
Sorenya selepas ashar bujang mengayuh sepeda onthel nya menuju toko kue.
Bujang menuju toko kue milik siwi, dia hendak membeli kue kering untuk lebaran nanti.
"assalamualaikum ." ucap bujang
Toko kue siwi memang tak begitu besar tersamarkan oleh deretan kios lainnya.
"walaikumsalam ." balas siwi
"mau beli kue ?."
"ya tentu, kan ini toko kue masa mau beli pasir ." canda bujang
"ya siapa tahu cuma nanya jalan ." balas siwi
"aku orang sini jadi tak perlu nanya jalan ."
"kenapa aku tak pernah nampak ?." tanya siwi
"kan kamu di pesantren ."
"darimana mas tahu aku anak pesantren ?."
"siapa yang tidak tahu kau , anak kedua mantan sekretaris desa itu ." bujang menekankan kalimat terakhirnya.
"selama dua tahun aku selalu di kampung ini tapi tak pernah melihat mas"lanjut siwi
"bagaimana dia bisa tahu sejauh itu ." gumam siwi dalam hati
"itu karena aku masih diperantauan ."
"dan jangan panggil mas, usiaku setahun lebih muda dari mu ."
"siapa orang ini , sampai tahu sedetail ini ." batin siwi
"yaudah mau beli kue apa ?." siwi mengalihkan pembicaraan
"adanya apa ?." balas bujang bertanya
"ini daftarnya , Silahkan dipilih dulu ." siwi menyerahkan daftarnya.
"aku mau semua dua toples ."
"semuanya dijadikan satu toples ?." siwi bingung akan permintaan bujang.
"bukan, maksud ku masing-masing dua toples ."
__ADS_1
"tapi maaf kalau sebanyak itu harus pesan dulu ." ujar siwi
"iya ini aku kan pesan ."
"oh..aku kira langsung semua ."
"kapan mau diambil ?." tanya siwi
"lebaran ."
"lebaran aku tutup mas ."
"yaudah malam takbiran aku ambil ."
Siwi memang sosok wanita yang supel tapi tetap menjaga pandangannya , meski berbicara dengan bujang dia lebih banyak menunduk.
Bujang memang hendak membeli kue sekaligus melihat wajah siwi dari dekat, karena sebelumnya hanya bertemu di bawah sinar rembulan.
Tapi niatnya gagal, siwi lebih banyak menunduk menyembunyikan wajahnya yang manis itu.
Tetapi hati bujang tetap yakin jika siwi adalah seorang gadis yang cantik. Selama di kota ia jarang bertemu wanita dan baru kali ini jua dia amat penasaran dengan wanita.
"yang bisa dibawa sekarang ada ?." tanya bujang
"kue putri salju dan nastar ." balas siwi
"masing-masing satu toples kalau gitu ."
"ada nomer yang bisa dihubungi ?."
"kalau mau pesan lagi kan gak perlu kesini ." lanjut bujang
"ada , sebentar ." siwi memberikan brosur toko kuenya.
itu sudah lengkap nomer handphone dan alamat ku jika toko ini sedang tutup bisa dihubungi ." jelas siwi.
"kan gini jadi gausah repot ngayuh sepeda Sampai sini ." ujar bujang
"ini kuenya ."
"berapa ?." tanya bujang
"enam puluh ribu mas ."
"murah sekali pesanan sebanyak itu cuma enam puluh ribu ."
"yang enam puluh ribu dua ini mas ." siwi menunjuk kantung kresek di atas etalasenya.
__ADS_1
"semua pesanan ku jadinya berapa ?."
"dibayar nanti juga boleh kok mas ."
"sudah ini uang pesanan ku ." bujang meninggalkan lima lembar uang seratus ribu rupiah di atas etalase.
"mas , tapi ini kelebihan ." teriak siwi
"besok saja kembaliannya ."
Setelah dari toko siwi bujang tak langsung pulang dia berkeliling kampung .
Saat adzan Maghrib bujang baru sampai dirumah. Tentu Anton yang tak ia ajak telah menunggunya di teras.
"darimana saja ?."
"keliling kampung ." balas bujang singkat dan langsung masuk
"paman ini ada kue , tadi bujang beli sambil ngabuburit ." bujang menyerahkan kantong kreseknya.
Saat bujang kembali dia dikejutkan suara dibelakangnya.
"kenapa keluar nggak ngajak ?."
"kamu kan tidur , aku gak tega bangunin ." alasan bujang
"kalau kamu bilang mau ngabuburit aku ya nggak tidur ." bantah Anton
"Uluh..uluhh..anak pak Mardi marah ."
"ayo Abang beliin es krim ." canda bujang
"apaan sih, kamu kira aku anak kecil ." Anton tambah jengkel
"udah ayo masuk, udah buka ini ." ajak bujang
"aku makan angin disini aja ."
"ayo buka dulu, aku udah beliin kue kering tadi ." bujuk bujang.
"iya..iya ayo, ."
"nha gitu dong , bulan puasa gak boleh marah." pungkas bujang
28\-04\-2020
__ADS_1
IG: okipradana93689