SI ANAK RODA

SI ANAK RODA
KAMPUNG HALAMAN BUJANG


__ADS_3

Sore harinya sebelum lebaran, bujang menyempatkan diri untuk berziarah ke makam orang tuanya.


Bujang juga mengajak Anton dan juga pamannya ke makam .


"ini makam ayah mu lalu yang itu ibumu ." tunjuk sidik karena bujang sudah lupa


"iya, kita berdoa dulu ." ajak bujang


"Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì " bujang memimpin doa


"amin."


"semoga bapak bangga jika melihat bujang saat ini , permintaan terakhir bapak telah bujang penuhi ." kata bujang lirih dengan berurai air mata


"kang, anak mu sekarang sudah besar dan maaf kan adikmu yang tak bisa mendidik bujang , sehingga ia harus mencari ilmunya sendiri ." sidik juga meneteskan air mata kala mengunjungi persemayaman kakaknya.


Anton hanya bisa menenangkan kedua orang disampingnya.


"bapak mu pasti bangga Jang, melihatmu seperti saat ini ."


"dan untuk paman , setidaknya paman telah menjaga bujang sejak kecil ." Anton berusaha menenangkan sidik jua.


Puas menuangkan isi hati masing masing baru mereka kembali pulang saat hampir waktu berbuka.


Tibalah kini malam takbiran, Bujang ke toko


kue milik siwi kali ini mengajak Anton agar kawannya itu tak marah lagi.


Bujang berangkat ke toko kue siwi sehabis isya .


"ikut Ndak ?"


"kemana Jang ." balas Anton


"ambil pesanan ."


"iya ikut, emang pesanan apa ?."


"tapi nanti habis isya aja ."


"kenapa nggak sekarang aja ?."


"jangan, sebentar lagi isya kita shalat dulu ,."

__ADS_1


"jadi ambil pesanannya ?." Anton mengode


"iya jadi ."


"emangnya dimana ?."


"udah ayo..gausah banyak tanya ." bujang menarik lengan Anton keluar rumah.


"jauh Jang , tempatnya ?."


" jauh, melewati gunung lembah dan sungai yang mengalir indah ." canda bujang


"gak sekalian mengarungi laut ?." balas Anton


"mana bisa laut dimasukin karung ton ." sahut bujang dengan terkekeh


"abisnya kamu Jang, ditanya malah becanda ." jawab Anton kesal


"udah jangan banyak bicara, malu dilihat orang ."


"biar saja , aku kan gak punya malu ."


"benar kamu gak malu tapi malu-maluin ." bujang terkekeh


"pesanannya di balai desa ?." tanya Anton lagi


"bukan itu diseberang jalan, pesanan kue ."


"aku kira di balai desa ."


"assalamualaikum ." ucap bujang dari luar


"walaikumsalam ."


"pesanannya sudah siap ?."


"atas nama siapa mas ?." tanya penjaga toko kue


"kemarin belum dicatat mbak ?." bujang balik nanya


"pesanannya hari apa mas ?."


"dua hari lalu , di mbak siwi ."

__ADS_1


"oh..jadi pesan sama mbak siwi."


"sebentar mas ditunggu dulu mbak siwi lagi shalat." ucap nya


" ni toko kue perempuan hari itu ? ." tanya Anton


"iya , ini tokonya ."


Siwi kemudian keluar menemui keduanya.


"maaf mas ada apa kok sampai nunggu saya ."


"kata teman mu pesanan ku belum kamu catat, jadi aku belum bisa ambil ." jelas bujang


"oh itu.. kemarin itu aku lupa catat tapi pesanannya sudah aku buat kok ."


"iya aku percaya ."


"ini mas , dan ini kembaliannya ." siwi menyerahkan pesanan bujang


"bisa bantu saya ?."


"bantu apa mas ?." balas siwi


"tolong berikan ke anak yatim piatu ."


"iya , akan saya bantu berikan ke anak yatim ."


Bujang langsung meninggalkan toko siwi setelah menerima pesanannya.


"oh iya satu lagi ." bujang berhenti setelah beberapa langkah


"aku satu tahun lebih muda darimu , jangan panggil mas ." ucap bujang tanpa membalikkan badannya


"banyak sekali Jang pesanan kue mu ?."


"udah jangan tanya dulu, besok kamu tahu ." balas bujang


 


28\-04\-2020


 

__ADS_1


IG: okipradana93689


__ADS_2