Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
Aditya


__ADS_3

Pagi ini ku langkahkan kaki menuju terminal kota, di salah satu daerah di Jawa Barat, langkahku pun terasa berat untuk ku ayunkan, akhirnya sampai juga d terminal kota ini, ku dekati bis tujuan daerahku, lalu duduk di kursi bagian tengah.


semoga tekad ku untuk menikahi Reyna menjadi pilihan yang tepat untuk kehidupan ku ke masa yang akan datang.


Aku sudah merasakan lelah dengan keadaan bukan berarti aku tidak pernah mensyukuri, dan menerima takdir hidupku ini, namun aku hanya manusia biasa yang terkadang tak sanggup menerima kenyataan pahit dalam hidup.Akupun merasa ada ketidak adilan dengan cara orang tuaku memberi kasih sayang pada ku dan anak yang lain nya, di usiaku yang sudah menginjak 23 tahun, baru sekarang ini aku mengurus akta kelahiran, itupun aku sendiri yang akan mengurusnya. Bayangan masa lalu melintas begitu saja d benak ku ini,masa-masa kecil... masa-masa sekolah yang banyak memberi rasa sedih dan selalu membuat rasa sesak di hati ini.sepanjang perjalanan hanya bisa melamun.


Pertemuan ku dengan Reyna...membuat semangatku terpacu untuk bisa hidup ke arah yang lebih baik lagi,bersama dia aku merasakan ketenangan, kenyamanan menjalani hidup,mungkin terlalu egois diri ini, memaksakan untuk bisa bersama sama dia dan berusaha berada di tengah-tengah keluarganya,namun aku tak sanggup bila harus berpisah dengan Reyna,pokonya kalo sampai orang tuaku tak merestui pernikahanku dengan Reyna...lebih baik aku nekat pergi untuk menikahi Reyna,meskipun orang tuaku nanti dan keluarga tak akan menghadiri acara pernikahan tak jadi masalah, bukan bermaksud aku mau durhaka pada orang tua, namun aku sudah lelah dengan keadaanku selama ini.


Menjelang sore aku pun tiba, keadaan rumah kosong, mungkin semua orang sedang ke kali untuk mandi, dan nyuci, karena di rumahku belum ada kamar mandi, kalo bapak mungkin masih kerja dan akan pulang sekitar jam 9 malam.

__ADS_1


Aku bergegas masuk ke kamar, menaruh tas ransel dan berganti baju,lalu aku pun segera menyusul ibu dan adik" ku ke kali, badan ku juga sudah terasa lengket ingin segera membersihkan badan ini.


"Loh kamu sudah pulang lagi Aditya, kenapa? mau ngasih pikiran apa lagi kamu sama orang tua?", dengan suara sedikit lantang ibu berbicara padaku.Aku hanya diam malas harus berdebat dengan ibuku kali ini,sudah badan capek, pikiran tak karuan, malah di tambah cecaran perkataan ibu, yang membuat kepala ini tambah sakit.


"Sudahlah bu jangan ngajakin ribut terus Adit masih capek baru juga nyampe malah ngomongnya gak enak banget di dengar".


Aku pun memutuskan untuk buru-buru mandi dan bergegas pulang ke rumah, tak lupa ku bawa dua ember yang berisi cucian, dan perabotan yang sudah ibu cuci.


Samar-samar terdengar suara kumandang adzan maghrib, ku buka mata perlahan dan berusaha bangun dari tempat tidur, ku raih sajadah hendak sholat maghrib berjamaah di masjid dekat rumah,ku urungkan niat untuk langsung pulang ke rumah, aku pergi ke rumah teman sepermainan ku dulu sampai sekarang.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum...Karno... Assalamu'alaikum... ku ketuk pintu rumah Karto dan mengucapkan salam.


Waalaikusallam.. eh kowe toh.. kapan teka sekang kota?


(eh kamu toh...kapan datang dari kota).


miki sore nyong nembe wae tekan omah.


(tadi sore aku baru aja sampek rumah)"

__ADS_1


kami pun ngobrol di kursi depan rumah Karno. jam 23.15 ku putus kan pulang ke rumah, dan beristirahat.


__ADS_2