
Diperjalanan pulang Anton menerima telepon dari bapaknya.
"hallo, ada apa pak ?."
"kamu kapan kembali kesini ?." tanya pak Mardi
"belum tahu , sebentar aku tanyakan bujang ."
Anton berbisik pada bujang
"kapan kita kembali?, bapak nanya ?."
"bilang saja hari ketiga, apa sayur sudah habis ?." jawab bujang
"hallo pak, katanya hari ketiga."
"oh..ya baiklah."
"apa sayur habis pak ?." tanya Anton pada pak Mardi
"belum , cuma pingin tahu kapan kalian kembali ."
"kamu sudah ketemu guru silat bujang ?."
"aduh lupa pak.. nanti Anton tanyakan ."
"yaudah kalau gitu, assalamualaikum ." Pak Mardi menutup telponnya
"Jang , kapan kita tanya kesediaan guru silat mu ?." ucap Anton
"jam, nanti malam antarkan Anton menemui guruku silat ." bujang malah menyuruh ajam
"bukankah guru silat mu...." bujang menutup mulut ajam
"sudah antarkan saja ." bujang mengedipkan mata
"baiklah, nanti habis magrib aku antar, biasnya para muridnya bersilaturahmi kesana ." ujar ajam
"berarti nanti pas , kamu kesana sekalian silaturahmi ke guruku silat ." imbuh bujang
Setelah shalat Maghrib di surau Anton langsung mengikuti ajam, sedangkan Bujang memilih ikut keliling dengan remaja surau.
"ayo berangkat ." ajak ajam
"nggak nunggu bujang ?."
"nggak usah, bujang katanya mau ikut keliling sama remaja sini ."
__ADS_1
"jauh rumahnya ?."
"nggak ." balas ajam singkat
"kamu dulu juga murid guru bujang ?." Anton terus bertanya sepanjang jalan
"iya, bujang adalah murid pertamanya."
"kalau aku dan Juki angkatan keduanya ."
"tapi kenapa bujang tak ikut, diakan murid tertua dan sudah lama nggak pulang ."
"mungkin dia sudah kesana ."
"apa kamu juga ingin berguru padanya ?." ajam balik bertanya
"bukan aku tapi orang-orang bapakku yang akan belajar disini ."
"berapa orang ?."
"banyak ."
Ajam kaget dengan hal itu "banyak?, tak mungkin dia melatih banyak orang ."
"aku sudah membuat jadwal latihannya."
Sampai di depan rumah sidik, ajam membungkuk "assalamualaikum ."
"walaikumsalam, ayo masuk ." jawab sidik
Ajam menyalami semua orang yang ada, lalu sungkem pada paman bujang. Anton hanya diam "kenapa tiba-tiba rumah bujang ramai, ajam juga kenapa sungkem pada paman bujang ?." ucap Anton dalam hati
"maaf , saya kesini membawa seorang yang ingin berbicara dengan guru ." ajam berkata dengan menunduk
"siapa yang kau bawa ?."
Ajam menyuruh Anton maju
"majulah, dia guru silat bujang ." bisik ajam
lalu ia kembali dengan berjalan membungkuk menghormati sidik.
"kamu Anton ?, apa yang ingin kau bicarakan ." tanya sidik
"sebenarnya selain mengantar bujang pulang kampung, saya juga diutus bapak untuk menemui guru silat bujang."
"bapak menyuruhku menanyakan kesediaan paman untuk melatih orang-orang bapak ."
__ADS_1
"untuk apa aku melatih anak buah bapakmu ?."
"agar mereka bisa membela dirinya sendiri ."
"aku tidak mau melatih orang egois nak ." jawab sidik membingungkan Anton
"maksud Paman bagaimana ?."
"membela dirinya sendiri itu egois nak, aku hanya melatih orang yang berjuang demi orang lain ." pungkas sidik
"tak apa jika paman menolak ."
"aku tak menolak, Hanya memberitahu mu ."
"jadi paman mau ?."
"sesungguhnya ilmu itu harus diamalkan ."
Anton mundur dengan penuh kegirangan hingga lupa tak berjalan membungkuk.
"husst..." para murid lainnya memberi isyarat agar menunduk.
Bujang bahkan masuk berjalan dengan lututnya, bersungkem pada pamannya.
"lihat bujang saja berjalan dengan lututnya, kamu malah tak menunduk sedikit pun ." bisik ajam melihat bujang masuk
"maaf , kegirangan jadi lupa ."
"maafkan bujang, selama ini belum bisa membahagiakan paman ." bujang berkata dengan meneteskan air mata
"paman telah bahagia , saat kau memberitahu paman jika kamu sudah sekolah nak ."
"tapi itu bukan keinginan paman sendiri, itu keinginan bapak ."
"jika paman ada permintaan akan bujang lakukan ."
bujang terus menggenggam erat tangan sidik sambil berlinang air mata.
"tak ada yang ingin paman minta nak , paman sudah tua sudah tak perlu apa-apa lagi ." jawab sidik penuh arti
Acara seperti ini memang selalu ada tiap tahunnya, tanpa janjian mereka akan berkumpul di rumah sidik untuk halal bihalal.
02\-05\-2020
__ADS_1
IG: okipradana93689