
"kapan mereka bisa mulai latihan ?." tanya Anton
"aku belum menanyakan padanya ." bujang baru sadar ada yang terlewat dari rencananya.
"coba kau tanyakan dulu pada gurumu itu ."
"begini saja, sebentar lagi bulan ramadhan dan dia meliburkan latihan jika bulan puasa ." jelas bujang
"lalu ? "
"aku akan pulang ke kampung ku sekaligus menanyakan kapan bisa melatih ." lanjut bujang
"ide bagus, apa aku boleh ikut ?."
"boleh saja." balas bujang pada Anton
"kapan kau pulang kampung ?."
"sepertinya setelah memastikan sayur cukup selama kita tinggal sebentar." jawab bujang.
Sorenya Anton meminta izin pada ayahnya ,pak Mardi.
Setelah mendapatkan izin mereka segera mengatur rencana agar persediaan sayur selama mereka tinggal aman.
Seminggu sebelum lebaran mereka memutuskan berangkat ke kampung bujang.
Pulang kampung adalah keinginan bujang sejak dulu. Setelah ia mengadu nasib di kota besar itu dia belum pernah pulang.
Saat ia punya rencana pulang itu saat dia mengundurkan diri dari Randi Grup . Selama ini hanya surat dan uang hasil kerja keras bujang yang sampai disana.
Dan ini adalah kali pertama ia benar-benar pulang kampung. Dengan wajahnya yang santai itu dia sabar menembus rapatnya barisan mobil .
Setelah perjalanan panjang tersebut mereka akhirnya sampai dirumah sederhana.
"assalamualaikum ,paman ." ucap bujang mengetuk pintu
Berkali kali mengetuk pintu bujang baru ingat jika pamannya pasti di surau , karena di setiap sepuluh malam terakhir Ramadhan pamannya akan berdiam diri di surau.
Meski orang yang sederhana pamannya tak lupa akan Tuhannya.
Bujang segera menuju surau yang tak jauh dari sana.
__ADS_1
"assalamualaikum, bapak-bapak ." sapa bujang pada kerumunan orang yang sedang berbuka puasa.
"walaikumsalam ." bersamaan mereka menatap bujang .
Banyak yang sudah pangling dengannya, maklum dia pergi saat usianya baru dua belas tahun dan kembali setelah belasan tahun merantau.
"silahkan duduk , ayo silahkan berbuka puasa dulu mas ." ajak salah seorang
"maaf saya sudah berbuka tadi, apa pak sidik ada ?." tanya bujang
Kemudian salah seorang masuk kedalam memanggil pamannya.
"Bujang?..bujang kan ini ." celetuk seorang pemuda seumuran dengannya
"iya saya bujang...kamu ajam ? "
"aku hampir pangling dengan mu bujang, dan betul aku ajam ." ajam mendekati bujang
"aku juga pangling denganmu jam, sekarang kamu tak gemuk lagi ." ujar bujang
"ibuku terus memaksa ku diet , ya jadi hilang ajam yang dulu ."
Seorang laki-laki tua berusia sekitar enam puluhan keluar dengan memegang sajadah.
"paman ." sapa bujang melihat pamannya keluar
"bujang?, benar kau bujang ."
"iya..ini keponakan paman sidik satu-satunya ." bujang langsung memeluk pamannya itu
"kapan sampai nak ?." tanya pamannya
"baru saja , apa boleh kita pulang dulu ."
"baiklah , mari ." kemudian mereka pamit pada yang lainnya.
Sampai di rumah itu pamannya membuka pintu yang reot itu perlahan untuk menghindari decitan yang keras.
"sudah lama sebenarnya bujang ingin pulang kampung paman, tetapi baru kali ini terlaksana ." bujang membuka obrolan
"tak apa , yang terpenting adalah kau masih ingat paman mu ini nak ."
__ADS_1
"dan siapa teman mu itu ?." sidik menanyakan tentang Anton
"saya sidik paman ,teman bujang di kota ." Anton memperkenalkan diri
"apa kau masih dengan tuan Randi ?"
"tidak paman, aku sudah berganti tuan ."
"sekarang bujang ikut pak Mardi , bapak Anton ini ."
"oh..jadi nak Anton ini anak bos kamu ? ."
"begitulah ."
Bujang mengobrol sambil memperhatikan rumah yang dulu pernah memiliki cerita di masa kecilnya.
"uang yang bujang kirim sampai di paman kan ?." tanya bujang
"iya, sampai nak ."
"uang mu paman belikan lembu nak ." jawab sidik
"mengapa tak paman gunakan untuk memperbaiki rumah ini ?." tanya bujang
"tak apa nak, paman sekarang sudah tak mampu mengangkat sayur orang-orang lagi ."
"daripada paman tak ada pekerjaan jadi paman belikan lembu uang kiriman mu , setidaknya aku masih bisa bekerja ." pamannya menjelaskan.
"berapa lembu yang paman miliki ?."
"lima ekor nak ."
"kenapa banyak sekali, seharusnya paman memelihara sapi hanya untuk mengisi waktu ." protes bujang.
"besok , paman jual empat ekor sapi itu, lalu akan digunakan untuk memperbaiki rumah ini nak ." balas sidik.
24\-04\-2020
__ADS_1
IG: okipradana93689