SI ANAK RODA

SI ANAK RODA
BERTEMU TUAN RANDI


__ADS_3

"tuk...tuk tukk"


Bujang mengetuk pintu kamar Andhi dan Rudi.


"ini kunci truk, tugas mu tanya saja sama Mamat ." ucap bujang saat mendatangi kamar Andhi dan Rudi.


"truknya yang mana ?." tanya Rudi beranjak dari ranjangnya.


"di bengkel ." jawab bujang sambil pergi.


"Ndhi, bangun ada tugas dari bang bujang ."


"ahh..masih ngantuk ini ." balas Andhi


"hey kita disini kerja bukan tidur !."


"iya..iya bentar ."


"apa tugasnya ?." tanya Andhi


"coba telpon Mamat ." kata Rudi


"iya bentar ." Andhi berdiri mengambil ponselnya dimeja.


"hallo mat."


"hallo, ada apa ?." tanya Mamat


"tugas kita apa ?."


"aku tunggu di bengkel ." jawab Mamat aneh


Keduanya segera ke bengkel untuk menemui Mamat.


"tugas kalian, ambil persediaan beras untuk rumah pak Mardi ." teriak Mamat saat melihat kedua temannya memasuki bengkel.


"dimana ?." balas Andhi


"pasar ." jawab bujang singkat lalu pergi


"truknya yang mana Rud ?."


"entahlah, coba kita stater satu-satu nanti pasti ada yang cocok ."

__ADS_1


Keduanya mencoba stater setiap truk yang ada di bengkel.


"jreng..rengggg." suara mesin menyala


"nyala Rud ."


"Alhamdulillah , ayo cepat ke pasar ." ajak Rudi


Sementara itu bujang yang juga sedang di pasar bertemu dengan tuan Randi.


"tuan Randi ?, benar ini tuan Randi ? ." tanya bujang.


"iya , eh kamu Jang ."


tuan Randi dan bujang bersalaman , bahkan bujang mencium tangan tuan Randi.


"bagaimana kabar kamu Jang ?."


"Alhamdulillah tuan , sama seperti dulu ."


Jawab bujang .


"bagaimana kabar tuan ? "


"yah beginilah nak, tubuh orang tua ini ? ."


Tuan Randi mengajak bujang ke warung di dekat sana untuk sekedar mengobrol.


"sekarang kerja apa nak ." basa-basi tuan Randi .


"kerja seadanya tuan, cuma tengkulak kecil ." bujang merendah


"kamu tak usah merendah nak, aku tahu kamu punya anak buah sekarang ." goda tuan Randi


"ya cuma satu dua orang saja tuan ." bujang semakin merendah


"Pesan orang tua ini hanya satu nak , jangan mudah tergiur dengan harta nak ."


"maksud tuan apa ?." bujang terlihat bingung


"kamu akan tahu suatu saat nanti ." jawaban tuan Randi menambah bingung bujang.


Hampir tiga jam mereka mengobrol ke sana kemari . tuan Randi yang kini telah menginjak kepala tujuh masih cukup bagus ingatannya.

__ADS_1


Obrolan mereka terpecah suara ponsel bujang .


"sebentar tuan saya angkat telepon dulu ." bujang menjauh dari meja.


"silahkan nak ."


"hallo bang ."


"iya , Yusuf udah sembuh ? " sambut bujang.


"sudah bang ." jawab Dani.


"nanti aku suruh Mamat menjemput kalian ."


"baik bang ."


Bujang berganti menelepon Mamat , menyuruhnya menjemput Yusuf di rumah sakit.


Bujang kembali ke meja tuan Randi.


"oh iya tuan.. bagaimana kabar ompong sekarang ?"


"dua Minggu lalu saya pecat dia ." ekspresi tuan Randi berubah menjawab pertanyaan bujang.


"mengapa tuan pecat ? "bujang tertarik akan topik kali ini.


"dia menyelewengkan sayur ku nak ."


"bukankah dia satu-satunya orang yang bisa anda percayai ? "


"tidak lagi saat ini ."


"sebenarnya aku kesini mencari mu nak , tapi kulihat kamu sudah nyaman disini ." tuan Randi terlihat murung.


"maaf tuan tapi saya dulu kan pernah membuat kesalahan besar ."


"aku tahu kamu tak salah nak, kamu hanya jadi korban fitnah ompong ." jawab tuan Randi.


"sebenarnya yang menelepon tadi adalah kawanku yang diserang preman-preman ompong tuan ." akhirnya bujang berani menceritakan peristiwa itu.


"lalu bagaimana keadaannya nak ?."


"waktu itu dia kritis karena kehabisan banyak darah, Alhamdulillah sekarang sudah sembuh ." lanjut bujang.

__ADS_1


"sejak kau mundur dia merubah segalanya nak, dia menggunakan preman dengan alasan berjaga-jaga ."


" tapi nyatanya dia malah memeras petani sayur di kampung lalu menjual dengan harga tinggi dan menyelewengkan sayur tersebut ."


__ADS_2