dari itu aku benar-benar tak bisa jauh dari dirinya.Reyna menerima aku apa adanya bahkan dia bersedia harus merasakan hidup susah bersamaku.

__ADS_1


Di saat Reyna memutuskan resign dari pekerjaan aku begitu putus asa, seperti tak ada harapan dalam hidup ini, kerja jadi gak bisa fokus, tak ada lagi ketenangan dalam hidup, khirnya aku memutuskan untuk ikut berhenti bekerja dan menyusul Reyna ke daerah alasnya. Tanpa berpikir panjang saat itu aku juga gak meminta saran dulu dari dia aku gak mengabari sebelumnya aku langsung memutuskan menemui Reyna ke rumahnya. Aku tak memikirkan resiko apa yang akan terjadi kedepannya.Lagi dan lagi aku merasa bersalah pada Reyna,dengan keputusan yg ku ambil saat ini.


__ADS_2