SI ANAK RODA

SI ANAK RODA
LEBARAN BUJANG


__ADS_3

Mereka juga ikut acara takbiran keliling yang memang sudah menjadi budaya disana dan amat ditunggu .


Para peserta tanpa ada komando telah memadati jalan utama desa itu. Jauh dari pelosok pun ikut meramaikan malam takbiran.


Biasanya mereka menggunakan truk atau pick up untuk bertakbir keliling , selain itu banyak juga yang menggunakan sound sistem besar .


Peserta takbir keliling ini hanya akan berkeliling dijalan desa tidak boleh ke arah kota , karena arak-arakan yang banyak bisa mengganggu lalu lintas.


Saat seperti ini sangat ditunggu jadi saat malam takbiran pasti banyak orang yang memadati pinggir jalan menanti peserta takbir keliling.


Bujang dan Anton bergabung dengan truk pemuda surau dekat rumahnya.


Truk itu telah diberi aksesoris lampu hias dan bendera merah putih diatasnya. Selain itu ada juga yang menggunakan gamelan untuk memeriahkan acara.


Mereka berkeliling desa hingga larut malam.


"seru juga ya Jang, ikut takbir keliling ." ucap Anton


"lebih seru pas dulu masih pada jalan kaki jadi bawa obor gitu." balas bujang


"ini sudah membudaya disini mas ." timpal seorang remaja .


"sebanyak ini gak ganggu lalu lintas ?."


ya ganggu tapi tak ada yang protes kok ."


"tapi tak boleh ke arah kota ." lanjut bujang


"kalau Idhul Adha juga keliling ?."


"ada, tapi gak banyak ." jawab remaja tersebut


"nanti sampai jam berapa kelilingnya ?." tanya Anton lagi


"biasanya kalau udah sampai ujung desa ke ujung satunya baru pulang ." lanjut remaja itu.


Esoknya mereka berkunjung ke rumah saudara bujang setelah shalat idul Fitri di masjid tempat ia mengaji dulu.


"assalamualaikum ." bujang masuk rumah ajam


"walaikumsalam." ibu ajam yang membalas


"bujang ?, tumben kesini ?." ajam terheran


"apa nggak boleh?."


"ya boleh sih."

__ADS_1


"tapi tumben lebaran ngunjungi ibu ." lanjut ajam


"bukan ibumu, tapi kau jam ." bujang meletakkan bawaannya di dekat ajam


"maksud kamu apa ?." ajam masih kebingungan


"bahkan aku dua belas hari lebih muda darimu ."


"aku disini mengunjungi mu guruku ."


"ohh.., tentang itu murid ku ." balas ajam


"sudikah engkau guru ku memaafkan murid mu ini ?."


"baik murid ku , ku terima pintamu ." balas ajam mengikuti gaya bicara bujang.


"Kalian bicara apa sih ?, kok aku gak tahu ." sela Rita


"apa guru belum memberitahu sang ratu ?."


"belum murid ku , aku lupa punya murid terbaik sepertimu ."


"ibu paham apa yang mereka bicarakan ? " Rita ganti tanya mertuanya


Ibu ajam tersenyum tipis sebelum menjawab pertanyaan menantunya. "bujang itu tak pernah sekolah nak, tapi suami mu dan Juki yang mengajari dia membaca ."


"sebenarnya kau tak perlu begini."


"kita kan kawan baik sudah sepatutnya saling membantu."


"yang kau berikan lebih besar dari yang kulakukan untuk mu jam ." bujang merendah


"baiklah aku yang mengalah ."


"memang kebiasaan mu sejak dulu tak berubah... ." lanjut ajam


"apa yang tak berubah ?." Rita menyela ucapan suaminya


"ngeyel , tapi kali ini lebih halus ." ajam melanjutkan ucapannya


"bolehkah hamba mengajukan satu permintaan ?." Pinta bujang


"sebutkan pintamu anak muda , niscaya aku kabulkan ."


"antar hamba ke rumah guru juki ."


"baik aku kabulkan murid ku ."

__ADS_1


Mereka melanjutkan ke rumah Juki . Mereka berjalan kaki karena rumah Juki tak jauh jaraknya dan memang sudah menjadi budaya berkunjung dengan jalan kaki , jadi saat bertemu orang lain dijalan bisa langsung bersalaman.


"assalamualaikum." ajam yang masuk dahulu


"walaikumsalam jam , ada angin apa tumben lebaran kesini ."


"murid besar mu yang memintaku kesini ."


"murid besar apa maksud mu ?." Juki masih Bingung


"kau ingat dengan anak yang pernah kau ajari membaca ?."


"sebentar ku ingat dulu ." Juki terdiam sejenak.


"masa lupa dengan murid Budiman sepertiku ?." bujang masuk memecah ingatan Juki.


"ohh...jadi kamu murid yang suka ngeyel itu ." canda Juki


"itu sudah menjadi masa lalu guru ." sambut bujang dengan terkekeh


"sudikah guru memaafkan kenakalan murid mu ini ?."


"baik murid ku , aku maafkan kesalahanmu ."


"dan satu pesan gurumu ini, uhuk..uhukkk..uhuk." Juki seakan menjadi guru yang menitipkan seluruh ilmunya.


"apa pesan guru...akan bujang lakukan ." balas bujang yang tahu akting Juki


"jaga ilmu yang aku berikan dan amalkan anak muda ."


"baik , titah guru akan hamba lakukan ."


"kalian bertiga memang sahabat sejati, sudah lama berpisah tetap saja sehati ." celetuk Anton


"kita telah berkawan sejak kecil jadi sulit untuk lupa candaan seperti ini ." jawab bujang


"sepertinya seru kalau jadi film ini judulnya Kawan Yang Terpisah ." Rita menimpali


"jangan nanti semua iri sama kita ." timpal Juki dengan terkekeh


 


02\-05\-2020


 


IG: okipradana93689

__ADS_1


__ADS_2