SI ANAK RODA

SI ANAK RODA
PERJALANAN KE KOTA


__ADS_3

Saat truk itu berhenti di sebuah pasar yang sudah banyak dikerubuti orang bujang bingung apa yang harus ia lakukan.


"apa kita sudah sampai ?." tanya bujang pada sang sopir.


"belum , tuan hanya akan berhenti sebentar ." jawab si sopir yang sedang memarkirkan truknya.


"apa aku juga harus turun ?."


"tidak , kita tetap disini ".


Tak lama kemudian sang tuan datang , "kalian lapar ?." tanya si tuan yang mengejutkan kedua orang dalam truk karena asik ngobrol.


"maaf bos , saya belum lapar ." jawab si sopir


"kalau kamu bujang ? jika mau ikut ." bos mereka kemudian meninggalkan keduanya.


"ikutlah , aku yakin kau lapar ." kata Rajak.


Menuruti kata Rajak bujang turun dan mengikuti tuannya.


"kita akan makan dimana tuan ?." tanya bujang dengan memerhatikan sekitar yang hanya diisi lapak pakaian dan sayuran.


"di ujung sana, masakannya enak sekali ." tuannya menunjuk ke ujung lapak pedagang.


Sampai di sana bujang langsung duduk di samping tuannya.


"suci, seperti biasa dua porsi ." tuannya memesan makan namun tak menyebut pesanannya.


"baik tuan, tunggu sebentar ." lalu penjaga warung ke belakang menyiapkan pesanan.


dalam batinnya bujang bergumam "kan semua menunya ada di etalase tapi kok dia kebelakang ?."


"kata tuan masakannya enak tapi kok warungnya sepi ?." batinnya lagi

__ADS_1


Tak lama penjaga warung keluar membawa dua piring nasi putih.


"lho ...kok cuman nasi putih, sebenarnya tuan pesan apa ?." batin bujang keheranan.


kemudian dia kembali membawa dua mangkuk sup yang masih mengepul asapnya.


"silahkan tuan ."


"apa ini anak buah baru tuan ?." tanya penjaga warung.


"iya...dia dari kampung ." kemudian tuanya makan dengan lahap.


sementara bujang belum menyantap makanannya karena teringat jarang sekali ia makan se enak ini. dulu hanya bisa makan daging kambing atau sapi saat idul adha atau jika tetangga sedang syukuran.


"ayo dimakan, kita akan lanjutkan jalan setelah ini ." ucap tuannya membuyarkan ingatan bujang.


"iya tuan....maaf ."


"Bang, bangun...kita lanjut jalan ." bujang mencoba membangunkan Rajak.


"langsung jalan bos ?." tanya Rajak sambil mengelap mukanya dengan kain .


"langsung sampai rumah aja " ujar tuan Randi.


Perjalanan panjang itu membuat bujang mengantuk.


"kalau ngantuk tidur aja, kita masih cukup lama ." sindir Rajak yang melihat bujang sering menguap .


"kita masih dimana ?


seberapa jauh lagi ? ." tanya bujang mengurai kantuk.


"kita masih di Semarang , Jakarta masih jauh nak ."

__ADS_1


Bujang yang tak tau seberapa jauh itu hanya mengangguk .


"tidurlah dulu kita mungkin malam baru tiba di Jakarta ." ucap tuan Randi.


kemudian tuannya itu menutup wajahnya dengan topi Koboy miliknya.


Bujang mengikuti tuannya tidur dengan memeluk erat tas punggungnya.


Hari mulai gelap , kemudian bujang terbangun saat truk itu berhenti .


"sudah sampai bang ?."


"belum ini masih di SPBU Abang mau buang air dulu ." kemudian Rajak pergi meninggalkan truknya menuju toilet SPBU.


Tak lama tuannya juga bangun .


"kemana Rajak bujang ?." tanya bosnya sambil memakai topi Koboinya.


"di toilet tuan ." jawab bujang menunjuk arah toilet.


Setelah Rajak kembali bujang langsung menyerang Rajak dengan pertanyaan .


"masih jauh bang Jakarta ?."


"kita sudah di Jakarta bujang, tapi belum sampai tujuan ." kata Rajak sambil menyalakan truk.


Setelah itu bujang tak ingin tidur, dia hanya melihat bangunan disekelilingnya yang berjajar tinggi. banyak pertanyaan muncul dibenak nya saat melihat tinggi gedung-gedung disana.


"Bagaimana mereka bisa membuat bangunan setinggi ini ?


Bagaimana cara baik ke bagian atas sana ?."


dan masih banyak hal baru yang ia temukan disini.

__ADS_1


__ADS_2