SI ANAK RODA

SI ANAK RODA
HARGA PASAR


__ADS_3

Sampai di kota bujang menemui Anton sedangkan Mamat mengajak lainnya untuk diberi tahu tugasnya.


"mat , bawa yang lain ke bengkel ." titah bujang


"baik bang.."


"jangan turun dulu kalian bukan turun disini ." ucap Mamat


"kemana lagi mat ?." tanya Andhi tapi Mamat tak mendengar


Bujang mengambil ponsel hendak menelepon Anton.


"bang ..." ucap tukang kebun didepannya


"iya ada apa ?." bujang menunduk hendak menelepon Anton


"sudah ditunggu bang Anton di sana ." tukang kebun itu menunjuk posisi Anton


"terimakasih, untung belum ku telepon ." balas bujang


Sementara Mamat dan lainnya berhenti di bengkel tempat para sopir truk memarkirkan truknya.


"kalian turun, aku mau cari makan ." ujar Mamat


"kami ikut kamu aja mat ."


"yaudah ayo." balas Mamat


Mereka makan malam di warung nasi goreng tak jauh dari bengkel .


"kalian pesan nanti aku bayar ". kata Mamat


"emang kamu punya uang ?" ledek kawannya


"setidaknya cukup kalo cuma traktir kalian berdua ."


Sementara Anton menunggu bujang sambil makan bakso.


"kelihatannya enak tuh bakso ". ledek bujang


"kaya Abang gak pernah makan bakso aja ."

__ADS_1


"ngomong-ngomong gimana harga pasar ?." tanya bujang


"ya terpaksa aku suruh naikin sedikit selama barang belum sampai ." jawab Anton dengan asik makan bakso.


"sayur apa yang sedang menipis ?." tanya bujang


"aku cek tadi cabe, bunga kol sama tomat ."


"Abang malah bawa kubis ." bujang menepuk jidatnya


"oh ya..Abang kok lama banget ada masalah apa ?."


"temen Abang sakit ditengah jalan jadi mampir dulu ke rumah sakit ."


"maunya pulang besok tapi kamu nelpon jadi ya maksain pulang ." lanjut bujang


"lha terus yang jagain temen Abang siapa ?."


"ada , dua orang Abang tinggal disana ." jawab bujang , saat bersamaan obrolan mereka dipecah oleh penjual bakso.


"maaf kang , ini baksonya gak pake mayonaise ."


"kamu ni ada-ada aja mana ada bakso pake mayonaise ." canda Anton


"oow...mau kau sentil ginjal kau ya ." canda bujang


Sementara itu setelah selesai makan mengajak kedua kawannya ke rumah susun tempat para pegawai pak Mardi tinggal.


"ayo pulang , kan udah makan jadi ngantuk ." celetuk Andhi


"emang kamu tahu dimana kita tidur ?."


"enggak, tapi ayo ."


"kita itu tidur di emperan toko sana ." canda mamat menunjuk toko kelontong yang telah tutup.


"ah kamu becanda aja ."


"yaudah ayo aku antar ." Mamat beranjak berdiri.


Mereka bertiga berjalan menyusuri jalanan yang mulai sepi.

__ADS_1


"kamu lihat rusun itu ?." Mamat menunjuk rusun diseberang jalan


"iya kenapa ?."


"kita tinggal disana ."


Sampai disana mereka segera beranjak tidur.


"ini kamar kalian, jaga baik-baik ." ucap Mamat


"kapan kami kerja mat ?." tanya andhi


"tunggu perintah bang bujang ."


"bang bujang dimana kok kita gak liat dari tadi ? " tanya mereka


"dia sama Anton anaknya pak Mardi bos kita, tadi dia minta turun di pasar ." balas Mamat


"apa bang bujang juga tinggal disini ? "


"tidak, dia tinggal di rumah pak Mardi..dia kan tangan kanannya pak Mardi ."


"lalu apa bang bujang dengan ompong itu musuhan ?." tanya Rudi


"kalian itu banyak tanya...tak semuanya bisa ku jawab markonah ."


"jangan emosian kau mat." ledek Rudi


"habis kalian banyak tanya ." balas Mamat kesal


Kemudian Mamat keluar meninggalkan kedua temannya.


"jangan lupa hemat listrik, kalian disini semua bayar sendiri ." sindir Mamat


"tenang kami juga tahu ini tak gratis mat ." jawab Rudi santai.


 


18\-04\-2020


 

__ADS_1


IG: @okipradana93689


__ADS_2