Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
mengabari mas Aditya tentang izin dari bapak


__ADS_3

"Assalamu'alaikum... gimana kabarnya mas sehat? Alhamdulillah yang kamu sendiri sehat? Alhamdulillah mas", aku terdiam untuk beberapa saat sambil mengatur nafasku yg terasa sesak, teringat kejadian kemarin dengan sikap ibu.


"Halo... halo yang ko diam...?,di sebrang sana mas Aditya memanggil, o.. o iya mas maaf", tersadar dari lamunan aku berbicara lagi padanya.Kenapa yang..? gak kenapa napa mas".

__ADS_1


"Oh...iya mas aku hanya mau ngasih tau, kemarin bapa bicara sama aku, katanya bapak mengizinkan mas Aditya untuk mencari pekerjaan di tempatku mas, tanteku juga alhamdulillah memperbolehkan mas buat tinggal di rumahnya untuk sementara waktu, mas persiapkan saja semua yg harus mas bawa".


"Alhamdulillah ya Alloh....yang terimakasih berkat kamu juga bapak, ibu dan keluarga di sana berkenan mengizinkan mas untuk mecari kerja di tempat kamu".Rasa syukur dan senang ter dengar dari sambungan telpon.iya mas sama-sama.

__ADS_1


"Secepatnya mas akan mempersiapkan semuanya keperluan yg akan mas bawa ke sana,rasanya bangkit lagi semangat mas yang mendengar kabar baik ini,karena selama disini mas hanya merasakan putus asa saja yang, memikirkan gimana caranya bisa mendapatkan pekerjaan.Iya mas ini semua juga berkat doa kita dan perjuangan kita dengan niat yg tulus, semoga Alloh memberi kelancaran dan mempermudah semuanya nanti aamiin".


Begitu terbangun ku lihat jam dinding sudah berada di angka 16.00...aku langsung bergegas mengambil air wudhu untuk menunaikan ibadah sholat ashar.Setelahnya aku pun melakukan rutinitas seperti biasanya menyiapkan hidangan untuk makan malam nanti, dengan menu sederhana tumis kangkung, dadar telur, tahu, tempe goreng tak ketinggalan juga sambel tomat, semuanya ku tata rapih di meja makan lalu ku tutup dengan tudung saji, buru-buru aku mandi dan menunaikan sholat maghrib, dalam sujud ku tak lupa ku panjatkan rasa syukur pada sang maha pencipta atas segala rahmat dan karunia yg telah di berikan kepadaku,dan sudah terpecahkan satu masalah yang cukup menguras hati dan pikiran tentang mas Aditya.

__ADS_1


Ku raih lagi benda pipih milikku yang tergeletak di atas meja,membuka pesan masuk dari mas Aditya.Dia menceritakan sedikit masalah, ada sedikit perdebatan dengan ibunya tentang keberangkatan mas Aditya yang akan mencari pekerjaan di tempatku, ternyata tak jauh beda sikap yang di tunjukan ibunya mas Aditya dengan sikap ibuku selama ini.


Berawal dari mas Aditya menceritakan kalo bapakku mengizinkan mas Aditya tinggal di tempatku sementara waktu sambil mencari pekerjaan,"kowe iki yo wes pena-pena due gawean malah metu sekong kerjaan(kamu ini ya udah enak-anak punya pekerjaan malah keluar dari tempat kerja),apa sih sing ono nang pikiranmu, heran mae ki karo kowe(apa sih yg ada dalam pikiranmu, heran ibu ini sama kamu),malah sing d pikir ke wedok, mbok sing kudu ne di pikir ki adi-adi mu(malah yang d pikirin perempuan, seharusnya yang di pikirin itu adik-adik kamu)"

__ADS_1


__ADS_2