
Setelah lama obrolan keduanya, Mamat baru muncul membawa nampan penuh gelas kopi.
"wahh...baru muncul ." ledek kawan Mamat yang sedari tadi menonton obrolan bujang
"maaf tadi gasnya habis, jadi aku harus pakai kayu bakar ."
"iya..kalian sudah tau tujuan kalian aku kumpulkan ?." sela Mamat
"oiya..saya sampai lupa ." bujang menepuk jidatnya
"kalian ada yang bisa bawa truk ?." tanya bujang
"bisa bang ." jawab mereka serempak
"bagus...besok ikut Mamat ke tempat bos kami mau ?."
"tentu mau.."
Setelah semalaman berbincang ke sana kemari mereka baru membubarkan diri pukul satu malam.
"eh..jangan ngobrol terus, katanya mau ikut bang bujang ." pecah Andhi
"oh iya..kami pulang dulu ." pamit mereka
Paginya bujang dibangunkan harumnya bau masakan dari dapur.
"masakan siapa ini baunya enak sekali ." gumam bujang
Tak lama adik Mamat menyajikan beberapa piring makanan di depannya.
"ini semua siapa yang masak ?." tanya bujang
"mas Mamat bang ."
"mas mu bisa masak? " tanya yosika lagi
"bisa..bahkan sedap kali masakannya ." jawab Rahmat dengan wajah riang
__ADS_1
"aku mau liat mas mu masak ." bujang menuju dapur dan benar mamatlah yang sedang memasak.
"ku kira kau cuma bisa bawa truk ." ledek bujang
"jangan ledek aku bang kalo belum coba masakan ku ." Mamat membela
Selesai masak mereka semua berkumpul untuk sarapan bersama.
"aku suapi ibu dulu mas." ujar Rahmat
"sejak kapan kau pandai masak mat ?." tanya bujang
"sejak ibuku sakit-sakitan aku terpaksa yang masak ."
Tepat saat Mamat dan bujang selesai sarapan, kawannya datang.
"assalamualaikum mat..Mamat ."
"iya sebentar ." bujang membukakan pintu
Sekitar pukul tujuh mereka baru menuju ladang sayur yang jaraknya tak kurang dari satu kilometer.
"ayo berangkat nanti kesiangan ." Mamat memecah obrolan
dengan lihai kawannya melompat ke bak truk.
Sampai di ladang bujang berusaha agar petani mau menjual sayurnya .
"pagi Bu.. sayurnya udah ada yang beli apa belum ?." tanya bujang
"belum..Abang mau beli ?." ibu itu balik bertanya
"iya bu..ini semua saya borong 2,5 juta boleh ?." tawaran bujang
"tambah lagi bang ."
"yasudah 2,7 juta gimana ?."
__ADS_1
"ya gitu Lo bang jangan kaya temennya, murah sekali ." bujang tak tahu yang dimaksud ibu itu .
Saat Mamat dan kawannya telah memanen separuh dari sayur itu datang lima orang preman .
"hey..kalian jangan main-main dengan kami !." teriak salah satunya
bujang mendekat dan mencoba bicara baik-baikb "apa ladang ini telah tuan beli ?."
"asal kamu tahu dari kaki lereng itu sampai sungai sana itu wilayah kami ." bentak mereka
"maaf jika semua ladang ini milik kalian , tapi kata ibu pemiliknya ini belum ada yang beli ." bujang tetap sabar
"Halah.. tengkulak mana kalian berani datang kesini ."
"maaf jika kami salah , tapi masih banyak ladang selain ladang ini ." bujang tetap mencoba sabar
"tak ada yang boleh membeli sayur disini selain kami." jawab mereka dengan nada tinggi.
Salah satu preman itu tiba-tiba menyerang bujang. tetapi dengan sigap bujang menghindar.
Mamat dan lainnya membantu bujang yang sedang diserang. meski kalah jumlah tapi preman-preman itu tetap sanggup menahan lawannya.
Pemilik kebun dan warga lainnya tak berani membantu karena takut ladang mereka ikut di obrak- abrik para preman itu.
Kalah jumlah akhirnya preman itu kabur saat terdesak .
"apa mereka sering kesini ?." tanya bujang
"dulu bos mereka datang kemari baik- baik tapi sebulan ini malah preman itu yang menggantikan ." jawab warga yang dari tadi menonton mereka berkelahi.
"siapa bos mereka ?." Mamat kini yang bertanya
"tuan Randi nama bos mereka ." jawab warga lainnya.
"jadi mereka anak buah ompong ." ucap bujang
"memang sejak ditinggal Abang ompong semakin kejam ." celetuk Andhi.
__ADS_1