
Mereka kemudian istirahat sejenak ditemani para warga yang kagum akan keberanian mereka.
"kalian memang sangat berani nak ." puji salah satu warga
"kalo dipikir lagi ya takut juga ." jawab Mamat
"apa mereka sering kesini ?." tanya bujang pada warga
"jarang, tapi mereka borong dengan harga murah bahkan maksa kalo ditolak ."
"jadi kalian terpaksa menjual sayur kepada mereka ?." celetuk Mamat.
"iya, mereka tak segan untuk merusak sayur kami jika masih menolak ."
Selesai memanen sayur di ladang tersebut mereka kembali ke rumah Mamat dahulu .
"dik..bilang sama ibu ya mas langsung berangkat ." ucap Mamat pada adiknya
"iya mas.. hati-hati ." balas adiknya
"jaga ibumu..ini buat ibu ya, jangan bilang Mamat ." bujang memberi uang Rahmat lalu mengelus kepalanya.
"makasih bang ." balas Rahmat lirih
Ditengah perjalanan kendaraan mereka dilempari batu dari luar, tiba-tiba dua orang melompat ketengah jalan.
"ada apa ini bang ." Mamat panik
"tenang dulu mat ." bujang menenangkan Mamat
"tapi kita sekarang tak punya bantuan seperti tadi pagi bang ." Mamat bertambah gusar
"kenapa berhenti mat ?." teriak dari bak belakang
"kalian turun , ada masalah ." bujang menjawab teriakan itu
__ADS_1
Para preman diluar kemudian memasang batang kayu besar untuk menutup jalan.
"bagaimana ini bang? kita tak punya dukungan seperti pagi tadi." mereka terlihat gusar
"apalagi tadi pagi kita cuman modal nekat ." Mamat menimpali
Tak banyak bicara kelima preman itu telah mengepung . tapi beberapa anak buah bujang itu mengambil beberapa batu seukuran kepalan tangan yang berserakan disana.
"kantongi batu-batu ini setidaknya bisa buat alat" bisik salah satunya
Salah satu preman itu dengan lincah menghunuskan belati ke arah bujang. Tapi bujang tak kalah cepat ia berhasil menangkis tangan preman tersebut.
Saat bersiap untuk Serangan kedua kepalanya telah dihantam batu dari belakang sehingga ia jatuh tersungkur tepat di kaki bujang.
Bujang kini membantu lainya menghadapi ke empat preman itu. bujang yang menyerang dari belakang menghunuskan belati yang direbutnya ke bahu salah satu preman.
Meski berhasil menjatuhkan dua preman salah satu kawan Mamat terluka terkena sabetan belati.
"bawa Yusuf mundur ." teriak Andhi
Bujang yang masih dibelakang preman itu berlanjut memukul tengkuk preman ketiga. Belum sampai jatuh mereka balik menyerang bujang, tetapi preman itu lupa sekarang sudah kalah jumlah.
Mamat dan Adhi mendekat dengan membawa dua batu di kedua tangannya. saat ketiga preman itu menyerang bujang Andhi dan Mamat memukul mereka dari belakang , serempak preman tersebut tersungkur pingsan.
Mereka bertujuh segera mengikat para preman agar tidak kabur selagi mengobati Yusuf.
"ambil tali di bak belakang!." titah bujang
disaat bersamaan lainnya membantu Yusuf.
"sebentar aku ambilkan obat merah ". Mamat kembali ke truk
"srek..sreeeek" Andhi menyobek lengan bajunya untuk menutup luka Yusuf.
Setelah mengikat para preman bujang dan Dono mendekat ke arah Yusuf.
__ADS_1
"apa masih jauh dari puskesmas atau klinik ?." tanya bujang
"sekitar dua kilometer lagi ada puskesmas ."
Mereka segera memapah Yusuf yang terkulai lemas dengan darah mengucur. Begitu pula para preman dibawa mereka di truk tapi dengan kaki dan tangan terikat.
"siapa yang menyuruhmu ?." cecar bujang saat salah satu preman itu siuman
"tidak..tak akan ku beritahu siapa bosku ." tamparan keras melayang dari tangan Andhi
"hey..tahan dulu, dia lebih lemah daripada kau tak adil jika kau serang ."
"lepaskan saja talinya..biar ku hajar hidungnya ." emosi Andhi meluap
"jangan.. nanti sayurku rusak ." putus bujang
Hatta sampailah mereka di puskesmas yang dituju. Dengan lincah dua orang keluar memapah Yusuf yang lemas tak berdaya.
"tolong bantu teman kami, dia tertusuk begal di hutan sana ." Mamat masuk menemani Yusuf sedangkan bujang mengurus administrasi .
"maaf mas..teman kalian harus segera dirujuk ke rumah sakit lukanya mengeluarkan banyak darah ." ujar perawat puskesmas
"baik segera dirujuk saja, yang penting dia selamat ." bujang menyahut
"tetapi ambulans kami baru saja keluar menjemput pasien ." lanjut perawat tersebut
"begini saja, kita bawa dengan truk tolong satu atau dua perawat menemani pasien ke rumah sakit ." sela Mamat
Kemudian perawat tersebut dibantu bujang menuju rumah sakit terdekat demi selamatkan nyawa Yusuf.
17\-04\-2020
__ADS_1