
"Berapa jauh rumah sakitnya ?." bujang tampak panik
"lumayan, kita berharap Yusuf bertahan ." Mamat terlihat pasrah
Sementara itu bujang ikut di bak belakang menemani Yusuf yang pingsan .
"mereka yang menyerang kalian ?." bisik perawat itu pada bujang
"iya mereka menyerang kami ."
"kenapa kamu bawa mereka disini ?." tanya perawat kembali
"mereka akan ku tunjukan bahwa mereka salah sasaran ." jawab bujang dingin
"sekali lagi aku tanya pada kalian "
"siapa yang menyuruhmu ?." bujang menampakkan sisi lain dirinya yang amat menyeramkan
"bos ompong..ya dia bos kami ." mereka berani menjawab setelah melihat kemarahan bujang
"berapa dia membayar kalian untuk menghadang ku ?."
"dia tidak menyuruhku tapi kami membalaskan dendam kawan kami tadi pagi ."
"apa kalian puas membalaskan dendam itu sekarang ?." wajah bujang masih merah marah
" ...." preman itu hanya diam
"sudah puas kalian, kawanku sekarat sekarang "
"kalian punya keluarga ?." tiba-tiba Andhi memecah amarah bujang
"Tentu mereka punya keluarga ." bujang berusaha menenangkan dirinya
"kami bisa saja membunuh kalian di tengah hutan tadi, tapi kami masih membawa kalian kesini untuk apa ?.
"agar keluargamu tak menanti kepulangan kalian yang telah membusuk ditengah hutan ." Andhi kemudian duduk di samping bujang
"ingat anak mu masih butuh seorang ayah atau istri kalian juga masih butuh seorang imam ."
__ADS_1
Suasana tegang mulai hilang , para preman itu masih tertunduk tak berani menatap bujang.
Satu jam lebih perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
"kalian tunggu disini biar kami yang mengurusnya ." ucap perawat tersebut
"baik kami tunggu kabarnya ."
Bujang kembali ke truk dan memerintahkan preman itu turun.
"lepaskan tali mereka dan bawa turun ." titah bujang
"bawa mereka masuk ."
"tolong obati teman kami , kami diserang hewan buas tadi ." pinta bujang pada perawat rumah sakit
"baik akan kami obati ."
Setengah jam kemudian perawat dari puskesmas menemui bujang dkk
"kondisi teman kalian sudah membaik , dia telah diberi dua kantung darah ."
"Alhamdulillah... apa yusuf sudah sadar ?." Andhi menyela
"kami pamit dulu, ." tambah perawat satunya
Lima menit kemudian dokter yang menangani Yusuf menemui mereka.
"kalian keluarga pasien Yusuf ?." tanya dokter
"iya kami teman Yusuf ." Mamat yang menjawab
"apa ada kelurga yang bisa saya ajak diskusi ?."
"maaf kami perantau dok jadi gak ada keluarga disini, tapi untuk diskusi saya bisa ." jawab bujang
"baiklah ikut saya ."
"baik dok." bujang mengikuti dokter tersebut ke ruangannya.
__ADS_1
"Begini, usus teman kamu mengalami infeksi akibat tusukan tersebut ."
"lalu langkah apa yang bisa di lakukan ?." bujang sangat serius .
"operasi..harus segera melakukan operasi ."
"jika itu memang langkah terbaik lakukan dok, saya akan tanggung biayanya."
Hatta bujang mencari ATM terdekat untuk mengambil uang cash.
"apa ada ATM di dekat sini ?." tanya bujang pada temannya
"tak faham daerah sini aku bang ."
Bujang berganti bertanya kepada resepsionis rumah sakit.
"maaf mbak, ATM terdekat dimana ya ?."
"di depan gang itu belok kanan nanti ada di kanan jalan ." ujar resepsionis.
"makasih mbak ."
Ternyata disana sedang antri maklum awal bulan mahasiswa banyak yang ngecek kiriman orang tuanya.
Saat itulah bujang teringat untuk menelepon Anton mengabari jika ia tak bisa sampai di sana hari ini.
Tak lama telpon usai antrian ATM sudah giliran bujang.
Pulang dari ATM bujang sempatkan membeli roti bakar dipinggir jalan.
"wah, sudah jam setengah tiga
mereka pasti belum makan siang ." batin bujang saat melihat jam ditangan kirinya.
"ada yang jual makanan gak ya ?." tak begitu lama mata bujang tertuju pada penjual roti bakar diseberang jalan.
"ah itu ada roti bakar ." bujang segera menyebrang
__ADS_1
18\-04\-2020