SI ANAK RODA

SI ANAK RODA
KAMPUNG HALAMAN BUJANG


__ADS_3

Setelah berbuka bujang ikut pamannya ber-iktikaf di surau.


setelah selesai tarawih dan ber-tadarus bujang pulang bersama Anton. Dan lagi bujang bertemu siwi di tempat yang sama dengan kemarin.


"silahkan." bujang mendahului siwi


"iya mas, permisi ."


"dia yang mengaji tadi sore kan ?." tanya Anton


"iya, dia yang tadi ."


Sampai di rumah Anton segera tidur sedang bujang sibuk dengan bukunya.


Paginya setelah shalat subuh bujang kembali jalan pagi , tapi kali ini Anton ikut karena sudah puas tidur.


"pagi pak." sapa bujang pada sekelompok warga kemarin


"pagi Jang, mampir sini dulu ." ajak mereka


Bujang dan Anton berhenti ikut para warga itu berbincang-bincang .


"kemarin abis dzuhur juragan sapi ke rumah mu ?." tanya salah seorang


"iya , paman mau jual sapinya."


"dijual semua ?."


"tidak, masih disisakan satu ." jawab bujang


"kenapa dijual ?." tanya lainnya


"saya kasihan kalau paman harus ngurus sampai lima sapi ." jelas bujang


"lalu uangnya mau buat apa ?."


"ya bisa buat perbaiki rumah itu pak, saya juga kasihan rumahnya banyak yang rusak." lanjut bujang


"benar kau nak, kalau paman mu kan orangnya gak mau pegang banyak uang dari dulu ."


"gak mau pegang banyak uang gimana?." tanya lainnya


"dulu pas beli sapi itu dia pernah bilang ke saya, dia gak mau pegang uang banyak jadi dibelikan sapi." lanjut orang itu

__ADS_1


"sebenarnya dulu Kakek mu itu orang yang dihormati disini, dia dituakan ."


"Kakek mu juga punya lahan dulu, tapi sayang dibawa pergi istri keduanya ." lanjut orang yang usianya sekitar tujuh puluhan tahun itu.


"dibawa pergi gimana ?." tanya bujang


"Kakek mu itu menikah lagi setelah istrinya meninggal, dari pernikahan keduanya kakek mu punya anak lagi."


"tapi sejak kakek mu sakit-sakitan istrinya mengambil alih lahan kakek mu . dia menggunakan surat tanah kakek mu untuk meminjam uang di bank ."


"kemudian dia pergi saat kakek mu meninggal dengan membawa anaknya yang masih berumur lima tahun." pungkas orang itu


"jadi istri kedua kakekku membuat lahan kakek ku disita bank ? "


"benar, karena bapakmu dan Paman mu tak bisa melunasi hutang ibu tirinya ."


"dimana lahan itu berada?, lalu berapa luasnya ? " tanya bujang


"ada dua tempat, yang pertama ada di dekat lapangan itu yang sekarang ditanami tebu ."


"yang kedua di dekat lahan sayur sana ." orang itu menunjuk lahan kosong disamping kebun sayur


"jadi yang ditanami tebu itu milik kakek ? ."


"apa lahan kosong itu juga masih milik bank sekarang ?." kembali tanya bujang


"setahuku masih, sejak lahan sekitarnya tak ditanami tebu pabrik ndak menggarap lagi ." pungkas orang itu.


Keasyikan ngobrol mereka baru ingat akan kerjaan mereka.


"pak, Ndak ke kebun ?." teriak seorang ibu-ibu


"iya Bu, lupa keasyikan ngobrol ." kemudian mereka membubarkan diri .


Sampai rumah ternyata pamannya tidak kembali ke surau setelah menunggu juragan sapi mengambil sapinya.


"nggak kembali ke surau ?." tanya bujang


"nggak, paman mau nyari rumput ." balas pamannya


"bujang mau nanya boleh ?." pinta bujang


"boleh nak, tanya apa ?."

__ADS_1


"apa benar jika kakek adalah tetua di kampung ini dulu ?."


"darimana kau tau nak ?." kata sidik


"dari pak Dodo tadi pas jalan pagi ."


"benar, Kakek mu tetua disini ."


"apa benar juga jika tanah kakek dibuat jaminan utang nenek ?." tanya bujang kembali


"itu juga benar , nenek mu lah yang membuat bapak mu sakit keras ."


"bapak memikirkan hutang itu ?."


"iya , bapakmu memperjuangkan tanah itu hingga memeras keringat ." lanjut sidik.


"itu yang membuat permintaan terakhir bapakmu untuk mendidik mu agar tak dibodohi orang nak ." ujar pamannya


"iya, sekarang bujang paham maksud Paman agar aku harus sekolah ."


"sekarang tugas mu adalah menjaga satu-satunya warisan kakek mu ?." kata sidik


"tapi sekarang bujang belum sanggup menjaga rumah ini ."


"ada pekerjaan yang belum bisa tinggal ." ujar bujang


"paman paham nak, untuk saat ini paman masih sanggup merawat ."


"yang terpenting sekarang rumah ini diperbaiki dulu, paman."


"tapi bujang janji akan pulang untuk menjaga satu-satunya warisan kakek, dan bujang juga berniat menebus hak bujang ." pungkas bujang


Setelah pulang mencari rumput bujang mengajak pamannya ke toko bangunan. Ia memesan material bangunan untuk memperbaiki rumah .


Tapi bujang berpesan agar rumah itu direnovasi setelah lebaran saja .


 


27\-04\-2020


 


IG: okipradana93689

__ADS_1


__ADS_2