SI ANAK RODA

SI ANAK RODA
LATIHAN BELADIRI


__ADS_3

Mereka kaget kedatangan mereka telah ditunggu kedua orang penting di kelurga pak Mardi.


"assalamualaikum bang, sudah lama menunggu ??" sapa Mamat


"sekitar satu jam ,mat ." jawab Anto


"yang mana yang namanya Yusuf ?." tanya Anton


"saya bang, Yusuf ." Yusuf mengacaukan tangannya


"selamat datang di keluarga kami suf ."


"saya Anton ." Anton maju untuk bersalaman dengan Yusuf


"dia anak pak Mardi, bos kita ." ucap Mamat memberitahu


"jangan bicarakan kerjaan di luar jam kerja mat ."


"aku disini sebagai kawan bukan atasan ." tegas Anton


"sudah malam , ayo masuk kedalam aja ngobrolnya." ajak bujang


"nah betul itu , takut ganggu yang lain ." timpal Andhi


"kamar kalian bertiga disini , nanti kalau ada apa-apa kamar Andhi tepat di atas tangga tadi ." Mamat menjelaskan denah rusun


"atau kau telpon saja kami ." celetuk Rudi


Hingga pukul dua mereka masih asyik ngobrol.


"udah jam dua, ayo tidur semua ." titah Anton


"kamu juga harus istirahat suf, jaga kondisi ." kata bujang sebelum meninggalkan kamar Yusuf


Mereka berhamburan kembali ke kamar masing-masing.

__ADS_1


Siangnya bujang mengadakan rapat dengan Anton dan pak Mardi .


Bujang ingin mengusulkan para sopir truk dan tengkulak .


"begini pak, saya ingin mengajukan usul apakah bapak setujui ."


"apa usulmu Jang ." pak Mardi memang lebih suka bermusyawarah untuk mengambil keputusan.


"dua Minggu lalu saat sedang membeli sayur dikampung , saya sempat di hadang preman pak ."


"sayangnya salah satu orang baru yang bujang bawa tertusuk belati preman itu pak ."


"ada masalah apa hingga di hadang Jang ?."


"kami sebenarnya sudah membeli sayur salah seorang petani, kata pemilik kebun juga belum ada yang beli ."


"tapi preman tersebut mengaku semua kebun disana adalah miliknya ." jelas bujang


"kau tahu siapa bos nya ?."


"preman itu anak buah ompong pak, orang kepercayaan tuan Randi ." jelas bujang


"benar , tapi dia jugalah yang membuatku keluar dari Randi Grup ."


Bujang menjelaskan peristiwa itu dengan runtut meski sudah berlalu hampir dua tahun lalu.


"dan bujang juga dapat laporan dari beberapa sopir truk , tapi mereka memilih pulang Tanpa hasil ."


"lalu kawanmu itu sekarang bagaimana kabarnya ?." tanya pak Mardi


"Alhamdulillah sudah sembuh pak , tadi malam dia sudah sampai di sini ." Anton yang menjawab


"jadi sebenarnya apa usulmu ?."


"saya ingin semua sopir, kernet, dan tengkulak kita bisa beladiri ."

__ADS_1


"setidaknya mereka masih bisa membela diri saat terdesak kan ?."


"siapa yang akan mengajari beladiri ?."


"bagaimana dengan persediaan sayur saat mereka berlatih ?." cecar Anton


"dulu aku punya guru yang mengajariku pencak silat di kampung ku ."


"apa dia masih melatih ?." tanya pak Mardi


"kemarin bujang telah menanyakan hal itu pada kawanku disana pak, katanya masih melatih ."


"lalu sayurnya ?." Anton menekan kembali


"kita buat jadwal saja ."


"dua apa tiga truk ke kampung ku untuk berlatih silat, nanti pulangnya bisa membawa sayur dari sekitar sana ."


"berapa lama mereka akan dilatih ?." Anton kembali mencecar


"seminggu saja cukup ." jelas bujang.


"baiklah nak , atur jadwal mereka dan jaga bisnis keluarga ini ." perintah pak Mardi


"aku juga tak ingin orang-orang ku kenapa-napa."


Keduanya menuju warung tempat biasanya mereka menghabiskan waktu berdua.


Tapi kali ini mereka sedang menyusun jadwal berlatih silat para tengkulak pak Mardi di kampung halaman bujang.


Banyaknya orang-orang pak Mardi membuat penyusunan jadwal agak lama. Bulan ini saja pak Mardi merekrut banyak orang baru baik untuk di pasar ataupun pengemudi truk.


 


23\-04\-2020

__ADS_1


 


IG: okipradana93689


__ADS_2