Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
keputusan nekat mas Aditya


__ADS_3

Sebulan berlalu dari keluargaku bertandang ke kediamannya mas Aditya, aku hanya berusaha ikhlas menerima apapun itu hasilnya yang akan aku jalani kedepannya.


Sore hari selagi aku berada di kamar terdengar ketukan pintu dan ucapan salam dari arah luar, aku berusaha bangkit untuk melihat siapa orang yang bertamu ke rumah ini.


"Waalaikumsallam... iya sebentar, namun betapa terkejutnya aku di saat membuka pintu, berdiri mas Aditya di hadapanku dengan senyuman ciri khasnya. Mas Aditya... dengan suara bergetar ku sebut namanya,silahkan masuk mas, sebentar ya mas aku ambilkan minum dulu", tak berselang lama aku pun kembali dengan membawakan segelas air teh manis hangat untuknya."ko kamu nggak ngasih kabar dulu mas mau ke sini,kebiasaan deh,"sambil menggaruk tengkuk yang ku rasa gak gatal, dia berkata padaku. "Maafkan aku ya sayang aku nekat pergi dari rumah, aku sudah tak kuat lagi,merasa kasian juga melihat kondisi keluargaku yang seperti itu, aku merasa malah menambah beban bagi mereka,aku sudah berusaha mencari kerja kesana-kemari namun hasilnya tetap sama,belum ada yang menerima karyawan baru, yang ada malah mengeluarkan uang terus untuk biaya transportasi selama mencari pekerjaan".Aku pun hanya diam mendengarkan apa yang dia bicarakan,aku pun bisa mengerti apa yang sedang mas Aditya rasakan,namun tak bisa berkata banyak, lagi lagi bingung harus bagaimana,kami pun saling terdiam dengan pikiran masing-masing.

__ADS_1


Datanglah bapak dan ibu dari arah luar, eh ada tamu, bapak berucap dan mas Aditya pun langsung berdiri menyalami bapak dan ibu."Gimana sehat pak, bu...? "mas Aditya bertanya basa basi pada kedua orang tuaku. "Alhamdulillah...kamu sendiri gimana sehat juga kan?Alhamdulillah pak masih d beri kesehatan sampai saat ini." Lalu kami pun meneruskan obrolan di tambah dengan kehadiran bapak dan ibu.


Akhirnya mas Aditya pun berbicara langsung kepada kedua orang tuanku dengan tekadnya untuk menghalalkan hubungan kami berdua, dan tak lupa dia pun mengatakan persoalannya dan keluarganya, yang akhirnya dia memutuskan dengan modal nekat untuk menyuntingku.Mas Aditya pun secara gampang terbuka masalah biaya yang ia punya, hanya tinggal sedikit uang tabungan yang ia punya saat ini.


"Apa orang tua kamu mengerti dengan niat kamu akan menikahi anak kami? apa tanggapan dari mereka?jangan kamu nekat tanpa ada restu dari orang tuamu Aditya, ibu gak mau yang akhirnya akan ada prasangka buruk ke keluarga kami,di sangka kami memaksa kamu menikahi Reyna".Mas Aditya menunduk dan terdiam, dengan nafas berat mas Aditya pun berkata lagi.Kalo bapak menyerahkan semuanya padaku bu, langkah apa yang akan saya ambil kedepannya, cuman kata-kata mas Aditya terhenti... dengan suara bergetar mas Aditya meneruskan kembali ucapannya. Ibuku... bu... yang belum bisa memberi dukungan atas keputusanku ini".Lalu mas Aditya menundukkan lagi kepala dan tanpa bisa di bendung iapun terlihat meneteskan air mata.

__ADS_1


"Sekarang begini saja, bapak, ibu harus membicarakan dulu perihal masalah ini ke keluarga besar di sini semoga ada jalan terbaik buat kalian berdua nantinya, dan bapak juga harus bertanya juga kepada keluarga kamu di sana, dan menjelaskan duduk permasalahan di sini kami selaku orang tua Reyna dan keluarga tak ada sedikitpun paksaan terhadap kamu, ini mutlak tekad dan kemauan kamu sendiri untuk menikahi anak kami".Setelah berbicara seperti itu bapak pamit meninggalkan kami berdua di ruang tamu, begitupun dengan ibu yang beranjak mengikuti langkah bapak.


"Maafin mas ya sayang... !mas terlalu memaksakan kehendak mas sendiri malah menjadi beban buat keluarga kamu,mas rasanya sudah putus asa, dengan jalan hidup mas, tekanan dan tekanan selalu mas rasakan dari sewaktu kecil hingga saat ini, mas Aditya mengungkapkan semua isi hatinya padaku,dari dulu mas selalu merasa tersisihkan di keluarga mas selalu diam dan berusaha menerima keadaan, mas capek, lelah sayang." Lagi dan lagi air mata mas Aditya lolos begitu aja tanpa bisa d tahan.


Aku berusaha menarik nafas panjang bingung dengan situasi sekarang ini ya Alloh."Ya sudah mas sekarang mas istirahat saja d rumah tante Indira, sebentar aku mau beri tau dulu tante Indira kamu mau ikut menumpang nginap lagi di rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2