Sesak Yg Menyeruak

Sesak Yg Menyeruak
Kembali pulang dengan keraguan


__ADS_3

Selama perjalanan menuju tempat tinggal ku, pulang dari kediaman mas Aditya di Jawa Tengah, aku hanya diam termenung, memikirkan keraguan yang mendalam,apa hubunganku dengan mas Aditya akan berakhir bahagia atau malah sebaliknya,aku hanya bisa pasrah, dan berusaha menerima takdir Alloh dengan apa yang akan terjadi kedepannya, gak terasa waktu sudah setengah perjalanan menuju daerahku, bis pun berhenti di tempat peristirahatan.

__ADS_1


Rey mau pesan makan apa...?,ibu bertanya padaku... gak ah bu... aku beli minuman dingin aja, kayanya masih kenyang bu, ya udah ngambil aja sekalian beliin buat ponakan mu,iya bu apa ibu sama bapak mau di ambilkan juga minuman dingin bu, gak usah Rey ibu sudah ada ini teh anget, oh ya sudah bu aku beranjak mengambil minuman yang ku inginkan, setelah istirahat bis pun kembali melaju, dan akhirnya kami pun tiba di terminal kota.

__ADS_1


Sesampainya di rumah aku langsung membersihkan diri dan bersiap siap menunaikan sholat maghrib, di dalam sujud aku bersimpuh memohon pertolongan pada sang Maha Kuasa, di beri jalan terbaik untuk hubunganku dengan mas Aditya,meminta di lancarkan, di permudah segala urusanku, kalo memang dia jodohku dekatkanlah, dan begitu pun sebaliknya kalo memang bukan jodohku berikan petunjuk yang selalu di ridho i tanpa ada rasa sakit di antara kami berdua.

__ADS_1


samar-samar ku dengar ibu memanggilku, "Rey... Rey...kamu tidur? lalu aku bergegas menghampiri ibu, gak bu ada apa manggil aku?. kamu makan dulu, seharian ini kamu belum makan, jangan malah menyiksa diri seperti ini nak, kalo sampai sakit kamu juga yang ngerasain susah." Aku pun mengangguk pelan dan aku terpaksa mengambil makan lalu ku bawa ke kamar, sengaja ku ambil sedikit porsi makan ku, karena rasa malas yang begitu kuat mendominasi diri,dengan malas-malasan ku masukan suapan demi suapan nasi tanpa bisa menghabiskannya.ku taruh piring di atas meja pojok kamarku.Ku rebahkan lagi tubuh ini di atas kasur, pikiranku menerawang jauh teringat lagi akan perkataan bapak nya mas Aditya, yang menyuruh mas Aditya untuk mencari dulu lowongan pekerjaan di daerahnya,akankah ke depannya aku bisa bertemu lagi dengannya, tak terasa buliran bening mulai membasahi pipi ini, sulit sekali ku bendung rasa ini, rasa yang entah antara bisa bersatu apa malah sebaliknya,karena mungkin rasa capek seharian perjalanan jarak jauh akhirnya aku pun tertidur dalam isak tangis.Begitu ku buka mata ini jam menunjukan pukul 02.15 disni hari,aku pun memutuskan ke kamar mandi dan mengambil air wudu untuk menunaikan sholat Isya yang sempat tertunda karena aku ketiduran, lalu ku lanjutkan sholat tahajud meminta ketenangan hati dan pikiran, dan semoga terlepas dari rasa ragu untuk menjalani semua kenyataan ini.

__ADS_1


__ADS_2